Sikap Munafik Menara Pengawal: Kasus Seksual

Sikap Munafik Menara Pengawal/Saksi Yehuwa
Sikap Munafik Menara Pengawal
Di artikel Kasus Pedofila: Mengapa Menara Pengawal Terlibat? telah saya jelaskan panjang lebar mengenai kasus gugatan Candace Conti terhadap Menara Pengawal sehingga pengadilan memerintahkan Menara Pengawal untuk membayar kepada Conti jutaan dollar sebagai ganti rugi atas pencabulan yang dilakukan oleh salah satu dari "hamba pelayanan" Saksi-Saksi Yehuwa pada saat Conti berusia 9-10 tahunan.

Di dalam artikel bahasan kali ini, saya akan membuktikan sikap munafik Menara Pengawal yang mengklaim bagi dirinya sebagai satu-satunya organisasi Allah di bumi dan telah banyak mencela perilaku gereja-gereja yang terlibat skandal seksual di dalam sejarahnya di dalam publikasi yang diterbitkannya. Dan saya harus akui celaan dan kutukan Menara Pengawal adalah sah. Tetapi ironisnya, ternyata Menara Pengawal telah melakukan hal yang sama juga. Kita lihat kutipan dari majalah Sedarlah! No. 29, 1989, hlm. 10-11 yang mencela lembaga gereja atas skandalnya. Tolong catat, majalah Sedarlah! ini dipublikasikan pada tahun 1989 untuk konsumsi di Indonesia.
Susunan Kristen Mengikuti Haluan Orang Kanaan

AGAMA orang Kanaan diwarnai perzinahan, percabulan, perbuatan homoseks, dan pembunuhan anak-anak. Maka, tanah itu, memuntahkan mereka. Orang Israel meniru agama itu dan mencampur kemesumanya dengan ibadat Yehuwa, dan negeri itu memuntahkan mereka. Dewasa ini, ada orang-orang dan agama-agama yang mengaku Kristen tetapi meniru imoralitas seks dari zaman dulu. Percabulan dan perzinahan sudah umum. Perbuatan homoseks dan pembunuhan kehidupan dalam rahim merajalela. Bayi-bayi yang tidak diinginkan di Kanaan dikorbankan dalam jumlah ratusan; dewasa ini, mereka dibuang dalam jumlah jutaan—55 juta setahun.— Bandingkan Kel. 21:22, 23.

Karena tidak mau disebut ketinggalan zaman atau terlalu saleh, banyak gereja dalam Susunan Kristen bergegas mengikuti arus ”serba boleh”. Beberapa bahkan menyediakan sarana untuk dosa seksual yang ”aman”, seperti pendeta Unitarian Universal yang menghentikan khotbahnya untuk membagikan kondom kepada jemaatnya.

Seorang kolumnis, yang juga anggota Gereja Episkopal, berkata, ”Gereja Episkopal tahun 80-an adalah toko teologi tiruan. Ia dapat diandalkan untuk mengisi dan memajang di jendela kecenderungan apapun yang paling mutakhir dalam masyarakat. Selama beberapa tahun yang lalu adalah politik. Tahun ini seks.” Ia memaksudkan suatu kurikulum baru untuk pendidikan seks yang memperlihatkan bahwa ”orang-orang Kristen telah ketinggalan zaman tidak mau mengampuni perbuatan homoseks . . . dan kebahagiaan orang-orang yang kumpul kebo”. Seorang uskup Gereja Episkopal di New York yakin bahwa ”hubungan homoseks yang disertai tanggung jawab pada suatu hari akan diterima sebagai kehendak Allah”.

Roy Howard Beck, yang bergabung dengan mingguan agama United Methodist Reporter, menulis dalam bukunya On Thin Ice, ”[Mereka yang] terjerat dalam perbuatan [imoralitas] adalah para penginjil TV, para pengkhotbah gereja-gereja besar, para uskup, para pemimpin karismatik yang terkenal, para pemimpin kaum awam yang sangat terpandang, pastor-pastor gereja kecil yang terhormat, imam-imam, anggota gereja Pantekosta, kaum liberal, kaum konservatif—siapa saja. Benar-benar hebat peranan gereja dalam pembinaan masyarakat!” — Hal. 214.

Gereja Inggris

Parlemen dari Gereja Inggris, Sinode Umum, mengadakan rapat pada bulan November 1987 untuk membahas suatu mosi yang meminta agar mereka menegaskan lagi bahwa ”percabulan, perzinahan, dan perbuatan homoseks adalah dosa”. Sekretaris umum dari Gerakan Lesbian dan Waria Kristen menyatakan, ”Jika diterima, mosi ini akan menghancurkan Gereja, dan Uskup Agung dari Canterbury mengetahuinya. Menurut perhitungan umum, kami yakin antara 30 sampai 40 persen dari para pendeta Gereja Inggris adalah pelaku homoseks.”

Reporter Philippa Kennedy, yang menulis dalam harian Inggris Daily Express, 29 Oktober 1987, mengatakan, ”Serangan Margaret Thatcher kepada para pemimpin Gereja karena tidak memberikan bimbingan moral yang memadai kepada bangsa itu akan menambah seru apa yang pasti akan menjadi salah satu pertarungan besar antar pendeta dalam dasawarsa ini. Karena bukan hanya Perdana Menteri yang menganggap Uskup-Uskup pada umumnya dan khususnya Uskup Agung dari Canterbury, sebagai sekumpulan orang yang plin-plan.”

Pada tanggal 11 November 1987, mosi itu diperdebatkan, dan ternyata terlalu sulit untuk diterima, dan dibatalkan dengan suatu amandemen yang lemah namun diterima dengan mudahnya. Maka hal itu bukan ”salah satu pertarungan besar antar pendeta dalam dasawarsa ini”. Mosi itu gagal. Para uskup berkelahi melawan bayangan, menghindar, menyelip, membuat gerakan pura-pura, dan mundur.

Keputusan Sinode Umum: Yang ideal adalah hubungan seks dalam perkawinan yang permanen; percabulan dan perzinahan adalah dosa terhadap yang ideal ini; hubungan kelamin homoseks kurang dari yang ideal; dan semua orang Kristen harus menjadi teladan dalam semua bidang moralitas, termasuk moralitas seks. Perbuatan homoseks dinilai kurang serius dosanya ketimbang percabulan dan perzinahan—yang disebut belakangan adalah dosa terhadap yang ideal itu, sedangkan homoseksualitas hanya kurang ideal. Tidak ada pemecatan atas mereka yang melakukan percabulan. Tidak juga atas para pezinah. Para pendeta dan paderi yang homoseks dilabur putih.

Terompet sinode ini telah mengeluarkan bunyi yang tidak jelas, dan mosi semula yang diajukan oleh pendeta paroki Tony Higton dibiarkan berantakan. (1 Korintus 14:8) Namun, anehnya, ia memilih versi yang telah dilemahkan ini dan ”sangat, sangat puas” dengan hasilnya. Reaksi yang sulit dimengerti mengingat pernyataannya sebelumnya. ”Jika Gereja tidak membenahi rumahnya,” ia mengancam, ”maka Allah akan menghakiminya.”

Selama sinode itu, Higton telah memberikan dokumen-dokumen bukti yang sensasional melawan pendeta-pendeta yang homoseks. Salah seorang dituduh memperkosa anak-anak, tetapi hanya dipindahkan ke paroki lain. Seorang imam lain, yang dituduh melakukan perbuatan yang sangat tidak senonoh di kamar kecil umum, ditugaskan ke wilayah keuskupan lain, di tempat ia dituduh melakukan pelanggaran yang sama—masih juga belum dipecat. Pendeta-pendeta Anglikan yang homoseks di London, Higton melaporkan, membuka kios buku yang ”menjual lektur yang diduga keras menganjurkan hubungan homoseks dengan siapa saja, praktik pelacuran pria, dan beragam perbuatan homoseks”. Sebuah buku di kios itu diduga memperlihatkan ”seorang gadis umur lima tahun di tempat tidur bersama ayahnya dan kekasih pria ayahnya”.

Karena bukti dari Higton diabaikan, bagaimana mungkin ia dapat ”sangat, sangat puas”? Pasti karena golongan pendeta Anglikan adalah orang-orang yang lemah dan mudah dipuaskan. Seperti dikatakan sebuah laporan berita, ”Diakui, tak satu pun dari skandal ini ditangani dengan guntur, tetapi dengan hujan rintik-rintik yang memang khas Gereja Anglikan.”

Dapat dimengerti bahwa pendeta-pendeta yang homoseksual merasa senang. ”Sinode itu jelas telah memberi masyarakat lesbian dan homoseksual tempat dalam kehidupan Gereja,” kata mereka. Bagaimanapun juga, Uskup Agung dari Canterbury Runcie ”bersikeras agar gereja tidak mengutuk para homoseks yang telah didisiplin dan bertanggung jawab”, dan berkata, ”Saya ingin menekankan bahwa seorang homoseks alamiah adalah manusia yang seutuhnya.”

”Homoseks alamiah,” kata Uskup Agung dari Canterbury. Apakah orang-orang homoseks yang tidak berdaya telah ditetapkan demikian melalui genetika? Beberapa orang beranggapan demikian, dengan mengatakan bahwa keadaan homoseks merupakan ”suatu sifat kejiwaan yang mendasar yang sudah ditetapkan di luar kehendak hati”. Mereka mengabaikan rasul Paulus, yang di bawah ilham mengutuk homoseksualitas, dengan menyebut dia ”sedikit terlalu hati-hati”, kata The Times dari London.

Sir Immanuel Jakobovits, seorang rabi kepala, meragukan bahwa ”sifat alami demikian dari homoseksualitas” sudah dibuktikan dan berkata, ”Menggunakan gagasan kecenderungan alamiah ini sebagai dasar adalah lereng yang licin yang dapat mengakibatkan keruntuhan seluruh susunan moral . . . Kita tidak dapat menerima dalam masyarakat manapun bahwa suatu kegemaran alamiah, itu sendiri sudah cukup untuk membebaskan diri dari perasaan bersalah. Kita harus menjadi majikan dari alam, bukan menjadi korbannya.”

Uskup Agung dari Canterbury mengerat dan menyusun kembali kata-kata Yesus untuk memberi tempat bagi kaum homoseks dalam gereja Kristus, dengan berkata, ”Dalam tempat ibadat dari gereja Kristus di bumi ini ada banyak tempat tinggal, dan semuanya terbuat dari kaca.” (Bandingkan Yohanes 14:2.) Jadi sebenarnya ia berkata, ’Jangan melempar batu kepada siapapun, bahkan tidak kepada kaum homoseks, karena ada juga tempat tinggal bagi mereka dalam gereja Kristus.’

Uskup dari Chester, Michael Baughen, bersikeras bahwa ”bahasa Yunani dari Perjanjian Baru membenarkan uraian baru dari doktrin Anglikan untuk menyatakan ’kasih, kesedihan, kepekaan dan pengertian’ terhadap kaum homoseks”, bahwa homoseksualitas ditegor dalam Alkitab hanya sebagai ”menyimpang dari jalan itu”. Apa yang sebenarnya dikatakan Alkitab adalah bahwa kaum homoseks, jika tidak berubah, tidak akan mewarisi Kerajaan dan ”patut dihukum mati”.— Roma 1:27, 32; 1 Kor. 6:9-11.

Mengutip kembali dari The Times, sinode itu membenarkan ”tuduhan yang sudah usang bahwa Gereja Inggris tidak mempercayai apa-apa dan mengizinkan segala sesuatu” dan menetapkan ”kecenderungannya yang plin-plan—menerima begitu saja setiap gagasan modern yang liberal seolah-olah itu Injil”. Di bawah judul ”Kepalsuan Gereja”, Liverpool Daily Post berkata, ”Para pemimpin Gereja Inggris tampaknya semakin tidak dapat menyatakan dengan jelas apa yang mereka anggap benar dan salah.” Seperti dinyatakan dengan kecut dalam The Economist, ”Gereja Inggris menentang praktik-praktik homoseks, tetapi sedikit saja.”

Di bawah judul ”Kemarahan terhadap Putusan Sinode mengenai para Homoseksual”, harian Daily Post mengutip kata-kata sejumlah anggota Parlemen Tory (Partai Konservatif Inggris). Seorang anggota Parlemen menyebut keputusan Sinode itu ”memalukan dan pengecut!” Yang lain, ”Saya khawatir bahwa homoseksualitas sekarang telah mendapat tempat berpijak yang kuat dalam keimaman Gereja Inggris dan dalam Gereja Inggris itu sendiri.” Yang ketiga, ”Keputusan melalui pemilihan ini—saya lebih senang menyebutnya kepalsuan yang memalukan—sebenarnya menempatkan anak-anak dalam bahaya. Banyak pelaku homoseks yang tidak dapat menemukan pasangan beralih kepada anak-anak kecil dan di sinilah anak-anak yang menghadiri gereja menjadi sasaran yang begitu empuk. . . . Dalam bahasa yang terus terang, Gereja telah gagal untuk membersihkan diri dari kejahatan yang merajalela dalam barisannya sendiri.”

Gereja Katolik Roma

Gereja Katolik terang-terangan tidak setuju dengan homoseksualitas, dengan menyebutnya dosa besar. Tetapi dalam praktiknya gereja menutup-nutupi perbuatan imam-imam yang bersalah dan bahkan membuat mereka dapat meneruskan penyelewengan seks mereka. Memang, Paus Yohanes Paulus II mengucapkan kata-kata yang hangat bagi kaum homoseks sewaktu ia menyatakan, ”Mereka ada dalam hati gereja.”

Sebuah surat kabar Katolik yang independen, National Catholic Reporter, 27 Februari 1987, menyatakan bahwa pendeta yang homoseks menilai bahwa 50 persen dari para imam Katolik A.S. adalah homoseks. Angka ini ditentang. Seorang ahli psikologi, yang memberikan pernyataan atas dasar 1.500 orang yang diwawancarai, menyatakan bahwa 20 persen dari 57.000 imam Katolik A.S. adalah homoseks, sedangkan laporan-laporan yang terbaru telah membuat ”ahli-ahli terapi lain berpendapat bahwa angka yang tepat sekarang mungkin mendekati 40 persen”.

Baru satu tahun yang lalu, surat-surat kabar di seluruh negeri dibanjiri dengan laporan tentang pemerkosaan atas anak-anak oleh imam-imam Katolik. Laporan berikut dari Mercury News, San Jose, Kalifornia, 30 Desember 1987, adalah sesuatu yang khas: ”Pada waktu kesadaran bangsa terhadap problem penganiayaan anak-anak bertambah besar, Gereja Katolik di Amerika Serikat terus mengabaikan dan menutup-nutupi kasus-kasus imam-imam yang menganiaya anak-anak secara seksual, [ini] menurut catatan pengadilan, dokumen intern gereja, pihak berwenang sipil dan para korban sendiri.

”Para pejabat gereja bersikeras bahwa kasus Lousiana yang terkenal tahun 1985, yaitu seorang imam menganiaya sedikitnya 35 anak laki-laki, telah mengajar mereka untuk menangani problem itu dengan tegas. Tetapi penyelidikan oleh Mercury News selama tiga bulan mengungkapkan bahwa dalam lebih dari 25 keuskupan di seluruh negeri, para pejabat gereja tidak memberi tahu pihak yang berwenang, memindahkan imam-imam yang melakukan penganiayaan ke paroki lain, mengabaikan keluhan orang-tua dan tidak mempedulikan kemungkinan adanya kehancuran atas diri para korban yang masih muda. . . . Jutaan dollar telah dibayarkan kepada para korban dan keluarga mereka sebagai ganti rugi, dan satu laporan gereja tahun 1986 memperkirakan bahwa tanggungan gereja dapat mencapai satu milyar dollar dalam sepuluh tahun lagi.”

”Kasus Lousiana yang terkenal tahun 1985” yang ditulis dalam laporan Mercury News adalah berkenaan seorang imam bernama Gilbert Gauthe. ”Kira-kira $12 juta sudah dibayarkan kepada para korbannya.” Kegiatan homoseks dari Gauthe telah diketahui selama bertahun-tahun, tetapi ’keuskupan menangani problem itu dengan memindahkan dia dari paroki satu ke paroki lain sedikitnya tiga kali’. Dalam satu kejadian ”orang-tua menyatakan dalam kesaksian bahwa Gauthe ’menggauli’ anak laki-laki mereka yang berusia 7 tahun sejak hari pertama ia menjadi pembantu Misa dan selama setahun setelahnya, sampai imam itu dipindahkan”.

”Kehancuran atas diri para korban yang masih anak-anak” juga disebutkan dalam laporan itu. Kadang-kadang kerusakan itu bersifat abadi. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun membunuh dirinya sendiri, meninggalkan surat yang menyatakan bahwa ”tidak ada gunanya untuk hidup” setelah ”dijadikan budak seks seorang biarawan Franciskan”. Seorang anak lain, yang diperkosa oleh seorang imam, menggantung diri setelah memberi tahu saudaranya, ”Hubungi Pastor S.—dan beritahu dia bahwa saya memaafkannya.”

Kebanyakan kasus penganiayaan seksual menyangkut anak laki-laki, tetapi banyak anak gadis juga menjadi korban. Seperti dilaporkan oleh Plain Dealer dari Cleveland pada tanggal 19 Desember 1987, seorang gadis berumur 16 tahun dan orang-tuanya mengajukan tuntutan sipil pada tahun 1986 melawan tujuh pendeta karena penganiayaan seksual. Ia menjadi hamil, dan para pendeta mendesak dia melakukan aborsi. Sewaktu ia menolak, mereka mengatur untuk mengirim dia ke Filipina untuk menutupi kehamilannya. Gereja menentang homoseks dan aborsi tetapi jelas tidak demikian bila itu menyangkut imam-imam mereka sendiri.

Laporan-laporan surat kabar tak habis-habisnya menulis banyak kasus spesifik tentang kaum remaja Katolik yang ’digauli’ oleh para pendeta Katolik, tentang jutaan dollar yang dibayarkan untuk menyelesaikan tuntutan hukum, tentang banyak kasus yang diselesaikan di luar pengadilan, dan tentang perusahaan-perusahaan asuransi yang ”tidak mau lagi mengganti biaya tuntutan pemerkosaan bagi personalia keuskupan”.

Thomas Fox, redaktur dari National Catholic Reporter, mengatakan, ”Problem telah ditutup-tutupi secara nasional selama bertahun-tahun oleh para uskup.” Eugene Kennedy, seorang bekas pendeta dan sekarang profesor psikologi di Universitas Loyola, mengatakan, ”Apa yang anda lihat di pengadilan-pengadilan hanyalah sedikit saja.” Thomas Doyle, pendeta Dominikan dan pengacara agama, menyatakan, ”Selama banyak abad, penganiayaan seksual pada anak-anak lelaki oleh para pendeta adalah satu-satunya problem yang paling serius yang harus kita hadapi.”
Ya, tidak dapat dipungkiri media-media massa menyoroti skandal seksual yang terjadi di lembaga-lembaga Kristen. Dan saya sebagai orang Kristen yang baik tentunya memandang jijik hal-hal yang demikian.

Perhatikan pula begitu banyak Menara Pengawal mengutip media-media massa dari berbagai surat kabar. Lalu bagaimana dengan Menara Pengawal, apakah juga tidak mengikuti arus "serba boleh"? Ataukah pada saat Menara Pengawal menulis artikel tersebut, Menara Pengawal 'lebih suci' dibandingkan lembaga-lembaga Kristen yang dicelanya?

Menarik, saya juga memiliki sebuah cuplikan berita dari NBC News yaitu INDEPTH - diterbitkan di youtube pada 15 Juli 2012 - yang menceritakan seorang buronan yang bernama Frederick McLean. McLean merupakan salah satu dari 15 orang yang paling dicari [most wanted] oleh U.S. Marshals (Polisi Amerika) karena kasus pencabulan 4 anak di bawah 14 tahun di California. [1]
Polisi sedang mencari di sini [Canada] buronan Amerika yang mereka duga merupakan predator seksual yang menggunakan posisinya di sidang Saksi-saksi Yehuwa agar dekat dengan anak-anak.

Police are searching here for a US fugitive who they allege is a sexual predator who uses his position in his local congregation of Jehovah's Witnesses to get close to children.
Menurut sunnewsnetwork [2]:
"Salah satu korbannya mengklaim bahwa McLean melecehkannya lebih dari 100 kali antara tahun 1991 dan 1996," Polisi Amerika mengatakan.

"One of the victims claims that McLean molested her over 100 times between 1991 and 1996," U.S. police said.



Berikut merupakan terjemahan bebas dari laporan NBC News tersebut. Mohon koreksinya jika tidak akurat.

    Reporter pria: Lagi organisasi keagamaan dihantam dugaan pelecehan seksual, Saksi-Saksi Yehuwa telah menyelesaikan 9 kasus tuntutan pengadilan berkenaan dengan peraturan gereja dalam melindungi pria-pria yang melecehkan anak-anak selama bertahun-tahun. Dalam menyelesaikan kasus pelecehan, gereja tidak mengakui kesalahannya. Sekarang bukti-bukti terungkap bahwa pemimpin sungguh mengetahui akan orang-orang itu tetapi rupanya tidak pernah menginformasikan kepada pihak berwenang. Lisa Myers memiliki laporan eksklusifnya Indepth (Dalam) malam ini.

    Lisa Myers: Frederick Mclean adalah diantara buronan yang paling dicari karena diduga mencabuli anak-anak selama 10 tahun.

    Thomas Maranda (Deputy U.S Marshal): tipikal korbannya adalah anak-anak muda dari usia 5-6 tahun.

    Lisa Myers: Pihak berwajib mengatakan Mclean yang pekerjaanya memperbaiki mobil balap dan pemimpin yang dihormati di sidang Saksi-Saksi Yehuwa.

    Thomas Maranda: Perannya di gereja signifikan karena partisipasinya di gereja memberikannya akses kepada korbannya.

    Lisa Myers: Saksi-Saksi Yehuwa akhir-akhir ini setuju untuk membayar ganti rugi untuk menyelesaikan tuntutan hukum atas dugaan gereja tahu atau seharusnya mengetahui McLean adalah seorang pedofil. Dengan 9 kasus yang hampir sama diselesaikan melalui Kantor Pusat tanpa mengakui kesalahan.

    Tetapi berdasarkan catatan internal gereja mengungkapkan berkenaan akan tuntutan hukum tersebut bahwa gereja telah mengetahui bertahun-tahun bahwa anggota-anggota gereja yang terkemuka melecehkan anak-anak kecil tetapi gereja tertindak sedikit.

    Contohnya James Henderson. Dokumen menunjukkan bahwa gereja mengetahui bahwa ia melecehkan anak-anak pada awal tahun 1970-an dan mencopotnya dari posisi pemimpin [penatua atau hamba] untuk sementara waktu tetapi rupanya tidak pernah melaporkan ke polisi. Pada akhirnya ia ditangkap pada tahun 1994 dan masuk penjara setelah melecehkan anak-anak selama 20 tahun.

    Pemimpin gereja yang lainnya Albert Herd, mengakui kepada gereja pada tahun 1981 melecehkan 3 anak-anak berusia 5, 9 dan 11 tahun. Sidang lokalnya memecatnya dan menginformasikan kepada kantor pusat gereja. Tetapi lagi, rupanya pihak gereja tidak pernah menginformasikan polisi mengenai hal ini.

    Herd sekarang berada di penjara mengakui ia melecehkan anak lainnya sampai tahun 2003.

    Barbara Anderson: Peraturan dan prosedur yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa melindungi para pedofil daripada melindungai anak-anak.

    Myers: Barbara Anderson mantan Saksi-Saksi Yehuwa adalah seorang yang berani menentang gereja tentang hal ini. Ia mengatakan bahwa gereja memilih untuk menyimpan pengakuan-pengakuan pelecehan-pelecehan yang terjadi konfidensial. Memperlakukan pelecehan sebagai sebuah dosa daripada kriminal.

    Anderson: Mereka tidak melaporkan pelecehan anak-anak kepada pihak berwenang kecuali dimandatkan oleh negara agar klergi melakukannya demikian.

    Myers: Gereja menolak berbicara di depan kamera. Tetapi dalam pernyataannya menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui atau memproteksi peleceh-peleceh anak. Kasus-kasus di dalam gereja adalah jarang, para anggota memiliki hak untuk melaporkan kriminal yang mengerikan itu dan penatua mematuhi peraturan hukum mengenai pelecehan anak.

    Tetapi tidak di seluruh negara bagian menuntut klergi melaporkan mengenai pelecehan anak. Artinya beberapa peleceh tertangkap jika ada korban yang melaporkan mengenai adanya pelecehan seksual.

    Seperti penuntut McLean menginginkannya tertangkap.

Ya, Anda telah mendengar berita tersebut. Kasusnya mirip dengan Jonathan Kendrick, bukan? Menara Pengawal telah membiarkan pelaku-pelaku pedofil berkeliaran bebas tanpa melaporkan ke pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut. Dengan mendiamkan saja berarti Menara Pengawal telah membiarkan anak-anak lainnya berada di dalam bahaya.

Satu hal yang kita tahu dari surat pernyataan resmi Menara Pengawal tersebut yaitu bahwa "penatua mematuhi peraturan hukum mengenai pelecehan anak". Pernyataan ini suatu kebohongan besar jika kita lihat surat resmi Menara Pengawal kepada badan penatua pada tahun 1989 (lihat Di artikel Kasus Pedofila: Mengapa Menara Pengawal Terlibat?). Di dalam surat tersebut menyatakan bahwa jika terjadi kasus pelecehan anak, lapor segera ke bagian legal Menara Pengawal, tidak ada pernyataan untuk melaporkan langsung ke polisi! Dan kita juga tahu bahwa laporan NBC tersebut adalah benar yaitu setiap laporan disimpan secara konfidensial dibandingkan diungkapkan keluar kepada orang yang tidak berhak mengetahuinya, seperti polisi atau bahkan anggotanya sidang jemaat lainnya.

Nah, sekarang kita kaji kemunafikan Menara Pengawal akan kasus-kasus pelecahan seksual terhadap anak-anak. Kita lihat yaitu majalah Sedarlah! yang Anda baca di atas diterbitkan pada tahun 1989. Lalu berdasarkan data-data dari laporan NBC tersebut menyatakan bahwa sebenarnya Menara Pengawal mengetahui adanya terjadi pelecehan-pelecehan di dalam sidangnya pada awal tahun 1970-an! Apakah artinya? Pada saat Menara Pengawal mengkritik dan mencela gereja akan kasus-kasus imoralitasnya, ternyata Menara Pengawal juga sebenarnya mengalami dan melakukan hal yang sama! Betapa munafiknya, bukan?

Bahkan Menara Pengawal tidak malu-malunya menulis dan mengkritik gereja Katolik:
Gereja Katolik terang-terangan tidak setuju dengan homoseksualitas, dengan menyebutnya dosa besar. Tetapi dalam praktiknya gereja menutup-nutupi perbuatan imam-imam yang bersalah dan bahkan membuat mereka dapat meneruskan penyelewengan seks mereka.
Lalu pertanyaan saya adalah apakah bedanya gereja Katolik dengan Menara Pengawal dalam hal ini? Bukankah Menara Pengawal melakukan hal yang persis sama?! Yaitu menutup-tutupinya dengan tidak melaporkan kepada pihak berwenang sehingga membuat para pelaku imoralitas berkeliaran bebas mencari mangsa berikutnya.

Lalu apakah teguran Tuhan Yesus mengenai hal ini:
Mengapa engkau melihat jerami yang ada di mata saudaramu, tetapi tidak mengamati kasau yang ada di matamu sendiri? Bagaimana engkau dapat mengatakan kepada saudaramu, ’Saudara, izinkanlah aku mengeluarkan jerami yang ada di matamu’, sedangkan engkau sendiri tidak melihat kasau di matamu? Orang munafik! Keluarkanlah dahulu kasau dari matamu sendiri, kemudian engkau akan melihat dengan jelas bagaimana mengeluarkan jerami yang ada di mata saudaramu.(Luk. 6:41-42, TDB)
Tentunya bagi Saksi Yehuwa yang tinggal di Indonesia berpikir; ya hal demikian tidak terjadi di Indonesia, hanya terjadi di luar negeri. Anda benar bahwa berita tersebut dari luar negeri. Tetapi satu hal berlaku yaitu setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Menara Pengawal berlaku secara keseluruhannya, tidak hanya untuk satu negara. Dan kita tahu bahwa Alkitab mengatakan dunia ini semakin jahat. Kita lihat kasus-kasus kriminal dan pelecehan seksual terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari mana Anda tahu bahwa kejadian yang sama di luar negeri tidak akan terjadi juga di sidang Anda mengingat badan penatua akan menjaga kerahasiaan kasus-kasus imoralitas dari jemaatnya sendiri dan pihak berwenang? Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda? Think about it, Bro!

Lalu apakah nasehat Kitab Suci mengenai kasus ini? Saya setuju dengan bahasan Menara Pengawal dalam kasus ini yang tertera di majalah Sedarlah! yang sama sebagai berikut:
Dikatakan, ”Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja [terus, NW] melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.” — Roma 1:26, 27, 32.

Juga dikatakan, ”Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?” (1 Kor. 6:9, 10) Ayat 11 menambahkan, ”Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan.” Para pedosa yang menjadi orang-orang Kristen harus membersihkan diri atau diusir, ”Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.” (1 Kor. 5:11-13) Tidak berarti bahwa dosa daging tidak pernah akan terjadi dalam sidang-sidang Kristen tetapi jika hal itu terjadi, orang-orang yang bersalah harus bertobat atau dipecat.

Tetapi pekerjaan pembersihan secara rohani ini—pemecatan atas orang-orang cabul dan pezinah-pezinah serta kaum homoseks—tidak dilakukan kebanyakan agama dari Susunan Kristen. Orang-orang Israel menyatakan diri melayani Yehuwa sementara mereka mempraktikkan penyembahan seks. (2 Taw. 33:17) Sidang-sidang Susunan Kristen berseru ’Tuhan, Tuhan’, bahkan sewaktu imoralitas seks berkembang di tengah-tengah mereka. ”Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,” Yehuwa bertanya, ”kemudian kamu datang berdiri di hadapanKu di rumah yang atasnya namaKu diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini?” — Yer. 7:4, 8-10.

Yehuwa tidak dapat dipermainkan; kita semua akan menuai apa yang kita tabur. (Gal. 6:7) Firman Yehuwa yang diberikan melalui Yeremia cocok sekarang seperti hal pada zaman dulu sewaktu nabi itu berkata kepada orang Israel, ”Seharusnya mereka merasa malu karena telah melakukan semua yang hina itu. Tetapi mereka tebal muka dan tidak tahu malu.” — Yer. 6:15, BIS.
Ehmm, saya percaya bahwa penjelasan Menara Pengawal itu berlaku juga bagi Menara Pengawal. Ya, seharusnya Menara Pengawal merasa malu karena telah melakukan semua yang hina itu. Tetapi kita tahu bahwa Menara Pengawal tebal muka dan tidak tahu malu dan jelas bersikap munafik. Bagaimana menurut Saudara?

Orang munafik! Keluarkanlah dahulu kasau dari matamu sendiri, kemudian engkau akan melihat dengan jelas bagaimana mengeluarkan jerami yang ada di mata saudaramu.
(Luk. 6:42, TDB)

[1] http://www.torontosun.com/2012/04/07/child-molester-believed-hiding-in-gta
[2]http://www.sunnewsnetwork.ca/sunnews/canada/archives/2012/04/20120407-170422.html

63 comments :

  1. Awi wrote: Kita lihat kasus-kasus kriminal dan pelecehan seksual terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari mana Anda tahu bahwa kejadian yang sama di luar negeri tidak akan terjadi juga di sidang Anda mengingat badan penatua akan menjaga kerahasiaan kasus-kasus imoralitas dari jemaatnya sendiri dan pihak berwenang? Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda? Think about it, Bro!

    Ya! anda benar! dengan demikian coba bayangkan apa yang terjadi di dalam organisasi agama Katolik atau Protestan yang tidak meng-implementasikan prosedur pemecatan kepada anggotanya yang melakukan tindak amoralitas (tidak seperti SSY), apa yang terjadi? akbitnya adalah di seluruh gereja susunan kristen bisa terdapat orang-orang bejat, para pemerkosa, para pelaku pedofilia, homosexual atau lesbian, yang bebas keluar masuk Gereja Katolik atau Protestan tanpa adanya proses screening dan tanpa ada prosedur pemecatan.

    Nah, sekarang saya balik pertanyaan anda itu kepada seluruh anggota Gereja Katolik maupun Protestan, atau Gereja saudara : Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda apabila anak-anak anda berada di Gereja-Gereja yang para anggotanya belum anda kenal? (NB:apalagi jika anda suka berpindah-pindah Gereja), Think about it, Bro!

    Anda sudah mengakui dgn tegas, bahwa Kendrick sang pelaku pedofilia tersebut tentunya sudah dipecat oleh organisasi SSY (alias diusir), dan standar pemecatan di dalam prosedur organisasi SSY sangatlah keras. Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu, bukankah anda sudah tahu? Jadi untuk kasus2 yang jelas2 terbukti dan telah diadili di dlm organisasi, maka sidang jemaat akan terjaga relatif bersih.


    Komentar saya selebihnya ada di Link :

    http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/07/skandal-seksual-pedofilia-saksi-yehuwa.html#comment-form


    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Saya bisa melihat Sdr mencoba bersikap cukup obyektif dalam hal kasus Conti. Dan keobyektifan dilanjutkan dgn menjawab pertanyaan di bawah ini ya.

      Sdr tulis:

      Ya! anda benar! dengan demikian coba bayangkan . . . apa yang terjadi? akbitnya adalah di seluruh gereja susunan kristen bisa terdapat orang-orang bejat, para pemerkosa, para pelaku pedofilia, homosexual atau lesbian, yang bebas keluar masuk Gereja Katolik atau Protestan tanpa adanya proses screening dan tanpa ada prosedur pemecatan.

      Anda benar bhw gereja adalah tempat orang-2 yang berdosa seperti yang Anda jabarkan. Oleh sebab itu, mereka datang ke gereja memohon agar Allah mengampuni mereka. Tidak seperti SSY yang suci-suci.

      Apa yang Alkitab katakan? Tidak ada yang benar, satu pun tidak! Dan Yesus sendiri ketika hidup berada di tengah-2 orang-orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai dll. Bukan bergaul dgn kaum Farisi yang merasa sok suci. Hanya orang yang merasa berdosa menyadari bahwa dirinya membutuhkan Kristus untuk mendapatkan pengampunan dosa. Bahkan saya pribadi ketika merasa semakin dekat kepada Tuhan, saya merasa semakin berdosa.

      Sebetulnya jk Sdr baca artikel Jay Lifton ttg demand for purity, sdr tahu bhw ini adalah ciri-2 kultus. MP menjalankan Demand for purity digunakan utk mengekploitasi emosi & rasa berdosa di dlm anggotanya.

      Mengapa gereja tidak memecat anggotanya? Prinsipnya di Gal.6:1-5 yaitu "kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut". Tetapi bukannya berarti menutup-nutupi dosanya.

      Setahu saya, jika ada yg berbuat dosa, biasanya cepat tersebar sehingga banyak orang tahu. Tidak perlu dipecat, orang itu sendiri akan malu sendiri.

      Proses screening? Inilah bedanya MP dgn gereja. Gereja mencari & membawa org berdosa kpd Kristus agar bertobat & dpt pengampunan, sedangkan MP mencari orang-2 suci.

      Sdr tulis:

      . . . Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda apabila anak-anak anda berada di Gereja-Gereja yang para anggotanya belum anda kenal? (NB:apalagi jika anda suka berpindah-pindah Gereja). .

      Jujur, saya katakan tidak. Saya akan mengawasinya dan saya yakin org-2 Kristen lainnya demikian. Saling menjaga. Tetapi yg kita bicarakan adalah MP yang menutupi perilaku amoral jemaatnya dari jemaat yg lain sehingga mengakibatkan jatuhnya korban yg lain. Seharusnya tidak boleh menutupi agar tidak ada korban lain, bukan?

      Sdr tulis:

      Anda sudah mengakui dgn tegas, bahwa Kendrick sang pelaku pedofilia tersebut tentunya sudah dipecat oleh organisasi SSY (alias diusir), dan standar pemecatan di dalam prosedur organisasi SSY sangatlah keras. . .maka sidang jemaat akan terjaga relatif bersih.

      Ya benar, saya akui Kendrick akhirnya dipecat, tetapi setelah menjadi kasus besar, bukan? Lagi pula Kendrick sudah mengakui pertama kali koq, mengapa tidak dipecat? Mengapa tidak menginformasikan kpd anggota yg lain? Bukankah bijaksana melakukannya sebelum timbul kasus besar?

      Ok. tolong jawab pertanyaan saya di bawah ini.

      Artikel ini bicara ttg sikap kemunafikan MP yaitu mengeritik dan mencela skandal-2 gereja, tetapi dirinya sendiri sebetulnya memiliki kasus yg sama.

      Menurut Anda, apakah MP telah bersikap munafik?

      Salam kasih Kristus Yesus

      Delete
    2. Awi wrote: Anda benar bhw gereja adalah tempat orang-2 yang berdosa seperti yang Anda jabarkan. Oleh sebab itu, mereka datang ke gereja memohon agar Allah mengampuni mereka. Tidak seperti SSY yang suci-suci.

      Anda salah besar dalam hal itu!, SSY bukan tempat orang yg suci-suci, tetapi tempat orang yang mau bersedia dikoreksi, mau diperbaharui, dan didisiplin dengan keras, tetapi bukan tempat orang semacam Kendrick yang tidak mau bertobat, kemana sekarang Kendrick setelah dipecat dari organisasi SSY? Ya! Kendrick boleh bebas masuk ke Gereja Protestan ataupun Katolik tanpa proses scheening, bukan? bayangkan jika ada orang2 semacam Kendrick di indonesia ini yang telah dipecat dari oragnisasi SSY dan saat ini telah berkeliaran bebas di Gereja saudara atau ke Gereja lainnya, bagaimana bro? jaga baik-baik anak perempuan anda semua agar tidak bertemu orang macam itu di Gereja saudara2, just think about it bro.

      Coba renungkan pertanyaan ini : Bukankah seharusnya Gereja menjaga kebersihan rohani jemaatnya? sedangkan di kantor / perusahaan saja, jika ada karyawan yg melakukan perlanggaran maka perusahaan bisa segera memecat karyawan tersebut sebagai hukuman atas tindakannya dan agar karyawan lain juga jera sehingga tidak melakukan pelanggaran serupa, bukan? nah, bagaimana dgn organisasi agama?, tidakkah sepantasnya organisasi agama memilik standar moral dan hukum yg lebih tinggi daripada organisasi perusahaan?. Coba jawab dengan jujur ! jangan mendustai hati nurani anda sendiri bro!

      Awi wrote: Ok. tolong jawab pertanyaan saya di bawah ini. Artikel ini bicara ttg sikap kemunafikan MP yaitu mengeritik dan mencela skandal-2 gereja, tetapi dirinya sendiri sebetulnya memiliki kasus yg sama. Menurut Anda, apakah MP telah bersikap munafik?

      YA ANDA BENAR, memang MP Munafik! dalam kasus Conti itu! Bukankah SUDAH SAYA JAWAB di thread anda : http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/07/skandal-seksual-pedofilia-saksi-yehuwa.html#comment-form

      Ya, MP dalam beberapa kasus memang bertindak keliru dan bahkan munafik! TETAPI ada lebih banyak kekeliruan dan kemunafikan di dalam organisasi Katolik maupun Protestan ! Dan saya memilih organisasi yang tingkat kemunafikannya lebih sedikit, bukan organisasi yang sempurna! sebab seperti yang sering saya tegaskan di sini, tidak ada organisasi agama yang benar dan sempurna di dunia ini!.

      Kita hanya bisa memilih agama yg paling sedikit kemunafikannya di antara seluruh agama-agama yang munafik. Saya sudah tahu tingkat kemunafikan di dalam organisasi Katolik dan Protestan karena saya pernah berada di situ, demikian juga dengan SSY, maka saya dengan sadar dan obyektif dapat membuat "tabel perbandingan tingkat kemunafikan antara ketiga agama itu" - sehingga saya sudah mendapat jawabannya. Dan saya yakin ANDA JUGA TAHU PERSIS SOAL ITU, bukan? akuilah sdr.Awi, jangan mendustai hati nurani anda.


      Regards,
      Truthseeker

      Delete
    3. Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      Anda salah besar dalam hal itu!, SSY bukan tempat orang yg suci-suci, tetapi tempat orang yang mau bersedia dikoreksi, mau diperbaharui, dan didisiplin dengan keras, tetapi bukan tempat orang semacam Kendrick yang tidak mau bertobat,

      Mengapa saya katakan di MP hanya ada orang-2 suci? Silahkan Sdr perhatikan komentar Sdr, misalnya sdr menulis:

      di seluruh gereja susunan kristen bisa terdapat orang-orang bejat, para pemerkosa, para pelaku pedofilia, homosexual atau lesbian, yang bebas keluar masuk Gereja Katolik atau Protestan tanpa adanya proses screening dan tanpa ada prosedur pemecatan.

      Dan jika Sdr perhatikan komentar Anda sendiri, Sdr memiliki kecenderungan menilai gereja adalah tempat orang berdosa dan hanya di MP orangnya lebih baik, bukan? Dan ini memang benar. Saya berharap ketika kemudian orang-2 berdosa benar-2 bertobat dan lahir baru, maka mereka akan memperbaharui akal-budinya sehingga bisa memiliki moral dan akhlak yang baik. (Roma 12:2)

      Sdr tulis:

      bayangkan jika ada orang2 semacam Kendrick di indonesia ini yang telah dipecat dari oragnisasi SSY dan saat ini telah berkeliaran bebas di Gereja saudara . .? jaga baik-baik anak perempuan anda semua agar tidak bertemu orang macam itu di Gereja saudara2,. . .

      Bolehkan saya tanya, Tuhan Yesus datang ke dunia utk mencari orang berdosa atau orang yg benar?

      Saya ingin tahu, apakah perasaan Sdr ketika memecat seorang SY krn melakukan suatu tindakan imoralitas. Apakah Sdr merasa diri sendiri lebih baik dan suci dari dirinya?

      Sdr tulis:

      . . .Bukankah seharusnya Gereja menjaga kebersihan rohani jemaatnya? sedangkan di kantor / perusahaan saja, jika ada karyawan yg melakukan perlanggaran maka perusahaan bisa segera memecat karyawan tersebut sebagai hukuman atas tindakannya dan agar karyawan lain juga jera sehingga tidak melakukan pelanggaran serupa, bukan? nah, bagaimana dgn organisasi agama?, tidakkah sepantasnya organisasi agama memilik standar moral dan hukum yg lebih tinggi daripada organisasi perusahaan?. Coba jawab dengan jujur! jangan mendustai hati nurani anda sendiri bro!

      Seperti yg saya katakan, gereja adalah tempat orang-orang berdosa yg telah ditebus oleh Kristen dan melalui kelahiran kembali mencoba utk mengikuti teladan Kristus (tentunya dgn jatuh bangun). Jelas bukan sebuah perusahaan yg mana jk tidak memenuhi standar perusahaan dipecat.

      Gereja hanya memberitahu bentuk-2 moralitas apa yg baik sesuai dgn standar Alkitab, dan diserahkan kpd jemaat utk mengikutinya sesuai dgn hati nurani masing-2, tapi gereja bukan penjaga moralitas-2 jemaatnya, apalagi memaksakannya kehendaknya sehingga hrs dituruti. Jika tidak, ya dipecat. Semua kembali adalah tanggungjawab jemaat pribadi kepada Allah(Gal.6:1-5) karena Kristus adalah kepala jemaat, hanya Kristus yg berhak menilai.

      . . .Saya sudah tahu tingkat kemunafikan di dalam organisasi Katolik dan Protestan karena saya pernah berada di situ, demikian juga dengan SSY, maka saya dengan sadar dan obyektif dapat membuat "tabel perbandingan tingkat kemunafikan antara ketiga agama itu" - sehingga saya sudah mendapat jawabannya. Dan saya yakin ANDA JUGA TAHU PERSIS SOAL ITU, bukan? akuilah sdr.Awi, jangan mendustai hati nurani anda.

      Bukankah saya tlah akui bhw gereja adalah tempat org munafik. Dan sebetulnya seperti yg saya sudah katakan sebelumnya, tidak hanya munafik, tetapi segala jenis dosa ada di gereja. Tentunya termasuk saya! Tetapi setiap hari, hidup saya diperbaharui dan dimampukan utk mengikuti teladan Kristus.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  2. pada dasarnya anggota saksi yehuwa dan jemaat gereja kristen sama2 manusia yang bisa berbuat dosa>>>cuma bedanya organisasi yehuwa ada hukum yang dibuat untuk mengatur anggotanya. dan peraturannya bersifat seperti hukum duniawi memaksa anggotanya. masa ada "mantan anggota yehuwa" yang keluar dilarang oleh panatua saksi yehuwa untuk bergaul dengan dengan anggota sy yang masih aktif.dikarenakan sudah mengikuti suaminya kristen kharismatik. sungguh fanatik dan munafik..seakan akan orang orang diluar sy bukan orang baik baik...ini adalah cerita ttg istri saya sudah mantan sy tidak dibolehkan berhubungan dengan teman sy nya dulu di jakarta. ALLAh kita saja memberikan kita kebebasan untuk mengikuti jalan NYA tau kepercayaan lain. karena pilihan kita dalam hidup adalah tanggung jawab kita terhadap ALLAH kita pencipta alam semesta..memang pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan,tapi laen hal dengan sy menurut saya organisasi sy adalah pemaksaan terhadap anggotanya untuk mengikuti peraturannya (seperti kasus istri saya, yang saya critakan tadi diatas). banyak peraturan2 yang dibuat organisasi sy, yang membuat orang kristen menilai sy organisasi yang sesat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shalom Bp Anonim

      Terima kasih atas komentarnya.

      Memang benar bahwa menjadi seorang Saksi Yehuwa berarti mengikuti penafsiran Menara Pengawal atas Alkitab yang harus diikuti oleh setiap anggotnya. Hanya di dalam organisasi Menara Pengawal yang bersih, diluar organisasi dianggap orang yang tersesat.

      Istri Bpk pernah menjadi seorang Saksi, bersediakan beliau menyumbangkan pengalaman pribadiny, seperti bagaimana beliau bertobat dan mengenal Kristus, di dalam blog ini sehingga dapat menjadi berkat bagi yang lain?

      Terima kasih

      Salam kasih Tuhan Yesus

      NB: Jika Bp melakukan suatu komentar di blog ini, bersediakan untuk menyebutkan nama (meskipun hanya sebuah initial) agar memudahkan dalam berkomunikasi saja dari pada anonim? Terima kasih

      Delete
  3. Anda terus berputar-putar dan berupaya berpolemik, padahal anda tahu persis bahwa tidak ada yang salah dengan jawaban saya terkait dgn thread anda ini (soal kasus Kendrick dengan Conti).

    Awi wrote: Saya ingin tahu, apakah perasaan Sdr ketika memecat seorang SY krn melakukan suatu tindakan imoralitas. Apakah Sdr merasa diri sendiri lebih baik dan suci dari dirinya?

    Lho, anda ini bagaimana ya? di satu sisi anda mengutuk tindakan imoralitas spt yg dilakukan Kendrick dalam kasus Conti, tapi di sisi lain, ketika SSY memecat dan menghukum tegas Kendrick, anda malah mengkritik SSY karena tindakan tegas demikian (serba salah). Semakin jelas terlihat bahwa anda hanya memiliki motif utk mencari-cari kesalahan dari SSY. Anda samasekali tidak sedang mencari kebenaran - kita biarkan Tuhan yg akan menjadi hakim atas anda kelak. Di mata anda tidak ada hal yang benar dalam organisasi SSY, anda akan selalu melihat celah kelemahan dari SSY.

    Saya ingin tahu, jika ada kasus spt yg dialami Conti di gereja saudara, apa yang akan saudara lakukan terhadap Kendrick yang telah terbukti melakukan tindakan imoralitas pedofilia dan tidak mau bertobat (jika anda adalah seorang penanggungjawab di gereja saudara)? apakah anda diamkan saja? bagaimana jika tindakannya sudah berulang-ulang dilakukan dan dia tetap tidak bertobat?

    Menurut anda, apa maksud dari ayat yang dicatat di 1 Korintus 5:11-13.
    Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

    Apa makna ayat itu bagi saudar? Tolong anda jawab pertanyaan saya itu?

    Ya! Alkitab dengan tegas menandaskan "USIRLAH" orang2 yg melakukan kejahatan dari tengah-tengah jemaat (gereja), bukan dibiarkan seenaknya saja.

    Awi wrote: Seperti yg saya katakan, gereja adalah tempat orang-orang berdosa yg telah ditebus oleh Kristen dan melalui kelahiran kembali mencoba utk mengikuti teladan Kristus (tentunya dgn jatuh bangun). Jelas bukan sebuah perusahaan yg mana jk tidak memenuhi standar perusahaan dipecat.

    Bukankah Gereja sbg sebuah organisasi institusi agama seharusnya memiliki standar moral yg jauh lebih tinggi daripada organisasi institusi duniawi (seperti perusahaan misalnya)?

    Coba renungkan bagaimana kisah ketika Yesus Kristus berada di Bait Allah, dan dia melihat para pedagang domba dan para penukar uang sedang berbisnis di Bait, apa yang dilakukan Yesus, Dia marah besar dan MENGUSIR mereka dari Bait Allah. Mengapa Yesus melakukan hal itu? karena Yesus hendak menjaga kebersihan moral dan rohani dari Bait Suci Allah (representasi tempat beribadah kepada Allah). Bukankah Gereja juga merupakan tempat beribadah kepada Allah? think about it !

    Matius 21:12-13 - Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati, dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun"

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  4. ...Lanjutan...

    Dear sdr.Awi,
    Tanpa anda sadari, saat ini kritikan tajam anda telah menjadi suatu bumerang bagi anda sendiri.

    Awi wrote: Bukankah saya tlah akui bhw gereja adalah tempat org munafik.

    Jika anda sudah mengakui bhw gereja adalah tempat munafik, lalu apa bedanya dgn SSY yg sedang anda kritik kususnya dlm kasus Conti itu? apa motivasi anda sebenarnya kalau toh semua agama Kristen itu munafik? kenapa hanya mengupas kasus Conti saja, sementara ada ribuan kasus serupa di kalangan Katolik dan Protestan? Tahukah anda bagaimana peperangan keji di Irlandia antara umat Protestan dengan Katolik tahun 2011 lalu telah menelan korban ratusan jiwa (sesuatu yang belum pernah saya lihat terjadi di kalangan SSY).

    http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/111214180501/limit/0/Belfast-Tempat-Dimana-Katolik-dan-Protestan-Berperang

    http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/06/22/130676/Kelompok-Katolik-dan-Protestan-Bentrok-di

    Perang2 semacam itu hanyalah satu dari sekian banyak peperangan di kalangan umat Kristen sepanjang sejarah.

    Kalau bicara soal skandal seks Katolik di pengadilan, maka tuntutan persidangan terhadap MP sangat kecil nilainya jika dibandingkan dengan tuntutan thd kasus yg ada di Katolik : Wabah skandal Gereja Katolik, membuat gereja Amerika rugi besar mencapai $2.488.405.755 atau sekitar 21 triliun rupiah. Korbannya terdiri dari puluhan anak di bawah umur dan ratusan orang dewasa. Demikian juga di kalangan Protestan, sama saja.

    http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/04/13/18644/gereja-amerika-rugi-2-triliun-akibat-skandal-seks-imamdiakon-katolik/

    http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/bulletin/skandal-seks-gereja-protestan-jerman

    Awi wrote: Dan sebetulnya seperti yg saya sudah katakan sebelumnya, tidak hanya munafik, tetapi segala jenis dosa ada di gereja. Tentunya termasuk saya! Tetapi setiap hari, hidup saya diperbaharui dan dimampukan utk mengikuti teladan Kristus.

    Perhatikan tulisan anda yg saya bold, Apakah statement anda itu memaksudkan bahwa hanya anda saja yang kehidupannya sedang diperbaharui dan dimampukan utk mengikuti teladan Kristus, itu tidak berlaku bagi saya dan orang-orang di dalam SSY?

    Apakah karena anda telah sukses menguak kasus Conti, maka dengan demikian seluruh orang di dalam SSY tidak layak disejajarkan dengan orang2 yang sedang berjuang mengikuti teladan Kristus? bukankah hal itu artinya anda sedang membuat upaya generalisasi? jika tidak, lalu bagaimana dengan begitu banyaknya bukti tindak pidana, imoralitas di kalangan Katolik maupun Protestan, apakah bukti itu juga menunjukkan bahwa seluruh anggota Katolik dan Protestan menjadi tidak layak disejajarkan dengan orang2 yang sedang berjuang mengikuti teladan Kristus?

    Maksud saya begini :
    1. Katolik - di dalamnya ada anggota jemaat yg melakukan tindak pidana dan imoralitas.
    2. Protestan - di dalamnya ada anggota jemaat yg melakukan tindak pidana dan imoralitas.
    3. SSY - di dalamnya ada anggota jemaat yg melakukan tindak pidana dan imoralitas.

    Lalu? what next? apa kemudian yang hendak anda tekankan pak Awi? jika semua agama bisa memiliki anggota jemaat yang melakukan tindakan imoralitas atau tindak pidana di dalamnya, lalu apalagi yang hendaknya kita pertimbangkan? kalau saya simple saja : saya akan mencari sisi perbedaannya dan memilih yang paling konsisten menjaga kebersihan institusi ibadahnya. Nah, SSY berupaya utk konsisten dalam hal itu, dengan memecat / mengeluarkan pelaku imoralitas dari dalam sidang jemaat, melarang umatnya berperang, menginstrusikan umatnya utk netral secara politik, dll, tidak seperti kebanyakan institusi agama Kristen lainnya! ANDA TENTU TAHU ITU SEMUA, BUKAN? sekali lagi saya katakan, jangan sering2 mendustai hati nurani anda.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      Anda terus berputar-putar dan berupaya berpolemik, padahal anda tahu persis bahwa tidak ada yang salah dengan jawaban saya terkait dgn thread anda ini . . .

      Jk Sdr mengatakan bhw MP munafik, memang tidak salah. Saya setuju dgn Sdr. Jd sebetulnya masalah Conti ya sudah selesai tapi komen Anda ada plus. . . plus sehingga muncul diskusi baru. Jika Sdr paham substansi diskusi kita, sebenarnya Sdr lah yg kelihatannya sedang bingung dan mutar-2. Misalnya sdr tulis:

      Jika anda sudah mengakui bhw gereja adalah tempat munafik, lalu apa bedanya dgn SSY yg sedang anda kritik kususnya dlm kasus Conti itu? apa motivasi anda sebenarnya kalau toh semua agama Kristen itu munafik? kenapa hanya mengupas kasus Conti saja, sementara ada ribuan kasus serupa di kalangan Katolik dan Protestan? . . .

      Alasan saya mengupas kasus Conti utk menjawab argumen Sdr sbb:

      . . . otomatis anggota SSY yang semacam itu akan langsung dikeluarkan dari sidang, berbeda halnya dgn gereja Katolik atau Protestan (kata kasarnya, pelacur atau pembunuh sekalipun tidak akan dipecat dari gereja atau setidaknya tidak akan diusir keluar jika ingin beribadah atau dgn kata lain masih tetap diperbolehkan menghadiri Gereja, bukan?), nah di dalam SSY tidak ada tempat bagi orang-orang yg melakukan tindakan imoralitas dan kriminal. (lihat Kisah

      Nah, argumen Sdr “di dalam SSY tidak ada tempat bagi orang-orang yg melakukan tindakan imoralitas dan kriminal” telah saya buktikan di kasus Conti tidak benar, bukan? Faktanya Kendrick mengaku dosa tetapi tidak ditindak apa-2 sampai kasus besar muncul lagi, baru dipecat. Saat itu saya nilai Sdr munafik menyatakan kalimat di atas (jika Sdr tahu kasus itu) padahal kasus seksual juga ada di MP. Tp jika Sdr tdk tahu, ya sekarang jadi tahu. Oleh karena itu jangan mencela karena sama-sama berdosa, bukan? Itu maksud saya.

      Nah, argumen berikut berasal dari kebingungan Sdr sendiri:

      Apakah karena anda telah sukses menguak kasus Conti, maka dengan demikian seluruh orang di dalam SSY tidak layak disejajarkan dengan orang2 yang sedang berjuang mengikuti teladan Kristus? bukankah hal itu artinya anda sedang membuat upaya generalisasi? jika tidak, lalu bagaimana dengan begitu banyaknya bukti tindak pidana, imoralitas di kalangan Katolik maupun Protestan, apakah bukti itu juga menunjukkan bahwa seluruh anggota Katolik dan Protestan menjadi tidak layak disejajarkan dengan orang2 yang sedang berjuang mengikuti teladan Kristus?

      Seperti yg telah saya jelaskan di atas, saya mengungkap kasus Conti untuk membuktikan pernyataan Sdr itu tidak benar. Tidak kurang, tidak lebih. Karena sama-sama berdosa, jangan mengeritik seolah-olah tanpa dosa.

      Sdr tulis:

      what next? apa kemudian yang hendak anda tekankan pak Awi? jika semua agama bisa memiliki anggota jemaat yang melakukan tindakan imoralitas atau tindak pidana di dalamnya, lalu apalagi yang hendaknya kita pertimbangkan? kalau saya simple saja : saya akan mencari sisi perbedaannya dan memilih yang paling konsisten menjaga kebersihan institusi ibadahnya. Nah, SSY berupaya utk konsisten dalam hal itu, dengan memecat / mengeluarkan pelaku imoralitas dari dalam sidang jemaat, melarang umatnya berperang, menginstrusikan umatnya utk netral secara politik, dll, tidak seperti kebanyakan institusi agama Kristen lainnya! . . .sekali lagi saya katakan, jangan sering2 mendustai hati nurani anda.

      Apa yg saya ingin tekankan? Begini loh Pa, perhatikan pernyataan saya yaitu "Apa yang Alkitab katakan? Tidak ada yang benar, satu pun tidak! Dan Yesus sendiri ketika hidup berada di tengah-2 orang-orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai dll. Bukan bergaul dgn kaum Farisi yang merasa sok suci."

      --bersambung di bawah--

      Delete
    2. --sambungan dr atas--

      Artinya semua orang berdosa, tapi lebih parah lagi adalah MP yg berperilaku munafik seperti yg saya telah jelaskan.

      Lihat kembali pernyataan Anda mengulang kembali yaitu "memecat / mengeluarkan pelaku imoralitas dari dalam sidang jemaat". Padahal jelas saya sdh buktikan bhw ini tidak benar. Contoh kasusnya ada yaitu Conti dan di artikel ini. Jadi saya rasa Sdr lah yg sering-2 mendustai hati nurani sdr sendiri.

      Mengenai perang, netral berpolitik dll, ya kita dapat menjadi topik diskusi berikutnya.

      Nah, dalam konteks “semua manusia adalah berdosa” saya bertanya kepada Sdr: “Saya ingin tahu, apakah perasaan Sdr ketika memecat seorang SY krn melakukan suatu tindakan imoralitas. Apakah Sdr merasa diri sendiri lebih baik dan suci dari dirinya?”

      Mengapa saya tanya ini? Krn sdr mengatakan akibat pemecatan ala MP sbb:

      Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu, bukankah anda sudah tahu? Jadi untuk kasus2 yang jelas2 terbukti dan telah diadili di dlm organisasi, maka sidang jemaat akan terjaga relatif bersih.

      Nah, utk meneguhkan pemecatan ala MP itu, Sdr mengutip 1 Kor. 5:11-13:

      Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah.Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

      Coba perhatikan, di mana kalimat Paulus itu yg menyatakan seperti yang Sdr katakan: “Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu

      Saya tidak membacanya seperti yg Sdr jelaskan. Apa iya kata-2 Paulus “jangan bergaul, jangan makan bersama dan mengusir“ berarti harus seperti yg Sdr jelaskan itu? Apa tidak melampaui apa yang ditulis karena Paulus mengatakan juga hal yg hampir mirip di 2 Tes 3:6, 14-15:

      Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. . . Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara

      Perhatikan memang paulus mengatakan “tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia”. Mengapa ditandai dan jangan bergaul (jangan bergaul bukanlah berarti menganggap seperti musuh hingga menganggapnya najis)? Supaya ia menjadi malu. Itu maksudnya. Dan pesan Paulus “janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara”

      Nah, bagaimana Sdr bisa menegur sebagai seorang Saudara jika sdr mengatakan “tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu”? Bgmn kita menegur sbg seorang Saudara jika bertemu/tatap muka bahkan bersalaman tidak boleh?

      Dan ingat pesan Paulus, jangan menganggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah sebagai seorang Saudara”. Nah, sikap yg Sdr jabarkan itu, menganggap musuh atau saudara?

      --Bersambung di bawah--

      Delete
    3. --Bersambung dr atas--

      Sdr juga memberi contoh Tuhan Yesus mengusir pembisnis di bait Allah. Ingat Yesus mengusir karena mereka berjualan di bait Allah padahal di bait Allah adalah rumah doa, tempat orang berdoa bukan tempat berjualan . Tetapi apakah definisi ‘mengusir’ sama dengan apa yg sdr jabarkan dgn pemecatan ala MP?

      Bgm jika pembisnis itu kembali lagi utk berdoa, bukan berjualan? Apakah masih dianggap najis dan diusir?

      Belum lagi perintah Yesus untuk mengasihi musuh, rasanya bertentangan dgn pemecatan ala MP.

      Sdr tulis:

      Saya ingin tahu, jika ada kasus spt yg dialami Conti di gereja saudara, apa yang akan saudara lakukan terhadap Kendrick yang telah terbukti melakukan tindakan imoralitas pedofilia dan tidak mau bertobat (jika anda adalah seorang penanggungjawab di gereja saudara)? apakah anda diamkan saja? bagaimana jika tindakannya sudah berulang-ulang dilakukan dan dia tetap tidak bertobat?

      Saya bukanlah anggota gereja manapun, tetapi sikap saya adalah jika seseorang mengaku, saya akan langsung memberitahu pihak yg ‘ternoda’, apakah ia bisa memaafkan atau ingin melapor ke polisi. Syukur jika bisa memaafkan, jika tidak ya lapor ke polisi utk diadili berdasarkan perbuatannya. Jika dimaafkan, saya akan umumkan kelakuan dia yg tidak pantas kepada seluruh sidang agar ‘ditandai’ & seluruh sidang tahu sehingga ia ‘malu’. Meskipun ia dipenjara, ini akibat dosanya. Tetapi saya tidak akan memecat ala MP. Jika ia datang, ya disambut dengan harapan kali ini dia sungguh-2 bertobat. Tentunya krn jemaat sudah tahu, jemaat bisa lebih waspada & hati-hati, tetapi tetap ia dianggap sebagai seorang saudara.

      Tuhan Yesus mengatakan bhw kita harus memaafkan 70 x 7, artinya pengampunan tdk terbatas. Kita tidak tahu kapan org yg berdosa benar-benar bertobat, tetapi kita harus tetap optimis bhw suatu hari ia akan bertobat. Kita tidak boleh menganggap dia najis apalagi memecat ala MP karena Kristus datang ke dunia untuk mencari org berdosa, bukan orang benar.

      Salam kasih Kristus

      Delete
  5. Sdr.Awi, setelah menyimak dgn seksama argumentasi anda, saya menilai ternyata anda memang belum benar-benar memahami SSY. Ada banyak hal yang sepertinya anda belum ketahui (atau mungkin anda pura2 tidak tahu), atau seperti yang sering saya katakan, cara berpikir dan perspektif anda yg negatif terhadap SSY menjadikan segala hal di mata anda tentang SSY selalu dari sudut pandang negatif. Saya tidak tahu usia anda berapa pak Awi, namun saya mengamati cara anda berargumentasi menunjukkan "jam terbang" anda dlm berkecimpung di ranah perbandingan agama khususnya dalam me-research SSY belum terlalu lama dan belum comprehensive (mohon maaf pak Awi, saya bukan bermaksud mengecilkan anda), namun satu hal yg mungkin perlu anda ketahui, saya sudah puluhan tahun di SSY, dan sebelumnya sudah puluhan tahun di susunan Kristen. Ingat, seperti yg pernah saya tegaskan sebelumnya, saya bukan sedang membela SSY dan tidak menganggap bhw SSY itu organisasi sempurna, tetapi hanya berupaya memandang segala hal secara obyektif, itu saja.

    Baiklah, saya akan coba jabarkan satu-per-satu, harap simak baik-baik ya pak Awi, agar anda dapat menilai SSY secara lebih jernih dan obyektif :

    1. Prosedur pemecatan di dalam organisasi SSY bukanlah "tindakan asal pecat" tanpa melalui proses pengadilan. Ada panitia pengadilan yg dibentuk (setidaknya 3 orang penatua atau lebih yg terpilih krn sifat bijaksana dgn persyaratan sbb: biasanya penatua yg usia serta pengalamannya cukup matang dan senior, bukan penatua yg baru dilantik, penatua yg tidak ada hubungan family atau pertemanan dengan 'terdakwa' agar sidang pengadilan benar2 obyektif, dan bbrp persyaratan lain).

    2. Kasus yang dibawa pada proses pengadilan sidang HANYA kasus dosa serius (kejahatan disengaja seperti Berzinah, Mencuri, Membunuh, dll), bukan kesalahan kecil (seperti kelemahan daging), contoh: seorang jemaat kedapatan merokok atau minum-minuman keras hingga mabuk TIDAK selalu dipecat, biasanya hanya dinasihati oleh para penatua agar dia sadar dan tidak mengulanginya, namun jika setelah dinasihati yang bersangkutan tetap saja melakukan kebiasaan tersebut dan bahkan mungkin karena mabuk orang itu melakukan tindakan KDRT terhadap istrinya, maka dia akan diadili oleh panitia pengadilan, dan akan dipecat. Tindakan pidana berat wajib dilaporkan juga kepada pihak berwenang sekuler selain dipecat dari sidang, demikian juga untuk kasus perceraian bisa melibatkan institusi pengadilan duniawi - sesuai petunjuk di buku KS-91-IN (buku pedoman SSY).

    3. Harus ada minimal 2 (dua) orang saksi terhadap kasus pelanggaran dalam pengadilan sidang, dan Proses pengadilan berlangsung secara bertahap setelah menghadirkan para saksi mata untuk di-interogasi, dan semua data dipelajari oleh panitia, dibuat laporan dan arsip dokumen2 tsb dikirim ke kantor cabang sbg tembusan utk kemudian dianalisa apabila ada masukan dari kantor cabang / kantor pusat terhadap kasus tsb. Setiap proses penyelidikan dan pengadilan, para penatua selalu berdoa meminta bimbingan roh kudus Allah (di awal dan pentutup) dan selalu menggunakan Alkitab sebagai pedoman utama.

    4. Ada proses 'naik banding' bagi si pedosa atau terdakwa (persis seperti pengadilan duniawi), untuk menjaga agar proses pengadilan benar-benar obyektif dan tidak berat-sebelah. Ada panitia banding yang dibentuk utk mengimbangi panitia pengadilan. Panitia banding akan menyelidiki ulang tuntutan para panita pengadilan sebelumnya. Bisa jadi setelah naik banding, proses pengadilan memutuskan si pedosa tidak jadi dipecat.

    5. Sebenarnya tidak semua kasus pelanggaran serius si pedosa otomatis langsung dipecat atau dikeluarkan dari sidang. Jika dalam proses pengadilan si pedosa kemudian mengaku salah dan berjanji utk tidak melakukan tindakan yg sama, dan dia berupaya menunjukkannya dalam kehidupan sehari-harinya, (notabene para penatua bisa mengamatinya), jika cukup bukti menunjukkan hal positif maka si pedosa TIDAK AKAN DIPECAT, tetapi diumumkan di mimbar atau istilah umumnya ditegur keras.

    ....bersambung....
    Truthseeker

    ReplyDelete
  6. ... Lanjutan ...

    6. Pemecatan BUKANLAH hasil akhir yang diharapkan para Penatua, sebab yang diharapkan adalah pengakuan dan pertobatan yg tulus, itulah sebabnya dalam beberapa kasus, proses pengadilan bisa berjalan cukup lama. Dan tujuan pemecatan bukanlah utk mengusir selama-lamanya si pedosa, tetapi bertujuan agar si pedosa menyadari konsekuensi akibat pelanggarannya. Satu hal yg mungkin anda tidak ketahui adalah: jemaat yg dipecat itu tetap diperbolehkan hadir di perhimpunan sidang, hanya saja para anggota jemaat lain tetap memperlakukannya sbg seorang yg dipecat. Jadi pengusiran yg dimaksud sebenarnya adalah 'pengusiran secara moril' bukan pengusiran secara rohani.

    7. Para Penatua diwajibkan untuk mengunjungi para jemaat SSY yang telah dipecat secara periodik / berkala (setidaknya setahun sekali) untuk melihat apakah si pedosa yg dipecat menunjukkan pertobatan dan mau kembali lagi beribadah kepada Allah Yehuwa bersama SSY di sidang (atau istilahnya proses pemulihan secara rohani). Saya sudah menyaksikan sendiri begitu banyak anggota jemaat yg dulunya dipecat namun sekarang sudah dipulihkan dan aktif lagi bergabung dengan jemaat SSY setelah mereka bertobat. Jadi tidaklah benar jika ada yg menuduh SSY mengusir para pedosa yg dipecat jauh-jauh tanpa memberikan kesempatan bagi dia utk bertobat dan bergabung kembali.

    Jadi dari penjelasan saya di atas, SSY tidak sembarangan memecat anggota jemaatnya tanpa melalui tahapan proses penyelidikan dan pengadilan. Tentunya para penatua adalah manusia tidak sempurna yang penuh dengan kelemahan, dan penatua bukanlah malaikat, sehingga bisa saja mereka terkecoh oleh para pelaku pelanggaran di sidang jemaat, karena para penatua tidak bisa membaca hati orang. Bisa saja ada bbrp pedosa yg tidak jadi dipecat karena berpura-pura menyesal dan bertobat, tetapi pada kenyataannya dia tetap punya motif jahat, seperti kasus Kendrick terhadap Conti itu.

    Awi wrote : Tuhan Yesus mengatakan bhw kita harus memaafkan 70 x 7, artinya pengampunan tdk terbatas. Kita tidak tahu kapan org yg berdosa benar-benar bertobat, tetapi kita harus tetap optimis bhw suatu hari ia akan bertobat. Kita tidak boleh menganggap dia najis apalagi memecat ala MP karena Kristus datang ke dunia untuk mencari org berdosa, bukan orang benar.

    YA! anda benar, itulah juga yg dilakukan SSY, para Penatua menjalankan wewenang dengan kasih mengikuti teladan Yesus, karena itulah tidak semua kasus pelanggaran di sidang, jemaatnya langsung dipecat, banyak kasus yg setelah diadili, si pedosa dimaafkan krn bertobat (kemungkinan besar hal itu juga yg terjadi dgn kasus Kendrick sehingga terjadi kelalaian dan kesalahan prosedur dalam menangani kasus tersebut), kemungkinan para Penatua setelah menegur keras Kendrick, dia diberi kesempatan utk tetap hadir di perhimpunan, dan Kendrick berupaya menutupi motif jahatnya kpd para penatua dengan berpura-pura saleh dan berpura-pura bertobat, sehingga kejahatannya kembali berulang.


    ....Bersambung....
    Truthseeker

    ReplyDelete
  7. ... Lanjutan ...

    Awi wrote: Apa yg saya ingin tekankan? Begini loh Pa, perhatikan pernyataan saya yaitu "Apa yang Alkitab katakan? Tidak ada yang benar, satu pun tidak! Dan Yesus sendiri ketika hidup berada di tengah-2 orang-orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai dll. Bukan bergaul dgn kaum Farisi yang merasa sok suci."

    YA! anda benar, dan SSY pun diajarkan utk melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan. SSY di seluruh dunia diinstruksikan untuk menginjil dan memberitakan kabar baik Alkitab kepada semua orang tidak peduli latar belakang status sosialnya, status agamanya, dll. SSY tidak 'pandang bulu', bahkan banyak kisah SSY mengabar kepada pelacur, perampok, pembunuh, pencuri, pezinah, dan para pelaku kriminal lainnya. Bagaimana bisa SSY bercakap-cakap dengan para pelaku kriminal semacam itu kalau mereka tidak bertemu dan bahkan berteman dgn orang2 jahat macam itu. Ada banyak kisah SSY di seluruh dunia yang anggotanya berasal dari narapidana yg sebelumnya telah membunuh dan merampok. Saya pribadi kenal dgn beberapa orang yg dulunya preman dan pembunuh bayaran yg kemudian belajar Alkitab dgn SSY, lalu bertobat dan dibabtis. Dan sebenarnya saya pribadi pun dulunya pernah hidup dalam kegelapan rohani dan pernah melakukan pelanggaran dan dosa, namun setelah saya belajar kebenaran Alkitab dengan SSY, saya meninggalkan kebiasan buruk itu.

    YA, anda benar!, sama seperti Yesus yg tidak bergaul dengan orang2 Farisi dan ahli taurat yg sok suci, SSY juga tidak memilih bergaul dengan para Pendeta atau Pastor yang sok suci, melainkan pergi "bergerilya" terjun ke lapangan mengabar kepada orang2 dari kalangan manapun di rumah2 mereka, di pasar, di pelabuhan, di kantor pajak, di desa, di kampung, di gunung, di pinggir pantai, bahkan di daerah2 konflik, daerah perang, dan di manapun mereka berada. SSY setiap tahun menerbitkan Year Book, yang berisi kisah sejarah penginjilan SSY dari tahun ke tahun yang isinya tentang kisah perjuangan para penginjil dan missionaris SSY di seluruh dunia.

    Awi wrote : Nah, bagaimana Sdr bisa menegur sebagai seorang Saudara jika sdr mengatakan “tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu”? Bgmn kita menegur sbg seorang Saudara jika bertemu/tatap muka bahkan bersalaman tidak boleh? Dan ingat pesan Paulus, jangan menganggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah sebagai seorang Saudara”. Nah, sikap yg Sdr jabarkan itu, menganggap musuh atau saudara?

    YA! anda benar, dan SSY tidak menganggap para anggota jemaat yg dipecat sebagai musuh, dan seperti yg saya jabarkan di atas, Para penatua bahkan diperintahkan oleh organisasi untuk mengunjungi para jemaat yg dipecat untuk berdiskusi dan melihat pertobatannya dan mengajak dia utk kembali melayani Allah dan Yesus. Prose pemecatan dan pengucilan dibuat semata-mata untuk membuatnya jera, menjadi pelajaran bagi anggota jemaat lain, dan utk menjaga sidang bersih secara moral dan rohani.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  8. Dear Truthseeker

    Trims atas penjelasan prosedur proses pengadilan di MP. Tentunya saya tahu hal itu. Dan menjadi info yg sangat berharga bagi pembaca blog ini utk mengetahui hal ini karena pada masa kini praktek-2 yg demikian tidak ada di gereja manapun kecuali di organisasi kultus (maaf). Semua organisasi kultus seperti Mormon (http://en.wikipedia.org/wiki/Disciplinary_council, http://en.wikipedia.org/wiki/Excommunication) Scientology (http://en.wikipedia.org/wiki/Disconnection) melakukan praktek demikian.

    Saya hanya heran dgn sikap Sdr yaitu pertama-2 menganggap kritikan tajam saya telah menjadi suatu bumerang bagi saya sendiri. Faktanya tidak, bukan? Hanya Sdr salah memahami isi tulisan saya.

    Lalu keheranan saya berlanjut yaitu Sdr mengutip tulisan saya:

    Tuhan Yesus mengatakan bhw kita harus memaafkan 70 x 7, artinya pengampunan tdk terbatas. . . Kita tidak boleh menganggap dia najis apalagi memecat ala MP karena Kristus datang ke dunia untuk mencari org berdosa, bukan orang benar.

    Sdr jawab:

    YA! anda benar, itulah juga yg dilakukan SSY, para Penatua menjalankan wewenang dengan kasih mengikuti teladan Yesus. . .

    Loh apa yg benar Pa? Hasil atau akibat pemecatan ala MP sama sekali tidak mengikuti teladan Tuhan Yesus. Yesus tidak pernah memecat orang. Meskipun Sdr telah menjelaskan prosedur pengadilan, tetapi hasilnya adalah seperti yg Sdr tulis:

    Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu

    Hasilnya bukanlah kasih tetapi sebuah kebencian yg dipraktekkan meskipun Sdr mengatakan kasih.

    Kembali Sdr mengutip tulisan saya:

    Awi wrote: Apa yg saya ingin tekankan? Begini loh Pa, perhatikan pernyataan saya yaitu "Apa yang Alkitab katakan? Tidak ada yang benar, satu pun tidak! Dan Yesus sendiri ketika hidup berada di tengah-2 orang-orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai dll. Bukan bergaul dgn kaum Farisi yang merasa sok suci."

    Sdr menjawab:

    YA! anda benar, dan SSY pun diajarkan utk melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan. . .

    Loh apa yg benar ‘Pa? Konteks tulisan saya dalam rangka menanggapi tulisan Sdr yg mengatakan:

    di seluruh gereja susunan kristen bisa terdapat orang-orang bejat, para pemerkosa, para pelaku pedofilia, homosexual atau lesbian, yang bebas keluar masuk Gereja Katolik atau Protestan tanpa adanya proses screening dan tanpa ada prosedur pemecatan.

    Lagi Sdr mengutip saya:

    Awi wrote : Nah, bagaimana Sdr bisa menegur sebagai seorang Saudara jika sdr mengatakan “tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu”? Bgmn kita menegur sbg seorang Saudara jika bertemu/tatap muka bahkan bersalaman tidak boleh? Dan ingat pesan Paulus, jangan menganggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah sebagai seorang Saudara”. Nah, sikap yg Sdr jabarkan itu, menganggap musuh atau saudara?

    Sdr jawab:

    YA! anda benar, dan SSY tidak menganggap para anggota jemaat yg dipecat sebagai musuh . . .

    Sekali lagi, apa yg benar ‘Pa? Jawaban saya sebenarnya merupakan sanggahan atas hasil dari pemecatan yg Sdr katakan:

    Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu

    Jujur, saya jadi bingung sendiri nih dgn jawaban-2 Sdr. tolong deh baca baik-baik thread ini dari atas.

    Bagaimana dgn pesta distriknya?:-)

    Salam kasih Tuhan Yesus

    ReplyDelete
  9. Awi wrote: Sekali lagi, apa yg benar ‘Pa? Jawaban saya sebenarnya merupakan sanggahan atas hasil dari pemecatan yg Sdr katakan:....
    Jujur, saya jadi bingung sendiri nih dgn jawaban-2 Sdr. tolong deh baca baik-baik thread ini dari atas.


    Coba renungkan hal ini pak Awi, apakah jika anda menghukum dan mendisiplin keras anak anda jika dia nakal, maka itu menunjukkan bahwa anda sedang membenci dan menganggap anak anda itu musuh? misalnya, anak anda melakukan tindak pidana yg sangat serius, lalu anda marah besar dan mengusir dia dari rumah anda, kemudian anda mengeluarkan statement "mulai sekarang kamu tidak lagi saya anggap sebagai anak papa sampai kamu bertobat", apakah itu merupakan bentuk kebencian terhadap musuh?

    Di zaman dulu hukuman terhadap pelanggaran dan dosa serius di Israel (di bawah hukum Taurat) adalah hukum rajam sampai mati! atau dilempari batu hingga orang itu mati, coba bayangkan, itu adalah perintah Allah Yehuwa melalui nabi musa (apakah Allah itu sadis?) tentu tidak, bukan? setiap pelangaran ada ganjarannya, ada konsekuensinya. Para pezinah, pembunuh, hukumannya adalah rajam sampai mati. Namun setelah zaman Yesus dan kekristenan, hukum keras sedemikian tidak lagi diterapkan tetapi prinsip nya tentu tidak berubah, bukan? Allah bukanlah pribadi yang plin-plan dan berubah-ubah, secara prinsipil Allah bangsa Israel dulu tetap merupakan Allah orang Kristen jaman sekarang. Yesus tidak ingin menghapus Taurat melainkan menggenapinya (demikian kata Alkitab).

    Jadi, organisasi SSY menerapkan "prinsip" yang sama (hakikat prinsip yang sama) yaitu setiap pelanggaran serius harus menerima konsekuensi hukuman berlandaskan Alkitab. SSY tidak merajam atau menghukum mati para pedosa serius, tetapi dia harus dikenakan ganjaran. Seperti kasus Kendrick misalnya (kalau zaman nabi Musa, orang macam Kendrick pasti dihukum mati), SSY tidak melakukan itu, bahkan Kendrick tetap diperbolehkan hadir di perhimpunan, untuk memberi kesempatan dia bertobat - artinya tidak dianggap sbg musuh! melainkan dia harus diperlakukan sebagai orang yg sedang dihukum secara moril (harus ada perbedaan antara org yg sedang ditegur dan orang yg tidak sdg dlm kasus hukum), tidakkah hati nurani anda setuju dengan hal itu? tentu anda akan setuju jika anak perempuan anda yg dizolimi oleh Kendrick, anda tentu sependapat dengan cara SSY.

    Awi wrote: Bagaimana dgn pesta distriknya?:-)

    Saya TIDAK HADIR! bukankah saya telah katakan bahwa sdh lama saya tidak aktif di SSY, saya hanya pergi di hari terakhir (minggu) untuk menjemput anak dan istri saya di sana - itupun siang hari setelah Drama kami pulang utk mampir ke Lapo Tondongta - makan Babi Panggang Batak ... :-). Saya curiga anda sebenarnya hadir di kebaktian distrik itu ya? dan masih aktif mengunjungi pertemuan2 SSY (seperti yg pernah saya singgung di sini), maaf jika saya keliru. Saya mungkin salahseorang SSY yang sudah tidak aktif namun tetap berupaya berpikiran jernih dan obyektif terhadap SSY, tidak seperti kebanyakan mantan anggota SSY yang gencar menjelek-jelekkan SSY. Sebagai informasi tambahan saja, andaikata situs blog anda ini dibaca oleh para Penatua yg masih aktif atau kepala Cabang SSY atau bahkan Badan Pimpinan SSY, mereka semua pasti tidak berminat untuk posting komentar sanggahan di sini seperti yang saya lakukan. Mengapa? karena mereka fokus dengan penginjilan, mereka tidak gusar dengan berbagai informasi subyektif dan tendensius terhadap SSY di internet. Jadi andaikata ada anggota SSY yang aktif posting comment di blog semacam ini, kemungkinan besar mereka bukanlah pengemban tanggungjawab di sidang yg aktif. Organisasi SSY sebenarnya tidak menganjurkan anggotanya utk berdebat dengan para kritikus SSY di internet. Karena itu pandanglah saya sbg seorang yg independent dan bukan sbg anggota SSY, agar anda bisa lebih tenang berdiskusi dgn saya.

    Warm Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  10. Dear Truthseeker

    Ok, saya rasa kasus kemunafikan MP telah selesai (kecuali Sdr memiliki sesuatu untuk dibahas). Kita biarkan pembaca menilai keobyektifan masing-masing argumentasi.

    Kita lanjutkan di sini yang sempat tertunda karena kasus ms Conti.

    Maaf, saya bukanlah seorang Saksi, meskipun teman Saksi menghubungi dan mengajak ke baktian distrik. Saya mengetahui banyak ttg organisasi dari membaca di internet ttg MP. Di forum-2 JW, banyak yg menceritakan kondisi dan apa yang terjadi. Jadi gak aneh jika saya tahu banyak.

    Salam kasih Kristus

    ReplyDelete
  11. Awi wrote : Loh apa yg benar Pa? Hasil atau akibat pemecatan ala MP sama sekali tidak mengikuti teladan Tuhan Yesus. Yesus tidak pernah memecat orang. Meskipun Sdr telah menjelaskan prosedur pengadilan, tetapi hasilnya adalah seperti yg Sdr tulis:

    Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu

    Hasilnya bukanlah kasih tetapi sebuah kebencian yg dipraktekkan meskipun Sdr mengatakan kasih.


    Dari penjabaran saya tentang prosedur pengadilan dan pemecatan di atas, semestinya sekarang anda sudah paham bahwa SSY menjalankan prosedur itu dengan "semangat kasih". Allah Yehuwa dan Yesus Kristus memberikan teladan berkenaan kasih sejati. Alkitab mengatakan bahwa Allah mendisiplin orang yang dikasihiNya. Kasih yang dimaksudkan dalam Alkitab bukanlah kasih yang membebaskan umat Kristen berbuat sesuka hati tanpa ada konsekuensi hukum jika melanggar prinsip-prinsip Allah.

    Ibrani 12:6 - karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah (mencambuk) orang yang diakui-Nya sebagai anak.

    Amsal 3:12 - Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

    Ilustrasi seorang Ayah yang mengasihi anaknya, tentu tidak membiarkan anaknya berbuat semaunya atau memanjakan anaknya tanpa ada aturan, disiplin dan prinsip hukum, bukan? demikian juga hubungan dengan Allah dan manusia ciptaanNy - dan hubungan institusi Agama dengan umat jemaatnya.

    Contoh konkrit bagaimana Allah mengusir manusia pertama Adam dan Hawa (nenek moyang manusia) keluar dari Taman Eden atau Firdaus karena melanggar hukum dan perintah Allah (padahal pelanggaran Adam dan Hawa hanya krn memakan buah terlarang), tetapi prinsipnya adalah, Adam dan Hawa melanggar perintah Allah dan harus menanggung konsekuensi hukum. Apakah Allah tidak mengasihi manusia pertama ciptaanNya? Jelas Allah mengasihi manusia ciptaanNya (itulah sebabnya Allah membuat penyelenggaraan korban tebusan Yesus agar seluruh manusia keturunan Adam ditebus dosanya - 1Yohanes 3:16)

    Jadi tidaklah benar jika anda katakan bhw prosedur pemecaran ala SSY akan membuat kebencian terhadap orang yg berdosa, Tidak! SSY hanya diajarkan membenci kejahatan yang dilakukan anggotanya, bukan membenci orangnya! sesuai dgn nasihat Alkitab.

    Amsal 8:13 - Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan
    Mazmur 97:10 - Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan
    Mazmur 26:5 - aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.

    Semangat ingin bebas yang masuk ke dalam agama menyebabkan beberapa denominasi gereja susunan Kristen melonggarkan standar moral di kalangan umatnya, bahkan belakangan hal itu telah mengakibatkan Gereja2 mentolerir berbuatan dosa. Contoh: bbrp gereja di Eropa dan Amerika bahkan meresmikan dan memberkati pernikahan Homosexual dan Lesbian. Itulah akibat dari tidak adanya koridor prosedur hukum di kalangan Gereja. Nah, saya pribadi menilai SSY justru lebih konsisten menjaga umatnya agar tetap pada koridor hukum dan prinsip Alkitab dengan adanya prosedur pemecatan, jika anda menganggap hal itu sbg cara organisasi Kultus, ya itu hak anda, tetapi saya lebih respek dengan SSY - meskipun anda sebut organisasi kultus - daripada gereja yg memberkati pernikahan Homosexual (sangat menjijikkan), bahkan ada gereja yang membolehkan umatnya kawin dengan binatang (Bestialist).

    http://www.satumedia.info/2012/06/halalkan-pernikahan-gay-gereja-di.html#.UC7eMoGnDIU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Prosedur pemecatan ala MP tentunya diklaim sebagai hal yang berdasarkan Alkitab. Ini sah-sah saja. Kita biarkan pembaca menilai apakah definisi kasih yg Sdr maksud sesuai dengan praktek yg sdr katakan yaitu:

      Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu

      Mengenai beberapa denominasi gereja yang melonggarkan standar moral, ya saya setuju hal ini terjadi dan melanggar standar moral Alkitab. Kita biarkan Tuhan yang mengadili dan menghukumnya pada waktunya.

      Tetapi tetap saya mohon Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya muat di sini

      Salam kasih Kristus Yesus

      Delete
    2. Dear Truthseeker,

      Maaf link yang saya berikan di atas salah. Ini adalah link yang seharusnya yaitu Di sini

      Terima kasih

      Salam kasih Kristus Yesus

      Delete
  12. Sdr.Awi, sebelum saya melanjutkan comment di thread yg anda minta itu, ijinkan saya menambahkan lagi komentar terhadap argumentasi anda di thread ini.

    Awi wrote: Prosedur pemecatan ala MP tentunya diklaim sebagai hal yang berdasarkan Alkitab. Ini sah-sah saja. Kita biarkan pembaca menilai apakah definisi kasih yg Sdr maksud sesuai dengan praktek yg sdr katakan yaitu: Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu.

    Sejujurnya saya pribadi dulu sempat tidak sependapat dengan "hukuman pengucilan" seperti itu di dalam SSY, tetapi seraya waktu berjalan saya dpt melihat dgn jernih bhw hukuman semacam itu justru jauh lebih ringan dibandingkan hukum Yehuwa terhadap umatNya dulu - dalam hukum Taurat ditegaskan : mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa (Ulangan 19:21). Hukuman rajam sampai mati diberlakukan bagi para pedosa serius (seperti Zina, Membunuh dan Mencuri). Baca Alkitab di : Imamat 20:27, Imamat 20:10, Bilangan 35:30-31.

    Apakah hukuman keras terhadap pedosa serius menjadi melembek dan longgar pada zaman rasul-rasul Yesus? ternyata TIDAK! meskipun hukuman rajam sampai mati tidak lagi diterapkan, tetapi secara prinsip Allah tidak berubah menjadi serba boleh terhadap umatNya di zaman Yesus dan para Rasul Kristen! di zaman Kristen abad pertama hukuman tegas tetap berlaku, coba baca Kitab Kisah Para Rasul - Kis 5:1-11, seorang Kristen bernama Ananias dan Safira yang 'korupsi' dihukum mati langsung oleh Allah. Jadi coba anda renungkan dan jawab sendiri, apakah gereja-gereja yang mentolerir perbuatan imoral dan dosa serius di kalangan jemaatnya sesuai dengan standar moral Alkitab? saya pribadi berupaya utk netral dan jernih memandang hal ini, meskipun saya sudah tidak aktif dlm organisasi SSY, saya tetap menilai dan mengakui bhw SSY jauh lebih konsisten menerapkan pola seperti kekristenan abad pertama (meskipun memang tetap tidak sempurna dan penuh dgn keterbatasan, tetapi jauh lebih konsisten dibandingkan dengan susunan Kristen).

    Sebenarnya penerapan sesungguhnya di kalangan SSY tidaklah ekstreem seperti apa yang dibayangkan oleh para kritikus. SSY tidak pernah memandang orang yg dipecat sebagai musuh atau penderita kusta yang menjijikkan meskipun seolah-olah peraturannya menegaskan demikian, tetapi memang ada perbedaan treatment terhadap mereka. Hukuman pengucilan sedemikian semata-mata bertujuan agar si pedosa merasakan bhw tindakan pelanggarannya menuai konsekuensi hukum moril dari organisasi tempat dia beribadah, artinya organisasi agama yang sedang dia tempati tidak mentolerir perbuatan dosa serius dan tidak membebaskan semena-mena setiap tindakan amoral yg dilakukan oleh para jemaat, sehingga hal itu menjadi preseden positif bagi jemaat lainnya. Tetapi seperti yg saya sudah jelaskan, prosedur pemecatan prosesnya bisa sangat panjang sebelum memutuskan seseorang dipecat, serta adanya prosedur pemulihan rohani, sehingga orang2 yg dipecat tetap dikasihi sebagai manusia dan akan terus dibantu agar segera bertobat dan dipulihkan secara rohani sehingga bisa kembali bergabung beribadah kpd Allah Yehuwa.

    ...berlanjut
    Truthseeker

    ReplyDelete
  13. ...Lanjutan...

    Awi wrote: Mengenai beberapa denominasi gereja yang melonggarkan standar moral, ya saya setuju hal ini terjadi dan melanggar standar moral Alkitab. Kita biarkan Tuhan yang mengadili dan menghukumnya pada waktunya.

    Ini adalah yg kesekian kalinya anda mengakui bhw dalam denominasi gereja susunan Kristen ada banyak kekeliruan berkenaan standar moral dan toleransi terhadap dosa serius. Saya ingin bertanya kpd anda, mengapa setelah anda sudah mengetahui semua itu, anda tidak berupaya mencari agama Kristen yang benar-benar Kristen (artinya yang benar-benar kembali kepada ajaran dan pola dasar kekristenan seperti zaman Yesus dan para rasul di abad pertama masehi)?

    Saya tidak mengatakan bahwa SSY merupakan ajaran yang paling benar! samasekali Tidak! dari awal saya posting comment di blog anda ini, saya tidak pernah mengatakan demikian, bukan?

    Coba lihat kembali posting pertama kali saya di thread : http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/05/ajaran-sesat-saksi-yehuwa-buka-tutup.html

    Berikut kutipan komentar saya di thread itu pada Tanggal 6 Juni 2012 - Jam 19:55:00 :
    Semua agama termasuk Saksi Yehuwa BISA SALAH! Ingat umat Israel dahulu kala dan Bait sucinya pun yang notabene merupakan representasi dari organisasi Allah Yehuwa atau umat pilihan Allah pernah dua kali dihancurkan dan dibinasakan atas ijin Allah karena umat Irael telah bersalah dan bertindak fasik (yang pertama dihancurkan oleh kerajaan Nebukadnezar dari Babilon, dan yang kedua dihancurkan oleh Jendral Titus dan Cestius Gallus dari Romawi), Alkitab mencatat hal itu. Jadi, jika umat pilihan Allah (Israel dulu) yang Allah diturunkan para nabi dan KitabSuci (Taurat dan Injil) kepada mereka tetapi tetap saja bisa berbuat salah, apalagi umat Allah di zaman sekarang. Yang jadi perbedaan adalah, jika kita sebagai umat Kristen sejati menemukan kekeliruan di dalam ajaran kita (kekristenan), maukah kita menerima fakta itu dan menyesuaikan doktrin kita setelah terbukti keliru dan perlu diperbaiki? Roma3:23. Setahu saya, organisasi Agama yang berani memperbaharui ajarannya dan mengadakan penyesuaian secara progresif adalah SSY.................. Para Tokoh saksi-saksi Yehuwa bukanlah satu-satunya tokoh reformasi Kristen atau Restorasi Kristen sepanjang sejarah Kekristenan. Sebut saja misalnya tokoh-tokoh seperti : Arius, John Wycliff, William Tyndale, John Huss, Martin Luther, Calvin, dll (ada banyak sekali). Dan lazimnya tokoh oposisi yang berani mengkritik doktrin arus utama yang lebih kuat, pasti akan menderita aniaya dan kebencian (baca sejarah INQUISITION / INKUISISI), banyak yang mati disiksa karena dicap sesat/bidah oleh pemimpin gereja pada waktu itu.

    Yang saya ingin tegaskan di sini adalah bahwa sejarah mencatat ada begitu banyak gerakan restorasi Kristen di seluruh dunia sepanjang sejarah, Saksi Yehuwa bukanlah satu-satunya kelompok yang berupaya kembali ke ajaran awal Kekristenan (tentu dengan segala keterbatasan dan ketidaksempurnaannya), ada begitu banyak kelompok Kristen yang seperti itu sepanjang sejarah, ada kaum reformis kristen, restoris kristen, kaum puritan, dll, tetapi ironisnya kelompok semacam itu selalu dicap sesat, bidah, cult, dll. Tetapi saya yakin Allah tahu persis siapa umat pilihanNya, dan saya sudah mengamati selama puluhan tahun dan mengadakan study banding agama Kristen, dan saya mengambil kesimpulan pribadi bahwa memang selayaknya seluruh denominasi Kristen di seluruh dunia perlu mengevaluasi diri, mengkaji ulang doktrin, dogma dan tatacara ibadah di dalam organisasi mereka masing2.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      . . . apakah gereja-gereja yang mentolerir perbuatan imoral dan dosa serius di kalangan jemaatnya sesuai dengan standar moral Alkitab?. . .saya tetap menilai dan mengakui bhw SSY jauh lebih konsisten menerapkan pola seperti kekristenan abad pertama (meskipun. . .).

      Menjawab ini, Sdr hrs paham konsep gereja. Misi/tugas gereja ada 2 fungsi, yaitu ke dalam (memelihara pertumbuhan rohani para anggota jemaatnya) dan ke luar (pelayanannya terhadap dunia luar; penginjilan & sosial). Gereja terdiri dari seluruh keluarga Allah yang berkumpul untuk bersekutu dengan semua orang percaya -- apapun kondisi masing-masing mereka -- bersaudara, saling mengasihi & membantu bagi terwujudnya perkembangan iman masing-2.

      Meskipun gereja mengajar firman Allah utk diimani, tapi tidak mengikat hati nurani jemaatnya utk menuruti. Terserah pada masing-2 jemaat; menerima atau menolaknya berdasarkan hati nurani & pemahaman pribadinya thd Firman Allah. Bandingkan dgn Roma 14 & 15. Misalnya, pendeta dpt berkhotbah berdasarkan Alkitab, tapi akhirnya jemaatlah yg menilai apakah sungguh berdasar Alkitab atau bukan. Ini sesuai dgn 1 Tes. 5:20-21. Setiap jemaat bertanggungjawab langsung kepada Kristus sebagai kepala gereja.

      Juga, gereja tidak memiliki aturan apapun yg mengikat jemaatnya utk dituruti. Terserah pd jemaatnya krn jemaat sebagai individu memberi pertanggungjawabannya kepada kepada Allah (Roma 14:12). Ingat diri sendiri!, tidak secara kolektif.

      Nah, bgm jemaat yg melanggar amoralitas? Pasti Tuhan yg menghukum. Tp gereja tidak berhak menghukumnya seperti yg terjadi di MP. Hanya memberi nasihat sesuai dgn Firman Tuhan bhw apa yg dilakukannya tidak benar. Dan hukum negara akan menghukumnya sesuai dgn perbuatannya krn pemerintahan berasal dr Tuhan. Jk pelanggar itu tlah bebas dr hukum negara, ia msh tetap boleh bersekutu & jemaat bebas berbicara dgnnya. Tentunya bersikap hati-2.

      Apakah MP menerapkan pola seperti kekristenan abad I dan konsisten? Maaf, saya tidak yakin. Krn MP memiliki peraturan-2 yg otoriter utk diikuti seolah-olah 100% tafsirannya mutlak benar krn setiap SY menganggap MP diarahkan langsung oleh Yehuwa. Padahal kemudian doktrin yg dianggap mutlak benar itu, dirubah . Saat dulu dianggap mutlak benar dan ada SY yg tidak setuju; ia dipecat. Padahal bbrp tahun kemudian, doktrin itu diganti. Ironis, bukan? Kesalahan MP tp jemaat korban sosialnya. Misalnya, dulu transplantasi organ tubuh dianggap kanibal, & jk ada jemaat mendptnya dipecat. Lalu skrg diperbolehkan. Lah, bgmn ini? Bukankah jk dulu ada jemaat yg ada kesempatan transplantasi ginjal bisa selamat hidupnya drpada sekarang mati? Jelas MP telah berdosa besar dlm hal ini. Dan pengikutnya mati sia-sia mengikuti ajarannya. Inilah sebabnya MP disebut sbg organisasi kultus destruktif.

      Jadi jk Sdr menulis:

      organisasi Agama yang berani memperbaharui ajarannya dan mengadakan penyesuaian secara progresif adalah SSY

      Sangat ironis krn korbannya adalah jemaatnya. Dan apa yg saya sampaikan hanya korban jiwa saja yg bisa kita lihat secara kasat mata, bgmn ttg hidup kekekalan mereka mengikuti ajaran yg tidak bisa dibuktikan skrg, tetapi nanti setelah mati baru terbukti kekeliruaannya. Hasilnya? Bisa mengerikan!
      Misalnya saja, pembagian 2 golongan dicetuskan oleh Rutherford thn 1930-an. Ia bernubuat kebangkitan nabi-2 PL dan bumi akan berubah jadi firdaus. Bgmn SSY yakin akan janji hidup di firdaus jk prediksi kebangkitan itu terbukti salah? Ironisnya, SSY percaya akan doktrin ini. Lihat di sini detailnya

      Sdr tulis:

      Ini adalah yg kesekian kalinya anda mengakui bhw dalam denominasi gereja susunan Kristen ada banyak kekeliruan . . . Saya ingin bertanya kpd anda, mengapa setelah anda sudah mengetahui semua itu, anda tidak berupaya mencari agama Kristen yang benar-benar Kristen (artinya . . .)?

      --lanjut di bawah--

      Delete
    2. --lanjut dr atas –

      Jk Sdr membaca komen saya di atas maka Sdr memahami bhw gereja sejati tentunya tidak mentoleransi tindakan yg menyangkut dosa serius. Gereja sejati mengutuknya tetapi tidak menghukum jemaatnya dgn pemecatan ala MP. Tindakan dosa yg berhubungan dgn negara, gereja membiarkan negara yg menghukumnya krn pemerintahan digunakan Allah utk memberikan keadilan.

      Tentunya disamping ada gereja sejati ada pula gereja palsu. Tidak setiap gedung yg memasang merk gereja adalah gereja sejati. Jk ada gereja yg merekomendasikan homoseksual, ini gereja yg tersesat. Biarkan Tuhan yg menghukum sebagai kepala gereja.

      Tahukah Sdr bahkan ada organisasi gereja sejati yg secara khusus menginjili ke kaum homo? Lihat exodusinternational.org. Ketika MP memecat anggotanya yg homo, ada organisasi yg memperlihatkan kasih sejatinya dgn melayani mantan SSY utk bertobat. Jd siapakah yg memperlihatkan kasih yg sejati di sini?

      Bgmn dgn “agama Kristen yang benar-benar Kristen” seperti abad I? Saya meyakini pola-pola ini ada di dalam gereja saat ini. Saya memandangnya setiap gereja sbg tubuh Kristus; meskipun ada yg jatuh dan tersesat. Tuhan Yesus sebagai kepala gereja akan meluruskan dan menghukumnya. Oleh sebab itu, ada reformasi restorasi Kristen disepanjang sejarah, bukan?

      Saya bisa beri contoh simple apa yg terjadi dan saya saksikan sendiri. Saya dibaptis dan dibesarkan secara rohani di gereja kecil (+/- 150 org) berdenominasi Pentakosta. Akhir thn 80-90an gelombang ajaran sesat Toronto Blessing melanda Indo (ajaran sesat ini tidak mempengaruhi kehidupan kekal). Dan gereja saya ikut arus. Sebaliknya, saya tidak sejahtera. Hati nurani saya mengatakan ini salah. Maka saya keluar & cari gereja yg lain, ke Protestan, dgn jemaat 5.000 org, tapi bukan anggota. Saya hanya kenal muka tanpa nama. Di sana saya lebih banyak belajar doktrin. Lalu waktunya menikah, & catatan sipil mewajibkan ada pemberkatan nikah gerejawi. Saya bingung, di gereja sekarang bukan anggota, keanggotaan saya di gereja dulu. Jd saya balik ke gereja dulu minta pemberkatan nikah. Apakah gereja ini menolak? Tidak, meskipun sy tidak ke situ lagi, tetapi pendeta itu bersedia memberkati saya krn pendeta ini memandang saya adalah anggota tubuh Kristus. Bukan sekedar anggota gerejanya. Inilah kasih yang sejati. Dan hal yg demikian tidak mungkin terjadi di MP, bukan?

      Dan dari pendeta ini pula saya tahu bahwa ia tidak mengikuti ajaran yg sesat itu lagi. Nah, saya rasa inilah cara Kristus meluruskan gerejanya.

      Sdr tulis:
      Tetapi saya yakin Allah tahu persis siapa umat pilihanNya

      Amin. Saya juga yakin demikian. Jika saya adalah umat pilihan-Nya, Allah pasti akan memimpin saya kepada diri-Nya. Dan saya yakin demikian juga dgn Sdr. Jk memang Sdr adalah umat pilihan-Nya, IA akan memimpin Sdr. Dan bukankah ini tujuan kita berdiskusi?

      Sdr tulis:

      saya mengambil kesimpulan pribadi bahwa memang selayaknya seluruh denominasi Kristen di seluruh dunia perlu mengevaluasi diri, mengkaji ulang doktrin, dogma dan tatacara ibadah di dalam organisasi mereka masing2.

      Jika demikian, Sdr harus membangun gereja sendiri seturut dgn pemahaman Sdr, bukan? Nah, inilah apa yg terjadi di banyak denominasi Kristen saat ini. Tumbuh berbagai gereja dgn berbagai aliran. Tetapi pola ini bukan berarti tidak berdasarkan Alkitab. Jika ada pendeta dgn niat suci & baik mencoba membuat restorasi, silahkan saja, tetapi tidak boleh mengikat jemaatnya. Biarkan jemaatnya menilai ketulusan dan kesungguhan hatinya.

      Oleh sebab itu, pemahaman ini membuat saya seperti ini; tidak ada keanggotaan gereja manapun. Saya bebas ke gereja manapun. Tetapi saya tetap melayani Tuhan saya. Caranya? Ya salah satunya membuat blog ini dan penginjilan pribadi yaitu menyebarkan traktat-2 kepada non Kristen agar mereka bertobat dan mengenal Kristus secara pribadi.

      Mengenai 'mengkaji ulang doktrin'? Tergantung. Doktrin yg mana dulu.

      Salam kasih Kristus.

      Delete
  14. Awi wrote : Meskipun gereja mengajar firman Allah utk diimani, tapi tidak mengikat hati nurani jemaatnya utk menuruti. Terserah pada masing-2 jemaat; menerima atau menolaknya berdasarkan hati nurani & pemahaman pribadinya thd Firman Allah.

    Terusterang saya baru dengar frase "mengikat hati nurani jemaatnya" dari anda! sejujurnya setelah puluhan tahun bergabung di organisasi SSY, saya tidak pernah merasa kalau organisasi mengikat hati nurani jemaatnya, hal itu mengalir begitu saja. YA! tentu tak bisa dipungkiri jika banyak orang dari Protestan dan Katolik yang tertarik bergabung dengan SSY karena memang organisasi SSY mengajarkan sesuatu yang baru dan menguak doktrin misterius yang selama ini ditutup-tutupi oleh Gereja2 susunan Kristen (Tritunggal, siksaan kekal di Api Neraka, Roh orang atau Arwah yang tidak pernah mati, Natal, apakah semua orang baik masuk Surga, Kerajaan Allah di Bumi, dll).

    Ya, dengan sewajarnya banyak orang tertarik karena SSY bisa menguak misteri itu berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Bahkan banyak pendeta, pastor yang berasal dari sekolah tinggi teologia dan seminari tertarik menjadi pengikut organisasi SSY, bahkan beberapa ada yg berlatar belakang Uztad agama Islam. Why did it happen? Ya! sederhana saja penyebabnya, saya ilustrasikan, seperti orang Indonesia yang lebih tertarik dengan kepemimpinan mantan Presiden Sukarno ketimbang mantan presiden Suharto, atau orang lebih tertarik dengan calon gubernur DKI Joko Wi ketimbang Foke, apakah Sukarno atau Joko Wi sedang memaksa orang agar mengikuti mereka? jelas tidak, bukan? tetapi hal itu mengalir begitu saja secara wajar pada saat orang-orang sudah mulai merasa muak dan jenuh dengan gaya kepemipinan yang tidak sesuai dengan hati nurani mereka.

    Awi wrote : Bandingkan dgn Roma 14 & 15. Misalnya, pendeta dpt berkhotbah berdasarkan Alkitab, tapi akhirnya jemaatlah yg menilai apakah sungguh berdasar Alkitab atau bukan. Ini sesuai dgn 1 Tes. 5:20-21. Setiap jemaat bertanggungjawab langsung kepada Kristus sebagai kepala gereja.

    Ya! selama saya bergabung dengan SSY, hal yang sama seperti itu juga berlaku di kalangan SSY! setiap jemaat bertanggungjawab langsung kepada Kristus sebagai kepala sidang SSY! para Penatua SSY bukanlah 'polisi rohani' bagi jemaatnya, setiap orang akan menanggung akibat dosa-dosanya kepada Allah Yehuwa (sama halnya seperti kasus Kendrick yg melakukan tindak pidana pedofilia) Misalnya katakanlah Kendrick dipulihkan dan mengaku bertobat lalu kembali berhimpun dengan SSY, bisa saja Kendrick masih melakukan praktek asusila di tempat lain di luar sidang jemaat tanpa diketahui para penatua, tetapi Allah lihat dari surga, bukan? dan dia akan bertanggungjawab langsung dgn Allah dalam hal itu, organisasi SSY hanya bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan jemaat secara kelompok dengan cara memecat dan mendisiplin para jemaat dari sidang yang melakukan pelanggaran serius (semata-mata agar jemaat bersih secara moral dan rohani sesuai standar moral Alkitab), bukan menghukum atau memutuskan apakah mereka akan masuk neraka atau surga! tetapi sekali lagi hanya menjaga kebersihan sidang secara moral - bisa saja ada banyak jemaat SSY yang "bermuka dua" pura2 baik tetapi ternyata adalah pedosa dan penjahat, bisa saja orang semacam itu lolos dari perhatian para penatua sehingga tidak dipecat dan tidak diadili, bukan? nah pada akhirnya Allah Yehuwa lah yang akan menjadi hakim atas orang seperti itu.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  15. Awi wrote: Juga, gereja tidak memiliki aturan apapun yg mengikat jemaatnya utk dituruti. Terserah pd jemaatnya krn jemaat sebagai individu memberi pertanggungjawabannya kepada kepada Allah (Roma 14:12). Ingat diri sendiri!, tidak secara kolektif.

    Nah! ini yg saya sangat tidak sependapat!. Jika anda meneliti Alkitab maka anda akan menemukan bahwa pola organisasi Allah dari sejak dulu tidak seperti itu. Setiap orang yang ingin bergabung dengan organisasi Allah harus mengikuti standard tertentu, ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku di dalam organisasi Allah. Contoh konkrit adalah organisasi Israel di bawah kepemimpinan Musa, anda tentu tahu hal itu bukan. Bahkan orang asing yang ingin bergabung dengan umat Israel harus disunat (menjadi PROSELIT) dan harus hidup dibawah hukum Taurat. Setiap orang yg melakukan melanggar serius bahkan harus dihukum mati, dan para imam yang tidak melakukan tindakan hukum akan dibunuh oleh Allah langsung.

    Nah, lalu bagaimana dengan zaman Kristen abad pertama masehi (setelah Yesus turun ke bumi), pola dasarnya tetap sama! Ada badan pimpinan di Yerusalem (yang terdiri dari para Rasul / ke 12 Rasul Yesus) yang memutuskan dokrin apa yang perlu di pertahankan dari hukum Taurat, dan doktrin apa yang baru dari kekristenan yang tidak lagi mengikuti konsep detail hukum Taurat. Baca Kisah pasal 15 (seluruhnya) ketika terjadi perselisihan tentang hukum sunat, para penatua pergi ke Yerusalem untuk meminta petunjuk dari para Rasul. Jadi ada tatanan administratif dalam organisasi Kristen pada waktu itu, ada jenjang pengambil keputusan dan aturan.

    Apakah hukuman keras terhadap pedosa serius menjadi melembek dan longgar pada zaman rasul-rasul Yesus? ternyata TIDAK! meskipun hukuman rajam sampai mati ala hukum Taurat Musa tidak lagi diterapkan, tetapi secara prinsip Allah tidak berubah menjadi serba boleh terhadap umatNya di zaman Yesus dan para Rasul Kristen! di zaman Kristen abad pertama hukuman tegas tetap berlaku, coba baca Kitab Kisah Para Rasul - Kis 5:1-11, dua orang Kristen bernama Ananias dan Safira yang 'korupsi' dihukum mati oleh Allah melalu perantara para Rasul, artinya Rasul atau pemimpin Kristen pada waktu itu tidak mentolerir pelanggaran serius di dalam organisasi jemaat. Jadi coba anda renungkan dan jawab sendiri, apakah gereja-gereja yang mentolerir perbuatan imoral dan dosa serius di kalangan jemaatnya sesuai dengan standar organisasi agama seperti yg tercatat dalam Alkitab?

    Regards,
    Trutheeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      Terusterang saya baru dengar frase "mengikat hati nurani jemaatnya" dari anda! sejujurnya setelah puluhan tahun bergabung di organisasi SSY, saya tidak pernah merasa kalau organisasi mengikat hati nurani jemaatnya, hal itu mengalir begitu saja.

      Sdr boleh tidak merasa bhw peraturan dan kondisi yg dibuat MP tidak mengikat hati nurani jemaatnya. Tetapi faktanya demikian. Saya sudah beri contoh ttg transplan organ tubuh. Awalnya MP melarang anggotanya mendapat organ transplan krn dianggap kanibal. Apakah peraturan ini boleh ditolak oleh SSY waktu itu? Tentunya boleh dgn akibat dipecat, bukan? Nah, bukankah peraturan tersebut mengikat hati nurani SSY? Bgmn sekarang sikap MP? Boleh dan diserahkan kpd hati nurani SSY. Bukankah aturan dulu mengikat hati nurani SSY?

      Oleh sebab itu, saya katakan yg jadi korban dan mati sia-sia adalah SSY yg mengikuti ajaran MP yg tidak pasti dan selalu berubah-2.

      Sdr tulis:

      YA! tentu tak bisa dipungkiri jika banyak orang dari Protestan dan Katolik yang tertarik bergabung dengan SSY karena memang organisasi SSY mengajarkan sesuatu yang baru dan menguak doktrin misterius yang selama ini ditutup-tutupi oleh Gereja2 susunan Kristen (Tritunggal, siksaan kekal di Api Neraka, Roh orang atau Arwah yang tidak pernah mati, Natal, apakah semua orang baik masuk Surga, Kerajaan Allah di Bumi, dll).

      Meskipun pernyataan Sdr tsb tidak ada hubungannya dgn pernyataan di atasnya. Tetapi perlu saya tekankan bhw tidak ada hal yang baru dengan doktrin MP kecuali 1 yaitu pembagian 2 golongan yg dicipta oleh Rutherford. Doktrin lainnya sudah ada sebelum MP lahir.

      Dan tidak ada doktrin yg ditutup-tutupi oleh gereja. Bisa dibuktikan? Gereja memandang doktrin tsb berdasarkan Alkitab. Dan Jika ada orang Kristen tidak tahu, ya ia tidak belajar saja.

      Sdr tulis:

      Ya, dengan sewajarnya banyak orang tertarik karena SSY bisa menguak misteri itu berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Bahkan banyak pendeta, pastor yang berasal dari sekolah tinggi teologia dan seminari tertarik menjadi pengikut organisasi SSY, bahkan beberapa ada yg berlatar belakang Uztad agama Islam. Why did it happen? Ya! sederhana saja penyebabnya, saya ilustrasikan, seperti orang Indonesia yang lebih tertarik dengan kepemimpinan mantan Presiden Sukarno ketimbang mantan presiden Suharto, atau orang lebih tertarik dengan calon gubernur DKI Joko Wi ketimbang Foke, apakah Sukarno atau Joko Wi sedang memaksa orang agar mengikuti mereka? jelas tidak, bukan? tetapi hal itu mengalir begitu saja secara wajar pada saat orang-orang sudah mulai merasa muak dan jenuh dengan gaya kepemipinan yang tidak sesuai dengan hati nurani mereka.

      Hmm, bukankah hal yg sama juga bisa saya katakan kepada mantan-2 SSY yg bertobat dan menjadi org Kristen sejati krn melihat kemunafikan, lelah dgn doktrin yg tidak pasti (bahkan bisa jadi korban jiwa) dan sadar bhw MP adalah nabi palsu yg akan membawa pengikutnya kpd kebinasaan kekal? Raymond Franz, mantan Badan Pimpinan saja bertobat, bukan?

      Sdr tulis:

      Ya! selama saya bergabung dengan SSY, hal yang sama seperti itu juga berlaku di kalangan SSY! setiap jemaat bertanggungjawab langsung kepada Kristus sebagai kepala sidang SSY!

      Maaf, tidak. Bagaimana SSY bisa berpikir dgn baik jika seluruh tafsiran diserahkan kpd MP. Apa kata MP harus diterima, bukan? Jika ada jemaat memeriksa Alkitab & menemukan ada yg tidak sesuai dgn Alkitab. Bolehkah SSY protes? Ya misalnya ttg transplantasi organ. Boleh protes tidak? Tentu tidak, bukan? Mengapa? Kawanan besar tidak boleh mentafsirkan Alkitab, telan aja. Bgmn jk ada pertanyaan & belum ada jawaban? Tunggu Yehuwa yg akan menyampaikannya kpd kaum terurap pd waktunya. Jadi sebenarnya SSY bertanggungjawab kpd MP & menunggu MP memberi tafsirannya. Hidup kekalnya saja tergantung kepada MP, bukan? Lihat di sini

      --lanjut di bawah--

      Delete
    2. --Lanjutan dari atas--

      Sdr tulis:

      organisasi SSY hanya bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan jemaat secara kelompok dengan cara memecat dan mendisiplin para jemaat dari sidang yang melakukan pelanggaran serius (semata-mata agar jemaat bersih secara moral dan rohani sesuai standar moral Alkitab)

      Faktanya, pemecatan tdk hanya utk pelanggaran serius seperti amoralitas & kriminal. Tapi juga memecat SSY yg memiliki ‘pemikiran bebas’ atau meragukan otoritas MP sbg wakil Allah di bumi, bukan?

      Misalnya kasus jemaat (misal A) yg pindah dan menjadi Kristen. Dan pastinya dipecat. Apakah alasan kepindahan si A menjadi Kristen (misalnya meragukan otoritas MP) disampaikan di mimbar dgn mengatakan apa adanya kepada jemaat lainnya? Atau hanya pengumuman saja bahwa si A telah dipecat? Jika tidak mengapa tidak disampaikan sehingga jemaat lain boleh tahu? (Sdr mengatakan pengadilannya adil) Boleh saya tahu?

      Sdr tulis:

      Nah! ini yg saya sangat tidak sependapat!. Jika anda meneliti Alkitab maka anda akan menemukan bahwa pola organisasi Allah dari sejak dulu tidak seperti itu. Setiap orang yang ingin bergabung dengan organisasi Allah harus mengikuti standard tertentu, ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku di dalam organisasi Allah. . .

      Maksud pernyataan saya “gereja tidak memiliki aturan apapun yg mengikat jemaatnya utk dituruti”, bukanlah berarti gereja tidak memiliki aturan. Misalnya jemaat perlu dibaptis, perjamuan kudus dll yg didasarkan Alkitab. Tetapi konteksnya adalah ketika pendeta berkhotbah, kotbahnya itu tidak mengikat hati nurani untuk dituruti. Jemaat boleh mentafsirkan Alkitab dan membandingkannya dgn khotbah pendeta itu. Bahkan melihat tafsiran teolog-2 lainnya sebagai perbandingan.

      Sdr tulis:

      Nah, lalu bagaimana dengan zaman Kristen abad pertama masehi (setelah Yesus turun ke bumi), pola dasarnya tetap sama! Ada badan pimpinan di Yerusalem (yang terdiri dari para Rasul / ke 12 Rasul Yesus) yang memutuskan dokrin apa yang perlu di pertahankan dari hukum Taurat, dan doktrin apa yang baru dari kekristenan yang tidak lagi mengikuti konsep detail hukum Taurat. Baca Kisah pasal 15 (seluruhnya) ketika terjadi perselisihan tentang hukum sunat, para penatua pergi ke Yerusalem untuk meminta petunjuk dari para Rasul. Jadi ada tatanan administratif dalam organisasi Kristen pada waktu itu, ada jenjang pengambil keputusan dan aturan.

      Maaf, tidak ada badan pimpinan di Jerusalem seperti yg diajarkan MP. MP mengklaim ini untuk melegitimasi posisinya. Semua rasul masih diarahkan oleh Roh Kudus. Sdr baca kisah para rasul secara lengkap dan tidak beberapa pasal saja. Misalnya Paulus di suruh Roh Kudus ke Seleukia (Kis. 13:2-4).

      Mengapa penatua ke Jerusalem? Bukan minta petunjuk, tetapi krn sumber masalahnya dari tanah Yudea, kota Jerusalem yg pernah datang ke Antihioka yaitu mengajarkan harus sunat sehingga Paulus ke sana utk menyelesaikannya.

      Sdr tulis:

      Apakah hukuman keras terhadap pedosa serius menjadi melembek dan longgar pada zaman rasul-rasul Yesus? ternyata TIDAK! meskipun hukuman rajam sampai mati ala hukum Taurat Musa tidak lagi diterapkan, tetapi secara prinsip Allah tidak berubah menjadi serba boleh terhadap umatNya di zaman Yesus dan para Rasul Kristen! di zaman Kristen abad pertama hukuman tegas tetap berlaku, coba baca Kitab Kisah Para Rasul - Kis 5:1-11, dua orang Kristen bernama Ananias dan Safira yang 'korupsi' dihukum mati oleh Allah melalu perantara para Rasul, artinya Rasul atau pemimpin Kristen pada waktu itu tidak mentolerir pelanggaran serius di dalam organisasi jemaat. Jadi coba anda renungkan dan jawab sendiri, apakah gereja-gereja yang mentolerir perbuatan imoral dan dosa serius di kalangan jemaatnya sesuai dengan standar organisasi agama seperti yg tercatat dalam Alkitab?

      Hmm, seperti yg saya sudah jelaskan di atas, ada gereja yg sejati & ada yg palsu. Yg sejati tentunya tidak mentolerir imoralitas dan dosa serius. Gereja yg sesat, akan diadili oleh Allah sendiri. Tetapi gereja tidak memecat jemaatnya ala MP.

      Salam kasih Kristus

      Delete
  16. Dear sdr.Awi,
    Saya melihat cara anda berkomentar agak kurang fair dari sejak awal hingga saat ini, kerap kali anda melewati banyak argumentasi saya yg berdasarkan ayat2 Alkitab (apakah anda tidak memperhatikan hal itu?), anda hanya menjawab argumen saya yg sanggup anda jawab, padahal ada begitu banyak arugemtasi saya di blog anda ini.

    Baiklah, ketimbang saya menjawab panjang lebar (yang mungkin membuat anda pusing), mulai saat ini saya kan mencoba memberikan argumentasi singkat saja secara bertahap utk menjawab beberapa statment anda.

    Awi wrote : ....Bagaimana SSY bisa berpikir dgn baik jika seluruh tafsiran diserahkan kpd MP. Apa kata MP harus diterima, bukan? Jika ada jemaat memeriksa Alkitab & menemukan ada yg tidak sesuai dgn Alkitab. Bolehkah SSY protes? Ya misalnya ttg transplantasi organ. Boleh protes tidak? Tentu tidak, bukan? Mengapa? Kawanan besar tidak boleh mentafsirkan Alkitab, telan aja.

    Beberapa aspek argumentasi anda benar! memang kebanyakan anggota SSY menelan begitu saja tafsiran dari lembaga MP. Tetapi ada begitu banyak anggota SSY yang tidak demikian (saya salahsatunya), tidakkah anda tahu akan hal itu bahwa ada banyak anggota SSY yang mengkritik penafsiran lembaga MP meskipun mereka masih tetap bergabung di dalam organisasi SSY? jika anda belum tahu tentang itu maka "jam terbang" anda dan riset anda di dalam kalangan SSY masih belum comprehensive.

    Disamping itu kantor-kantor Cabang SSY dan kantor Pusat Broklyn mempersilahkan para kritikus (baik internal maupun eksternal organisasi) untuk menuliskan surat pertanyaan dan kritikan kepada lembaga, dan pasti akan dijawab (pernahkah anda melakukan hal itu? kelihatannya anda memang belum pernah), jika belum, cobalah bro! di Kantor cabang SSY ada perpustakaan besar dan dan departement 'public information' atau public relation yang akan dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan dan kritikan para kritikus maupun peminat. Tentu SSY bukan organisasi sempurna, sudah sering saya tegaskan di di sini, SSY tentu bisa keliru (sama seperti organisasi Kristen lainnya / Katolik, Protestan, dll juga bisa keliru, bukan?).

    YA! saya mengakui bahwa ada beberapa penafsiran dan konsep dari lembaga MP yang dulunya keliru lalu belakangan direvisi (meskipun koreksinya tidak Radikal), misalnya seperti transpalantasi organ tubuh. Dulu anda katakan dilarang, lalu sekarang sesuai hati nurani. Sebenarnya penyesuaian tersebut tidaklah radikal, artinya yang dimaksudkan sesuai hati nurani bukan berarti boleh! melainkan harus sesuai dengan hati nurani yang "dilatih oleh firman Allah Alkitab" Contoh : beberapa orang di kalangan SSY sampai saat ini masih tetap tidak mau transplantasi organ tubuh meskipun organisasi SSY sudah melonggarkan dengan tidak lagi melarangnya tetapi menyerahkannya kpd hati nurani masing2 jemaat. Katakanlah misalnya suatu saat SSY memperbolehkan jemaatnya merokok atau transfusi darah, maka beberapa orang atau saya pribadi mungkin akan tetap tidak mau merokok dan transfusi darah, karena sudah tahu konsekuensinya secara medis, (merokok bisa menyebabkan kanker dan Tranfusi darah bisa menjadi media penularan penyakit AIDS dan Hepatitis), demikian juga dengan transplantasi organ yg secara medis tidak selalu berhasil, bahkan mengandung resiko dan efek samping medis lainnya. Jadi pada akhirnya segala hal dikembalikan kepada keputusan masing2 jemaat.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      Saya melihat cara anda berkomentar agak kurang fair dari sejak awal hingga saat ini, kerap kali anda melewati banyak argumentasi saya yg berdasarkan ayat2 . . .

      Ya saya tahu. Dan jk Sdr ingat, bukankah saya katakan sejak awal; saya tidak ingin berargumentasi ayat-2 Alkitab krn saya menilainya sia-2 & blog ini memang tidak membahasnya dlm perspektif demikian? Bahkan saya referensikan blog yg khusus bahas ayat-2, bukan? Mengapa sia-2? Saya nilai belum waktunya berdiskusi ayat-2 sebelum hambatan-2 psikologis dilucuti (maaf saya katakan ini lagi & akan saya jelaskan di bawah). MP menggunakan ayat-2 sebagai pembenaran atas segala aturan & kondisi yg dibuat kpd SSY.

      Sdr tulis:

      Beberapa aspek argumentasi anda benar! memang kebanyakan anggota SSY menelan begitu saja tafsiran dari lembaga MP. Tetapi ada begitu banyak anggota SSY yang tidak demikian (saya salahsatunya) . . . jika anda belum tahu tentang itu maka "jam terbang" anda dan riset anda di dalam kalangan SSY masih belum comprehensive.

      Sdr hrs memahami 2 hal; 1st, saya mengkaji ajaran MP sebagai otoritas tertinggi yg harus diikuti oleh SSY. Dan dampaknya bagi SSY pada umumnya agar peminat Kristen mewaspadai hal ini. Saya tidak mengkaji secara khusus utk per seorangan. Dan faktanya Sdr pun setuju dgn bbrp aspek argumen saya mempengaruhi SSY pd umumnya.

      2nd, jk Sdr menilai riset saya tidak lengkap; sah saja. Tapi saya sdh mengkonfirmasi kpd SSY (termasuk 2 penatua), mereka mengkonfirmasi pemahaman saya benar. Dan jk ternyata kemudian saya bertemu dgn Sdr yg memiliki pandangan berbeda; ya sah-sah saja. Krn mungkin Sdr masih bisa berpikir ‘wajar’ dlm hal ini. Tp secara umum, apa yg saya sampaikan adalah fakta.

      Bahkan, saya banyak membaca para murtad, termasuk Ray Franz, utk membuktikan pemahaman saya; salah atau benar. Dan para murtad pun mengkonfirmasi pemahaman saya, oleh sebab itu mereka murtad. Dan sebetulnya secara tidak langsung, Anda sdh tidak aktif membuktikan bhw ada hal-hal yg diajarkan & kondisi di MP yg Sdr tidak setuju, bukan?

      Sdr tulis:

      Disamping itu kantor-kantor Cabang SSY dan kantor Pusat Broklyn mempersilahkan para kritikus (baik internal maupun eksternal organisasi) untuk menuliskan surat pertanyaan dan kritikan kepada lembaga, dan pasti akan dijawab (pernahkah anda melakukan hal itu? kelihatannya anda memang belum pernah), jika belum, cobalah bro!

      Saya bkn anggota, jd tidak ada kepentingannya. Apakah lalu jk saya berhasil membuktikan kpd kantor cabang SSY bhw MP adalah nabi palsu & kultus maka MP akan berubah? Pasti, tidak! Ray Franz mencobanya, ia malahan dipecat. Ini kata Ray:

      BY THE end of 1979 I had arrived at my personal crossroads. I had spent nearly forty years as a full-time representative, serving at every level of the organizational structure. The last fifteen years I had spent at the international headquarters and the final nine of those as a member of the worldwide Governing Body of Jehovah’s Witnesses. It was those final years that were the crucial period for me. Illusion there met up with reality. . . .

      The question was, what should I now do? My years on the Governing Body, the things I heard said in and out of sessions, the basic spirit I saw displayed, steadily brought me to the awareness that, as regards the organization, the ‘wineskin had grown old,’ had lost whatever flexibility it might have had, and that it was stiffening its resistance to any Scriptural correction either as to doctrinal beliefs or its methods of dealing with those who looked to it for guidance. I felt, and still feel, that there were many good men on the Governing Body . . . Charles Taze Russell followed the views of certain men of his time, was victimized by some of the myths they propagated as “revealed truth.” Each successive part of the organizational leadership has followed along, at times contribut- ing additional myth in support of, or in elaboration of, the original myth . . .


      -lanjut di bawah-

      Delete
    2. -lanjut dari atas-

      Though each year on the Governing Body, particularly from 1976 onward, became increasingly difficult and more stressful for me, I clung to the hope that things would improve. In time I was obliged to recognize that that was a hope which the evidence did not support. Pg 274

      Perhatikan kalimat yg di italic. Ya, ia saja sebagai seorang BP putus asa & tidak mampu memperbaikinya, apalagi saya ataupun Sdr, bukan?

      Dan jika Sdr rasa tahu ‘in & out’ MP secara lengkap. Maaf, bukannya tidak percaya/maksud merendahkan, tapi saya baca buku Ray yg pernah menjabat sebuah posisi yg tertinggi SSY bisa capai. Pastinya ia lebih tahu dari Sdr. Sdr tahu sebatas apa yg patut Sdr tahu. Banyak hal yg Sdr tidak tahu krn MP tidak menyampaikannya kpd semua SSY. Tolong jangan berkutat dgn masalah riset saya tidak comrehensive ataupun jam terbang belum banyak krn hal ini pernah Sdr sampaikan dan saya jelaskan. Kita ingin berdiskusi secara progresif.

      Jk Sdr tertarik baca buku itu lihat http://www.scribd.com/doc/23306656/Crisis-of-Conscience

      Sdr tulis:

      YA! saya mengakui bahwa ada beberapa penafsiran dan konsep dari lembaga MP yang dulunya keliru lalu belakangan direvisi (meskipun koreksinya tidak Radikal), misalnya seperti transpalantasi organ tubuh. . .Sebenarnya penyesuaian tersebut tidaklah radikal, artinya yang dimaksudkan sesuai hati nurani bukan berarti boleh! melainkan harus sesuai dengan hati nurani yang "dilatih oleh firman Allah Alkitab" . . . demikian juga dengan transplantasi organ yg secara medis tidak selalu berhasil, bahkan mengandung resiko dan efek samping medis lainnya.

      Point saya mengenai perubahan doktrin adalah jika MP sadar bhw doktrin yg diajarkan, tidak mutlak benar, jangan mengikat hati nurani pengikutnya utk mengikutinya krn kemudian doktrin itu dirubah, krn dgn perubahan kemudian, dpt mempengaruhi kondisi SSY yg mungkin waktu itu bisa selamat jk memperoleh transplan ginjal (saya akui tdk semua transplan berhasil, tapi bukan tidak ada yg berhasil juga. Tp jika memang transplan adalah satu-2nya jalan untuk menyelamatkan, maka ini harus diambil daripada tidak sama sekali). Faktanya MP memaksakan aturan yg dibuat kpd SSY. Jk tidak ikut, ya dipecat. Padahal kemudian dirubah. Jadi sebenarnya yg salah adlah MP, bukan anggotanya.

      Belum lagi jk kita kaji ‘perubahan’ doktrin dari perspektif klaim-2 yg dibuat oleh MP, misalnya direkturnya MP adalah Yehuwa sendiri, diarahkan langsung oleh Yesus dll ‘sacred claim’, membuktikan klaim-2 itu palsu krn jk memang demikian, bgmn lalu bisa berubah? Tidak ada pola-2 di Alkitab, para rasul mengajarkan hal-hal yg berubah-2. Bisa Sdr tunjukkan di mana ketika Allah mengarahkan hambanya, lalu ajarannya berubah-2? (tolong jawab ini ya) Jika tidak ada, maka klaim-2 MP palsu dan tidak alkitabiah.

      Dulu saya slalu berkata masalah dgn SSY adalah psikologis, tanpa pernah memberi contoh krn diskusi kita belum banyak. Sekarang saya bisa krn contohnya. Nah, jk Sdr sudah bisa melewati hambatan ini, saya bersedia berdiskusi doktrin.

      Hambatan psikologis SSY adalah otoritas MP! SSY tidak boleh meragukan/mencela secara terbuka otoritas MP meskipun ternyata MP keliru. Dan kekeliruan itu dirasionalisasikan oleh MP & di jelaskan kpd SSY sehingga SSY hidup dlm rasionalisasi tsb. Misalnya:

      1. Sdr berkata: “SSY berani mengkritik dan merevisi dogma ataupun penafsiran dari para tokoh pimpinan mereka secara progresif”.

      Sdr mengatakan ini karena mendpt rasionalisasi dari MP untuk menutupi doktrinnya yg berubah-ubah. Oleh sebab itu, saya koreksi dgn membuka artikel baru yaitu di sini. Jelas doktrin MP bukan progresif, tetapi sedang bingung krn kalo progresif maju ke depan, tp faktanya bisa kembali ke terang yg lama.

      -lanjut di bawah-

      Delete
    3. -Lanjut dari atas-

      2. Sdr berkata: “Tetapi perspektif saya mengatakan bahwa hal itu terjadi karena orang2 di Saksi-Saksi Yehuwa sangat merindukan kedatangan Kristus yang kedua

      Maaf, kalimat ‘SSY sangat rindu. . .” bukanlah perspektif Sdr melainkan rasionalisasi yg MP terbitkan di Sedarlah!

      3. Demikian juga Sdr pernah mengatakan rasul-2 adalah manusia yg dapat salah demikian juga MP dikelola oleh org-2 yg dapat salah.

      Nah rasionalisasi ini juga dari MP utk membenarkan dirinya ketika nubuatannya keliru. Oleh itu point 2 & 3 saya bantah di sini utk membuktikan bhw rasionalisi MP itu tidak alkitabiah dan masuk akal sehat.

      4. Sdr berkata: “Badan Pimpinan tidak bernubuat”

      Maaf ini pun adalah perkataan dusta MP krn saya tlah buktikan Rutherford mengklaim mendapat bimbingan malaikat dan tafsiran nubuatannya bersumber dari Allah. Hanya Sdr tidak tahu mengenai hal ini.

      Dan banyak lagi rasionalisasi-2 yg sebenarnya bukan rasionalisasi Sdr, melainkan disupply oleh MP.

      Nah, tidak dibutuhkan argumen-2 berdasarkan ayat-2 Alkitab yg mendalam utk menelanjangi rasionalisasi-2 tsb. Cukup akal sehat.

      Anyway, bukan berarti Sdr tidak berani mencela otoritas MP. Sdr sudah buktikan dlm kasus Conti. But, ini saja kurang, saya ingin ada pengakuan terbuka ttg status MP sebagai nabi palsu, perubahan doktrin, keselamatan harus bergabung dgn organisasi & ketidak-masuk akalan klaim pemilihan ilahi yg saya bahas di sini. Makanya saya kejar terus utk melucuti rasionalisasi MP itu tidak sah & tidak alkitabiah. Pokoknya otoritas MP harus runtuh.

      Jk Sdr melihat dgn obyektif kepalsuan MP tanpa merasionalisasikan lagi. Marilah kita bicara doktrin. Tetapi jika tidak, doktrin boleh menunggu sampai tidak ada rasionalisasi. Saya melihat rasionalisasi-2 ini adalah hambatan seorang SY memahami Alkitab dan melihat MP dalam perspektif yg sebenarnya. Runtuh otoritas MP, semua akan lebih mudah dibicarakan. Jujur saya katakan, bagi seorang SY yg setia dan giat, sangat sulit atau tidak mungkin mau mengakui hal-hal yang demikian.

      Mudah-2 Anda paham maksud saya

      Salam kasih Kristus

      Delete
    4. Dear sdr.Awi,

      Saya sangat paham maksud anda, percayalah bhw saya benar-benar berupaya obyektif dalam memandang segala hal terkait SSY maupun susunan Kristen. Tetapi mohon maaf jika dalam beberapa hal saya tidak sependapat dengan cara berpikir anda dan mohon maaf juga jika cara pandang saya berbeda dengan Raymond Franz atau anda pribadi dalam menilai organisasi SSY. Jika anda menilai saya sedang merasionalisasikan MP karena perbedaan cara pandang saya dengan anda, yaa..itu hak anda!

      Ada banyak hal yang saya tidak ceritakan di sini ttg diri saya (karena bersifat pribadi), dan bahkan mungkin saja pengalaman saya tidak dialami oleh Raymond Franz sang mantan badan pimpinan SSY meskipun dia tentu jauh lebih senior ketimbang saya dan jauh lebih tahu tentang SSY ketimbang saya.

      YA! anda benar bhw Raymond Franz kecewa dengan organisasi SSY karena menurutnya kritikan dia tidak digubris oleh organisasi - meskipun notabene ada banyak kontribusi sdr.Raymond terhadap doktrin dan penafsiran MP, saya tahu buku tulisannya telah menjadi populer di kalangan kritikus SSY dan sering kali tulisannya dipakai sebagai senjata ampuh untuk mengkritisi SSY - softcopy bukunya pun bisa didownload dalam bentuk PDF dari bbrp situs internet.

      Begini pak Awi, saya tidak tahu apa motivasi anda sesungguhnya membuat blog semacam ini meskipun anda pernah menyatakannya secara tertulis, tetapi motif hati anda hanya Yesus dan anda sendiri yang tahu (sejujurnya saya ingin katakan sepertinya ada semacam "dendam pribadi" terhadap SSY yang tersirat pada content dari berbagai thread di blog anda ini) maaf jika saya keliru. Saya ada kenal bbrp mantan SSY yang saat ini malah sudah menjadi pendeta atau evangelis di beberapa denominasi gereja Protestan. Saya juga kenal bbrp sahabat saya yg dipecat dan 'murtad' dari SSY, tetapi mereka semua tidak gencar mengkritisi SSY dengan cara seperti yang anda lakukan.

      Seperti kutipan tulisan dari Raymond Franz : ...I felt, and still feel, that there were many good men on the Governing Body... YA! seperti itu pulalah perasaan saya 'so far' terhadap organisasi SSY. Saya tetap berupaya berpikiran jernih dan positif terhadap SSY sejauh ini meskipun kenyataannya saya sudah tidak aktif lagi di dalam organisasi. Seperti saya katakan di atas, bhw kemungkinan pengalaman yg saya alami bahkan tidak dialami oleh sdr.Raymond Franz, tetapi meskipun demikian saya tetap berupaya berpikiran positif.

      ...berlanjut...

      Regards,
      Truthseeker.

      Delete
  17. ... Lanjutan ...

    Awi wrote : Maaf, kalimat ‘SSY sangat rindu. . .” bukanlah perspektif Sdr melainkan rasionalisasi yg MP terbitkan di Sedarlah!

    Ya! anda benar, bahwa statement semacam itu berasal dari MP, dan saya sependapat dengan statement MP itu, karena PERSPEKTIF SAYA JUGA MENGATAKAN HAL YANG SAMA seperti statement MP tersebut. Meskipun dalam beberapa hal saya sependapat dengan anda, tetapi ada banyak hal yang berbeda, khususnya perbedaan cara pandang kita.

    Jika anda katakan bahwa statement MP itu adalah suatu rasionalisasi, ya itu hak anda, saya tidak berpendapat demikian, maafkan saya jika saya tidak memiliki perspektif yg sama dengan anda.

    Awi wrote : Anyway, bukan berarti Sdr tidak berani mencela otoritas MP. Sdr sudah buktikan dlm kasus Conti. But, ini saja kurang, saya ingin ada pengakuan terbuka ttg status MP sebagai nabi palsu, perubahan doktrin, keselamatan harus bergabung dgn organisasi & ketidak-masuk akalan klaim pemilihan ilahi yg saya bahas di sini. Makanya saya kejar terus utk melucuti rasionalisasi MP itu tidak sah & tidak alkitabiah. Pokoknya otoritas MP harus runtuh.

    Maafkan saya juga jika dalam hal itu pun saya tidak sependapat dengan anda dan perspektif saya berbeda dgn anda. Saya tidak menganggap MP sebagai nabi palsu, seperti yg sudah saya jelaskan sebelumnya, itu semua hanyalah kesalahan manusiawi yg tidak sempurna. Sepanjang sejarah para tokoh reformis Kristen maupun restoris Kristen juga pernah melakukan kesalahan-kesalahan, tetapi itu semua saya pandang sebagai sebuah proses ke arah pencerahan dan pencarian akan kebenaran sejati. By the way, apakah saya harus sependapat dulu dengan anda barulah anda menilai saya telah lepas dari kendali "mind control" organisasi MP? ... apakah itu yang anda harapkan? hehehe... tentunya anda tidak se-naif itu, bukan?

    Apakah anda tahu mengapa Kristen Protestan menyebut kelompok mereka sebagai Protestan? yaitu karena para tokoh reformis protestan dahulu kala gencar melakukan Protes terhadap doktrin Katolik (mainstreem Kristen masa awal), para tokoh reformis tersebut dicap sesat dan bidah oleh pemimpin Katolik (kristen arus utama masa awal), nah apakah karena Protestan gencar melakukan kritik terhadap Katolik maka otomatis Kristen Protestan bersih dari kesalahan dan kekeliruan? tentu tidak, bukan? itu adalah sebuah proses pencarian akan kebenaran. Demikian juga ketika belakangan muncul kelompok Restoris kristen yaitu kelompok SSY yang gencar mengkritik tidak hanya Katolik tetapi juga mengkritik Protestan, apakah itu berarti otomatis SSY bersih dari kesalahan dan kekeliruan, tentu tidak, bukan? tetapi sejarah itu semua merupakan proses dari pencarian akan kebenaran hakiki. Saya yakin segalanya akan indah pada waktunya, dan segalanya akan jelas pada waktunya, Tuhan pasti tahu menilai siapa umat pilihannya, jadi siapakah anda atau saya yang berani mengangkat diri sebagai hakim di atas Tuhan?

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  18. ...Lanjutan...

    Awi wrote : Sdr mengatakan ini karena mendpt rasionalisasi dari MP untuk menutupi doktrinnya yg berubah-ubah. Oleh sebab itu, saya koreksi dgn membuka artikel baru yaitu di sini. Jelas doktrin MP bukan progresif, tetapi sedang bingung krn kalo progresif maju ke depan, tp faktanya bisa kembali ke terang yg lama.

    Nah, saya ajak lagi anda melihat dari sudut pandang lain atau perspektif yang berbeda. Anda katakan bahwa doktrin SSY berubah-ubah dan bahkan doktrin MP bukan bersifat progresif, tetapi sedang bingung krn kalo progresif maju ke depan, tp faktanya bisa kembali ke terang yg lama. Ya! oke! tetapi coba bayangkan jika konsep SSY tidak berubah dan tetap sama dari dulu hingga saat ini, coba bayangkan jika beberapa 'pencerahan' Russel, Rutherford dan Franz tidak pernah disesuaikan, tidak pernah diluruskan, dan tetap dipakai oleh SSY hingga saat ini?

    Jelaslah perubahan-perubahan dan penyesuaian tersebut mengarah kepada hal positif yaitu pencarian akan kebenaran yang sejati, bukan?. Lagipula tidak semua ajaran dan penafsiran Russel, Rutherford maupun Franz itu keliru, bukan? ada banyak ajaran mereka yang berdasarkan alkitab, anda tentu sependapat bukan? (itulah sebabnya ada banyak pengikut Katolik, Protestan dan agama2 lain yang tertarik belajar dan menjadi pengikut SSY) jadi adalah bijaksana jika kita tidak menggeneralisasi hanya karena beberapa kekeliruan mereka maka otomatis segala hal menjadi salah.

    Saya pernah di Katolik ataupun Protestan, dan saya belim melihat ada yang lebih baik daripada SSY hingga saat ini,(sekali lagi saya tekankan bahwa SSY bukanlah organisasi sempurna, tetapi juga memiliki kekeliruan, namun setidaknya menurut saya masih lebih baik dibandingkan Katolik maupun Protestan), tetapi anda tentu mengakui bahwa sampai saat ini anda belum sanggup menunjukkan kepada saya organisasi Kristen mana yang lebih bagus daripada SSY dari segi pengorganisasian dan tertib administratif. Maaf jika saya salah, andakaiata anda bisa menunjukkannya, silahkan ditunjukkan dan dijabarkan di sini. Atau mungkin anda sudah membuat agama baru?

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Truthseeker

      Dear Truthseeker

      Sdr tulis:

      Begini pak Awi, saya tidak tahu apa motivasi anda sesungguhnya membuat blog semacam ini . . .(sejujurnya saya ingin katakan sepertinya ada semacam "dendam pribadi" terhadap SSY . . .Saya ada kenal bbrp mantan SSY yang saat ini malah sudah menjadi pendeta atau evangelis di beberapa . . . gereja Protestan. Saya juga kenal bbrp sahabat saya yg dipecat dan 'murtad' dari SSY, tetapi mereka semua tidak gencar mengkritisi SSY dengan cara seperti yang anda lakukan.

      Saya paham kalimat2 pernyataan saya agak ‘keras’ shg memberi kesan ‘dendam pribadi’. Dendam kepada SSY? Tidak terlintas di hati. Semua SSY yg saya kenal pribadi adalah orang baik dan tulus hati krn mereka ‘mengira’ sedang membaktikan dirinya kepada Yehuwa. Yang saya harus benci seperti Tuhan juga benci adalah ajaran palsu MP di balik SSY. Perhatikan judul blog saya. Jujur, di Indo tidak banyak orang memahami ajaran MP dr sudut saya memahaminya. Saya hanya terpanggil utk membongkarnya agar sdr seiman saya memahami ajaran di balik MP & tidak terjerat.

      Sdr tulis:

      Seperti kutipan tulisan dari Raymond Franz : ...I felt, and still feel, that there were many good men on the Governing Body... YA! seperti itu pulalah perasaan saya 'so far' terhadap organisasi SSY.

      Ya, tidak diragukan setiap SSY adalah nice people. No argument. Tp, ini bukan issue-nya. Banyak nice people di dunia ini, tetapi apakah mereka menerima ajaran sesuai dgn Firman Tuhan? Ini issue-nya. Sdr melihat ‘tampilan luar’ tp Allah melihat ‘bagian dalam’.

      Sdr tulis:

      Saya tidak menganggap MP sebagai nabi palsu, seperti yg sudah saya jelaskan sebelumnya, itu semua hanyalah kesalahan manusiawi yg tidak sempurna.

      Sdr menganggap atau tidak, tidak terlalu penting. Issue-nya apakah faktanya menunjuk demikian? Apa kata Alkitab? Maaf, sikap Sdr seperti burung unta yg lari melihat musuh & memendamkan kepalanya ke lubang berharap musuhnya lenyap.

      Sdr tulis:

      Sepanjang sejarah para tokoh reformis Kristen maupun restoris Kristen juga pernah melakukan kesalahan-kesalahan, tetapi itu semua saya pandang sebagai sebuah proses ke arah pencerahan dan pencarian akan kebenaran sejati.

      Sekali lagi Sdr merasionalisasikan masalah. Tokoh reformis memang pernah berbuat keliru, tp bernubuat palsu? Tidak!

      apakah saya harus sependapat dulu dengan anda barulah anda menilai saya telah lepas dari kendali "mind control" organisasi MP? ... apakah itu yang anda harapkan? hehehe... tentunya anda tidak se-naif itu, bukan?

      Tentunya tidak. Tp menentukan arah diskusi yg akan berlanjut.

      Sdr tulis:
      Apakah anda tahu mengapa Kristen Protestan menyebut kelompok mereka sebagai Protestan? yaitu karena para tokoh reformis protestan dahulu kala gencar melakukan Protes terhadap doktrin Katolik (mainstreem Kristen masa awal), para tokoh reformis tersebut dicap sesat dan bidah oleh pemimpin . . .nah apakah karena Protestan gencar melakukan kritik terhadap Katolik maka otomatis Kristen Protestan bersih dari kesalahan dan kekeliruan? tentu tidak, bukan? itu adalah sebuah proses pencarian akan kebenaran. . .muncul kelompok Restoris kristen yaitu kelompok SSY yang gencar mengkritik tidak hanya Katolik tetapi juga mengkritik Protestan, apakah itu berarti otomatis SSY bersih dari kesalahan dan kekeliruan, tentu tidak, bukan?. . jadi siapakah anda atau saya yang berani mengangkat diri sebagai hakim di atas Tuhan?

      Sdh 2 kali Sdr merasionalisasikan masalah. Tokoh reformis memang pernah berbuat keliru, tp bernubuat palsu? Tidak!

      --Lanjut di bawah--

      Delete
    2. --Lanjut dari atas--

      Yg menghakimi suatu ajaran adalah Alkitab sendiri, bukan saya. 1. Apa MP telah bernubuat palsu sesuai dgn Alkitab?

      2. Keselamatan kekal seseorang bergantung pada MP, apakah sesuai dgn Alkitab?

      3. Apa tanpa MP, orang tdk dapat paham Alkitab adalah ajaran Alkitab?

      4. MP klaim mengikuti pola-2 para rasul, apakah ada para rasul mengubah-2 doktrinnya?

      4. Apa klaim sepihak MP sesuai dgn standar Alkitab yg Sdr bisa kaji di sini

      Jelas ajaran MP yg saya bahas di blog ini tidak berdasarkan Alkitab. Jika Sdr ngomong; “Saya yakin 100% otoritas Alkitab”. Lalu apa ajaran MP itu sesuai dgn Alkitab atau tidak? Menurut saya agak aneh dgn sikap Sdr bicara percaya Alkitab 100% tp gak bisa lihat bhw ajaran MP melanggar Alkitab. Lebih masuk akal jk apa yg Sdr percaya adalah rasionalisasi dan tafsiran MP atas Alkitab daripada apa yang Alkitab nyatakan.

      Sdr tulis:

      Anda katakan bahwa doktrin SSY berubah-ubah dan bahkan doktrin MP bukan bersifat progresif, Ya! oke! tetapi coba bayangkan jika konsep SSY tidak berubah dan tetap sama dari dulu hingga saat ini, coba bayangkan jika beberapa 'pencerahan' Russel, Rutherford dan Franz tidak pernah disesuaikan, tidak pernah diluruskan, dan tetap dipakai oleh SSY hingga saat ini?

      MP klaim mengikuti pola-2 para rasul dlm memberi petunjuk dan makanan rohani kpd jemaat Kristen. Tolong tunjukkan di mana ada pola-2 rasul memberikan makanannya berubah-2 seperti yg dilakukan MP? Jelas, tidak. Jd MP dusta. Apakah cocok dgn ajaran Alkitab yg berkata Allah tidak dapat berdusta, tetapi organisasi-Nya berdusta?

      Ajaran yg berubah-2 merupakan bentuk dr ajaran yg dulunya memang keliru & ketika dirubah pun belum tentu benar. Jika ajaran berdasarkan Alkitab, gak akan berubah krn dasarnya pd Alkitab yg tidak berubah. Tepat seperti yg dikatakan oleh Ray Franz ttg doktrin MP:

      Charles Taze Russell followed the views of certain men of his time, was victimized by some of the myths they propagated as “revealed truth.” Each successive part of the organizational leadership has followed along, at times contributing additional myth in support of, or in elaboration of, the original myth

      Ya Russell mengikuti propaganda mitos yg dipromosikan orang-2 pd zamannya. Lalu masing-masing penerusnya menambah mistos-2 utk mendukungnya.

      Sdr tulis:

      Jelaslah perubahan-perubahan dan penyesuaian tersebut mengarah kepada hal positif yaitu pencarian akan kebenaran yang sejati, bukan?.Lagipula tidak semua ajaran dan penafsiran Russel, Rutherford maupun Franz itu keliru, bukan? ada banyak ajaran mereka yang berdasarkan alkitab, anda tentu sependapat bukan?. . .

      Fondasi ajaran MP sudah keliru dari awalnya, krn itu Ray mengatakan ‘mitos’. Tidak mungkin mengharapkan ada perubahan kepada pencarian kebenaran yg sejati. Apakah mungkin fondasi rumah berbentuk segitiga di buat menjadi bulat? Jelas ajaran nabi palsu tidak berdasarkan Alkitab.

      Sdr tulis:

      Saya pernah di Katolik ataupun Protestan, dan saya belim melihat ada yang lebih baik daripada SSY hingga saat ini. . .tetapi anda tentu mengakui bahwa sampai saat ini anda belum sanggup menunjukkan kepada saya organisasi Kristen mana yang lebih bagus daripada SSY dari segi pengorganisasian dan tertib administratif. . .?

      Organisasi MP tidak dpt disamakan dgn Katolik/Protestan. Natur dasar organisasinya berbeda, yaitu kultus yg bersifat otoriter. Sdr hrs bandingkan dgn Mormon/Scientology. Baru sama. Gak percaya? Jk Sdr tinggal di Surabaya ada gereja Mormon di Jln. Upa Jiwa no: 23, silahkan periksa sendiri. Betapa miripnya cara pengorganisasian Mormon dgn MP meskipun doktrin berbeda.

      Yg saya ingin adalah Sdr melihat kepalsuan MP. Itu saja. Tidak perlu jadi Protestan/Katolik. Tetapi yg utama adalah percaya apa yg dinyatakan Alkitab. Ini yg utama!

      Salam kasih Kristus.

      Delete
  19. Awi wrote : Ya, tidak diragukan setiap SSY adalah nice people. No argument. Tp, ini bukan issue-nya. Banyak nice people di dunia ini, tetapi apakah mereka menerima ajaran sesuai dgn Firman Tuhan? Ini issue-nya. Sdr melihat ‘tampilan luar’ tp Allah melihat ‘bagian dalam’.

    TIDAK! malah teman-teman saya yang atheist dan agnostic banyak yg lebih nice daripada Pastor atau Pendeta susunan Kristen dan bahkan ada yg lebih baik daripada SSY, saya pun lama berkecimpung dan berdiskusi dengan orang ateis, mereka banyak yg cerdas dan lebih baik daripada orang beragama pada umumnya. Jadi saya tidak pernah menilai organisasi SSY hanya dari tampilan luar saja, saya melihat dari ajarannya, don't be so naif, dan maaf jika so far saya menilai SSY masih jauh lebih baik daripada Katolik or Protestan.

    Awi wrote : MP klaim mengikuti pola-2 para rasul dlm memberi petunjuk dan makanan rohani kpd jemaat Kristen. Tolong tunjukkan di mana ada pola-2 rasul memberikan makanannya berubah-2 seperti yg dilakukan MP? Jelas, tidak. Jd MP dusta. Apakah cocok dgn ajaran Alkitab yg berkata Allah tidak dapat berdusta, tetapi organisasi-Nya berdusta?

    Yang saya ketahui SSY tidak banyak merubah ajarannya - tidak benar seperti apa yg anda katakan bhw ajaran MP berubah-ubah terus menerus. Anda hanya menggunakan beberapa kekeliruan SSY sebagai alat untuk menggeneralisasi dan menjustifikasi klaim negatif anda tentang SSY. Justru yang saya ketahui prinsip dasar ajaran SSY yang pokok tidak pernah berubah dari awal mula lembaga ini berdiri hingga saat ini : contoh : ajaran tentang penolakan terhadap doktrin Trinitas, penolakan terhadap dogma siksaan api neraka, dll, masih tetap sama dari dulu hingga sekarang, dan itu jauh lebih penting dan bermakna ketimbang soal hitung2an prediksi akhir zaman (dan saya sangat sependapat jika hal2 tentang prediksi2 itu harus dirubah oleh SSY, malah jika tidak dirubah, dari dulu saya sudah meninggalkan SSY, justru karena dirubah makanya saya masih tetap menilai SSY lebih baik daripada organisasi Kristen lainnya).

    Awi wrote : Sdh 2 kali Sdr merasionalisasikan masalah. Tokoh reformis memang pernah berbuat keliru, tp bernubuat palsu? Tidak!

    Hal itu sudah berulangkali saya jawab, dan sudah basi, bahwa bagi perspektif saya, MP tidak pernah bernubuat melainkan hanya memprediksi sesuai hitung2an kronologi Alkitab. Anda belum pernah tahu tentang kajian Eskatologis ya? Istilah "eskatologi" (eschatos dalam bahasa Yunani) dipakai pertama kali pada abad ke-19 di Jerman dalam rangka Teologi Sistematik untuk menunjuk pada doktrin tentang hal-hal terakhir (kematian, hari penghakiman, neraka, sorga). Ada beberapa tokoh aliran dari gereja reformis dan restoris kristen sepanjang sejarah yang juga menggunakan kajian Eskatologis dalam konsep teologi mereka. Jadi bisa dikatakan SSY sedang menggunakan konsep Eskatologis ketika memprediksi akhir zaman - itu saja menurut pendapat saya.

    Awi wrote : Organisasi MP tidak dpt disamakan dgn Katolik/Protestan. Natur dasar organisasinya berbeda, yaitu kultus yg bersifat otoriter. Sdr hrs bandingkan dgn Mormon/Scientology. Baru sama. Gak percaya? Jk Sdr tinggal di Surabaya ada gereja Mormon di Jln. Upa Jiwa no: 23, silahkan periksa sendiri. Betapa miripnya cara pengorganisasian Mormon dgn MP meskipun doktrin berbeda.

    Maaf pak Awi, anda tidak perlu mengajari saya soal Katolik/Protestan ataupun Mormon, sejauh kita diskusi so far saya sudah cukup clear menilai kompetensi anda dalam hal perbandingan agama-agama. Hanya saja anda terlalu PD dan terlalu yakin dengan diri sendiri. Soal agama Mormon pun anda tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu) bahwa ajarannya dan polanya jauh berbeda dengan SSY.

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  20. Dear Sdr.Awi, saya ingin menambahkan komentar terhadap statement anda di bawah ini :

    Awi wrote: Organisasi MP tidak dpt disamakan dgn Katolik/Protestan. Natur dasar organisasinya berbeda, yaitu kultus yg bersifat otoriter.

    Harap dicatat ya statement anda itu : Katolik/Protestan bukan "kultus yg bersifat otoriter" tetapi hanya SSY.

    Apakah anda tidak pernah baca sejarah Inkuisisi / Inquisition dalam gereja masa awal yang jelas2 membuktikan betapa otoriternya kekuasaan Katolik dalam memaksakan dogma dan doktrin gereja terhadap umatnya? (saya menganggap anda pura2 tidak tahu dan pura2 buta, maaf jika saya keliru) Di toko buku Gramedia saat ini sudah beredar buku berjudul "SEJARAH GELAP PARA PAUS - Karangan : Brenda Ralph Lewis.

    Fakta sejarah mencatat Gereja Katolik pernah bertindak kejam terhadap semua orang yang menentang doktrin dan tradisi yang menjadi bagian utama dari Gereja sejak zaman kaisar Konstantin kekejamannya bahkan sangat menjijikkan dan sungguh biadab. Orang yang tidak setuju dengan Doktrin atau Dogma yang telah diputuskan oleh otoritas Gereja melalui sebuah konsili dan kredo otomatis dicap bidat dan harus dibawa masuk pada kesepakatan dengan Gereja Katolik Roma dengan kekuatan apa pun yang dibutuhkan. Jika bidat itu dianggap tidak bertobat serta tidak mau bersumpah setia kepada paus dan wakil gereja, mereka harus dihukum mati. Kekejaman Gereja tersebut menyebabkan banyak orang menjadi martir. Ini merupakan “Zaman Kegelapan” gereja.

    Paus Gregorius IX membentuk pengadilan Inkuisisi. Pada akhirnya Inkuisisi menjadi sebuah alat pemerintahan kepausan untuk menghukum orang-orang yang dituduh sebagai bidat atau sesat. Pada 1487 Paus Innocentius VIII menunjuk rahib Dominikan Spanyol, Tomas de Torquemada (1487-1498), sebagai pelaksana Inkuisisi Agung. Tomas de Torquemada memerintahkan lebih dari 2.000 orang untuk dibakar di tiang. Sementara itu, dari semua Inkuisisi di seluruh dunia, Inkuisisi di Spanyol adalah yang paling aktif dan sadis. Ada tujuh belas pengadilan di Spanyol, masing-masing membakar rata-rata 10 bidat setahun, serta menyiksa dan memotong kaki atau tangan ribuan orang lain yang hampir bisa pulih dari luka-lukanya.

    Dalam Pengadilan Inkuisisi, pembelaan yang dilakukan oleh orang-orang yang dituduh bidat hampir tidak ada gunanya karena tuduhan yang dikenakan pada mereka sudah menjadi bukti yang cukup untuk menyatakan kesalahan, dan makin besar kekayaan tertuduh, makin besar bahaya yang ia tanggung. Selama masa Inkuisisi di Spanyol diperkirakan ada sekitar 32.000 orang, yang kesalahannya tidak lebih dari tidak sepaham dengan doktrin paus kemudian dibakar hidup-hidup. Otoritas gereja mengabaikan pendapat bahwa menghukum kaum “heretics” (kaum yang dicap bidat) dengan membakar hidup-hidup adalah bertentangan dengan semangat Kristus. Tapi, sikap gereja ketika itu menyatakan, bahwa membakar hidup-hidup kaum heretics adalah suatu tindakan yang mulia.

    Demikianlah, selama beberapa abad Gereja Katolik Roma mengamuk di seluruh dunia seperti binatang buas yang kelaparan dan membunuh ribuan orang yang percaya kepada Kristus yang sejati, menyiksa, dan memotong tangan atau kaki ribuan orang lagi. Hukuman kejam tersebut diterapkan guna menjaga kemurnian dogma salahsatunya adalah dogma Tritunggal. ”Ketahuilah, bahwa Tritunggal dilahirkan lewat tiga ratus tahun setelah diberikannya Injil purba;doktrin Tritunggal dikandung dalam ketidak-pahaman, dimunculkan dan dipertahankan oleh kekejaman” – Anthony Buzzard dalam bukunya: The Doctrine of the Trinity. Tetapi, “Zaman Kegelapan Gereja” tersebut ternyata tetap tidak mampu membendung pro-kontra terhadap dogma Tritunggal. Menyatakan Allah itu Tunggal (Satu/Esa), tetapi sekaligus Tiga adalah suatu paradoks. Istilah “Paradoks” berarti pernyataan yang tampaknya bertentangan dengan akal sehat, atau bertentangan dengan dirinya sendiri.

    http://www.amazon.com/The-Doctrine-Trinity-Christianitys-Self-Inflicted/dp/1573093092

    Regards,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  21. Dear sdr.Awi,

    Saya masih menunggu tanggapan anda terhadap komentar saya pada thread ini.

    Wassalam,
    Truthseeker

    ReplyDelete
  22. Selamat malam Bpk Awi dan selamat ‘bertemu’ lagi. Sesuai dg janji saya, berikut ini adalah tanggapan atas artikel Bpk yg KETIGA terkait topic ini. Ya spt yg sdh saya katakan, saya tdk akan “ngacir … cir” kecuali Bpk ‘USIR’ saya lagi. 

    I. Pernyataan Bpk Awi, “Di artikel Kasus Pedofilia : Mengapa Menara Pengawal Terlibat? telah saya jelaskan panjang lebar mengenai kasus gugatan Candace Conti terhadap Menara Pengawal sehingga pengadilan memerintahkan Menara Pengawal untuk membayar kepada Conti jutaan dollar sebagai ganti rugi atas pencabulan yang dilakukan oleh salah satu dari "hamba pelayanan" Saksi-Saksi Yehuwa pada saat Conti berusia 9-10 tahunan.”

    TANGGAPAN SAYA : Fakta bahwa Bpk Awi sudah menjelaskan kasus itu secara ‘panjang lebar’ TIDAK BERARTI/TIDAK OTOMATIS membuat penjelasan tsb menjadi benar!!! [bertentangan dg klaim Bpk Awi yg mengatakan sdh menjelaskan secara PANJANG LEBAR, sebenarnya penjelasan Bpk itu sangat-sangat PENDEK dan sangat-sangat SINGKAT dibandingkan dg dokumen resmi pengadilan yg mencapai ratusan halaman]. Seperti yg juga sudah saya tanggapi secara ‘panjang lebar’, artikel Bpk Awi tsb meskipun sebenarnya sangat-sangat pendek dan singkat namun PENUH DENGAN KEBOHONGAN sekaligus semakin MENEGUHKAN bahwa Bpk Awi adalah seorang PEMBOHONG BESAR. Fakta ini diteguhkan berdasarkan BUKTI YANG SAH berupa dokumen resmi pengadilan The Alameda County Superior Court California. Yang luar biasanya, KEBOHONGAN YANG SAMA kembali Bpk ulangi lagi disini dg menyatakan “… yang dilakukan oleh SALAH SATU dari "HAMBA PELAYANAN" Saksi-Saksi Yehuwa pada saat Conti berusia 9-10 tahunan.” Spt yg sudah saya jelaskan, FAKTA dan BUKTI yg terungkap dg sangat jelas di pengadilan adalah : Kendrick BUKANlah seorang ‘hamba pelayanan’ sewaktu dia melecehkan Candace Conti pd kurun waktu 1995/1996 krn SUDAH DICOPOT sejak bulan November 1993. Pernyataan Bpk ini kembali meneguhkan bahwa Bpk Awi memang seorang PEMBOHONG!!

    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  23. -- l a n j u t a n n y a --
    II. Pernyataan Bpk Awi, “Di dalam artikel bahasan kali ini, saya akan membuktikan sikap munafik Menara Pengawal yang mengklaim bagi dirinya sebagai satu-satunya organisasi Allah di bumi dan telah banyak mencela perilaku gereja-gereja yang terlibat skandal seksual di dalam sejarahnya di dalam publikasi yang diterbitkannya. Dan saya harus akui celaan dan kutukan Menara Pengawal adalah sah. Tetapi ironisnya, ternyata Menara Pengawal telah melakukan hal yang sama juga. Kita lihat kutipan dari majalah Sedarlah! No. 29, 1989, hlm. 10-11 yang mencela lembaga gereja atas skandalnya. Tolong catat, majalah Sedarlah! ini dipublikasikan pada tahun 1989 untuk konsumsi di Indonesia.”

    TANGGAPAN SAYA : Pertama-tama, TERIMA KASIH bahwa Bpk MENGAKUI “celaan dan kutukan Menara Pengawal adalah sah.” Sekarang mari kita cermati beberapa poin dari kutipan majalah Sedarlah! tsb utk melihat apakah pernyataan Bpk Awi bahwa “…ternyata Menara Pengawal telah melakukan hal yang sama juga” benar atau tidak benar, berdasar atau tidak berdasar. Berikut ini beberapa poin yg saya sarikan [mudah2an bisa mencakup semuanya] :
     Susunan Kristen Mengikuti Haluan Orang Kanaan – Dewasa ini, ada orang-orang dan agama-agama yang mengaku Kristen tetapi meniru imoralitas seks dari zaman dulu. Percabulan dan perzinahan sudah umum. Perbuatan homoseks dan pembunuhan kehidupan dalam rahim merajalela. Bayi-bayi yang tidak diinginkan di Kanaan dikorbankan dalam jumlah ratusan; dewasa ini, mereka dibuang dalam jumlah jutaan—55 juta setahun.— Bandingkan Kel. 21:22, 23.
     Karena tidak mau disebut ketinggalan zaman atau terlalu saleh, banyak gereja dalam Susunan Kristen bergegas mengikuti arus ”serba boleh”. Beberapa bahkan menyediakan sarana untuk dosa seksual yang ”aman”, seperti pendeta Unitarian Universal yang menghentikan khotbahnya untuk membagikan kondom kepada jemaatnya.
     Seorang kolumnis, yang juga anggota Gereja Episkopal, berkata, ”Gereja Episkopal tahun 80-an adalah toko teologi tiruan. Ia dapat diandalkan untuk mengisi dan memajang di jendela kecenderungan apapun yang paling mutakhir dalam masyarakat. Selama beberapa tahun yang lalu adalah politik. Tahun ini seks.” Ia memaksudkan suatu kurikulum baru untuk pendidikan seks yang memperlihatkan bahwa ”orang-orang Kristen telah ketinggalan zaman tidak mau mengampuni perbuatan homoseks . . . dan kebahagiaan orang-orang yang kumpul kebo”. Seorang uskup Gereja Episkopal di New York yakin bahwa ”hubungan homoseks yang disertai tanggung jawab pada suatu hari akan diterima sebagai kehendak Allah”.
     Roy Howard Beck, yang bergabung dengan mingguan agama United Methodist Reporter, menulis dalam bukunya On Thin Ice, ”[Mereka yang] terjerat dalam perbuatan [imoralitas] adalah para penginjil TV, para pengkhotbah gereja-gereja besar, para uskup, para pemimpin karismatik yang terkenal, para pemimpin kaum awam yang sangat terpandang, pastor-pastor gereja kecil yang terhormat, imam-imam, anggota gereja Pantekosta, kaum liberal, kaum konservatif—siapa saja. Benar-benar hebat peranan gereja dalam pembinaan masyarakat!” — Hal. 214.
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  24. -- l a n j u t a n n y a --
     Parlemen dari Gereja Inggris, Sinode Umum, mengadakan rapat pada bulan November 1987 untuk membahas suatu mosi yang meminta agar mereka menegaskan lagi bahwa ”percabulan, perzinahan, dan perbuatan homoseks adalah dosa”. Sekretaris umum dari Gerakan Lesbian dan Waria Kristen menyatakan, ”Jika diterima, mosi ini akan menghancurkan Gereja, dan Uskup Agung dari Canterbury mengetahuinya. Menurut perhitungan umum, kami yakin antara 30 sampai 40 persen dari PARA PENDETA Gereja Inggris adalah pelaku homoseks.”
     Keputusan Sinode Umum: Yang ideal adalah hubungan seks dalam perkawinan yang permanen; percabulan dan perzinahan adalah dosa terhadap yang ideal ini; hubungan kelamin homoseks kurang dari yang ideal; dan semua orang Kristen harus menjadi teladan dalam semua bidang moralitas, termasuk moralitas seks. Perbuatan homoseks dinilai kurang serius dosanya ketimbang percabulan dan perzinahan—yang disebut belakangan adalah dosa terhadap yang ideal itu, sedangkan homoseksualitas hanya kurang ideal. Tidak ada pemecatan atas mereka yang melakukan percabulan. Tidak juga atas para pezinah. Para pendeta dan paderi yang homoseks dilabur putih.
     Selama sinode itu, pendeta paroki Tony Higton telah memberikan dokumen-dokumen bukti yang sensasional melawan pendeta-pendeta yang homoseks. Salah seorang dituduh memperkosa anak-anak, tetapi hanya dipindahkan ke paroki lain. Seorang imam lain, yang dituduh melakukan perbuatan yang sangat tidak senonoh di kamar kecil umum, ditugaskan ke wilayah keuskupan lain, di tempat ia dituduh melakukan pelanggaran yang sama—masih juga belum dipecat. PENDETA-PENDETA Anglikan yang HOMOSEKS di London, Higton melaporkan, membuka kios buku yang ”menjual lektur yang diduga keras menganjurkan hubungan homoseks dengan siapa saja, praktik pelacuran pria, dan beragam perbuatan homoseks”. Sebuah buku di kios itu diduga memperlihatkan ”seorang gadis umur lima tahun di tempat tidur bersama ayahnya dan kekasih pria ayahnya”.
     Dapat dimengerti bahwa PENDETA-PENDETA yang HOMOSEKSUAL merasa senang. ”Sinode itu jelas telah memberi masyarakat lesbian dan homoseksual tempat dalam kehidupan Gereja,” kata mereka. Bagaimanapun juga, Uskup Agung dari Canterbury Runcie ”bersikeras agar gereja tidak mengutuk para homoseks yang telah didisiplin dan bertanggung jawab”, dan berkata, ”Saya ingin menekankan bahwa seorang HOMOSEKS ALAMIAH adalah manusia yang seutuhnya.”
     USKUP AGUNG dari Canterbury mengerat dan menyusun kembali kata-kata Yesus untuk memberi tempat bagi kaum homoseks dalam gereja Kristus, dengan berkata, ”Dalam tempat ibadat dari gereja Kristus di bumi ini ada banyak tempat tinggal, dan semuanya terbuat dari kaca.” (Bandingkan Yohanes 14:2.) Jadi sebenarnya ia berkata, ’Jangan melempar batu kepada siapapun, bahkan tidak kepada kaum homoseks, karena ada juga tempat tinggal bagi mereka dalam gereja Kristus.’
     USKUP dari Chester, Michael Baughen, bersikeras bahwa ”bahasa Yunani dari Perjanjian Baru membenarkan uraian baru dari doktrin Anglikan untuk menyatakan ’kasih, kesedihan, kepekaan dan pengertian’ terhadap kaum homoseks”, bahwa homoseksualitas ditegor dalam Alkitab hanya sebagai ”menyimpang dari jalan itu”. Apa yang sebenarnya dikatakan Alkitab adalah bahwa kaum homoseks, jika tidak berubah, tidak akan mewarisi Kerajaan dan ”patut dihukum mati”.— Roma 1:27, 32; 1 Kor. 6:9-11.
     Mengutip kembali dari The Times, sinode itu membenarkan ”tuduhan yang sudah usang bahwa Gereja Inggris tidak mempercayai apa-apa dan mengizinkan segala sesuatu” dan menetapkan ”kecenderungannya yang plin-plan—menerima begitu saja setiap gagasan modern yang liberal seolah-olah itu Injil”. Di bawah judul ”Kepalsuan Gereja”, Liverpool Daily Post berkata, ”PARA PEMIMPIN Gereja Inggris tampaknya semakin tidak dapat menyatakan dengan jelas apa yang mereka anggap benar dan salah.” Seperti dinyatakan dengan kecut dalam The Economist, ”Gereja Inggris menentang praktik-praktik homoseks, tetapi sedikit saja.”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  25. -- l a n j u t a n n y a --
     Di bawah judul ”Kemarahan terhadap Putusan Sinode mengenai para Homoseksual”, harian Daily Post mengutip kata-kata sejumlah anggota Parlemen Tory (Partai Konservatif Inggris). Seorang anggota Parlemen menyebut keputusan Sinode itu ”memalukan dan pengecut!” Yang lain, ”Saya khawatir bahwa homoseksualitas sekarang telah MENDAPAT TEMPAT BERPIJAK YANG KUAT DALAM KEIMAMAN Gereja Inggris dan dalam Gereja Inggris itu sendiri.” Yang ketiga, ”Keputusan melalui pemilihan ini—saya lebih senang menyebutnya kepalsuan yang memalukan—sebenarnya menempatkan anak-anak dalam bahaya. Banyak pelaku homoseks yang tidak dapat menemukan pasangan beralih kepada anak-anak kecil dan di sinilah anak-anak yang menghadiri gereja menjadi sasaran yang begitu empuk. . . . Dalam bahasa yang terus terang, GEREJA TELAH GAGAL UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI dari kejahatan yang merajalela dalam barisannya sendiri” [huruf2 besar oleh saya].
     Gereja Katolik terang-terangan tidak setuju dengan homoseksualitas, dengan menyebutnya dosa besar. Tetapi dalam praktiknya GEREJA MENUTUP-NUTUPI PERBUATAN IMAM-IMAM [huruf besar oleh saya] YANG BERSALAH dan bahkan membuat mereka dapat meneruskan penyelewengan seks mereka. Memang, Paus Yohanes Paulus II mengucapkan kata-kata yang hangat bagi kaum homoseks sewaktu ia menyatakan, ”Mereka ada dalam hati gereja.”
     Sebuah surat kabar Katolik yang independen, National Catholic Reporter, 27 Februari 1987, menyatakan bahwa pendeta yang homoseks menilai bahwa 50 persen dari para imam Katolik A.S. adalah homoseks. Angka ini ditentang. Seorang ahli psikologi, yang memberikan pernyataan atas dasar 1.500 orang yang diwawancarai, menyatakan bahwa 20 persen dari 57.000 IMAM Katolik A.S. adalah homoseks, sedangkan laporan-laporan yang terbaru telah membuat ”ahli-ahli terapi lain berpendapat bahwa angka yang tepat sekarang mungkin mendekati 40 persen”.
     Baru satu tahun yang lalu, surat-surat kabar di seluruh negeri dibanjiri dengan laporan tentang pemerkosaan atas anak-anak OLEH IMAM-IMAM [huruf besar oleh saya] Katolik. Laporan berikut dari Mercury News, San Jose, Kalifornia, 30 Desember 1987, adalah sesuatu yang khas: ”Pada waktu kesadaran bangsa terhadap problem penganiayaan anak-anak bertambah besar, Gereja Katolik di Amerika Serikat terus mengabaikan dan menutup-nutupi kasus-kasus imam-imam yang menganiaya anak-anak secara seksual, [ini] menurut catatan pengadilan, dokumen intern gereja, pihak berwenang sipil dan para korban sendiri.
     ”Para pejabat gereja bersikeras bahwa kasus Lousiana yang terkenal tahun 1985, yaitu SEORANG IMAM MENGANIAYA sedikitnya 35 anak laki-laki, telah mengajar mereka untuk menangani problem itu dengan tegas. Tetapi penyelidikan oleh Mercury News selama tiga bulan mengungkapkan bahwa dalam lebih dari 25 keuskupan di seluruh negeri, para pejabat gereja tidak memberi tahu pihak yang berwenang, MEMINDAHKAN imam-imam yang melakukan penganiayaan ke paroki lain, mengabaikan keluhan orang-tua dan tidak mempedulikan kemungkinan adanya kehancuran atas diri para korban yang masih muda. . . . Jutaan dollar telah dibayarkan kepada para korban dan keluarga mereka sebagai ganti rugi, dan satu laporan gereja tahun 1986 memperkirakan bahwa tanggungan gereja dapat mencapai satu milyar dollar dalam sepuluh tahun lagi [huruf2 besar oleh saya].”
     ”Kasus Lousiana yang terkenal tahun 1985” yang ditulis dalam laporan Mercury News adalah berkenaan seorang imam bernama Gilbert Gauthe. ”Kira-kira $12 juta sudah dibayarkan kepada para korbannya.” Kegiatan homoseks dari Gauthe TELAH DIKETAHUI SELAMA BERTAHUN-TAHUN, tetapi ’keuskupan menangani problem itu dengan MEMINDAHKAN DIA dari paroki satu ke paroki lain SEDIKITNYA TIGA KALI’. Dalam satu kejadian ”orang-tua menyatakan dalam kesaksian bahwa Gauthe ’menggauli’ anak laki-laki mereka yang berusia 7 tahun sejak hari pertama ia menjadi pembantu Misa dan selama setahun setelahnya, sampai imam itu dipindahkan” [huruf2 besar oleh saya].

    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  26. -- l a n j u t a n n y a --
     Laporan-laporan surat kabar tak habis-habisnya menulis banyak kasus spesifik tentang kaum remaja Katolik yang ’digauli’ OLEH PARA PENDETA KATOLIK [huruf besar oleh saya], tentang jutaan dollar yang dibayarkan untuk menyelesaikan tuntutan hukum, tentang banyak kasus yang diselesaikan di luar pengadilan, dan tentang perusahaan-perusahaan asuransi yang ”tidak mau lagi mengganti biaya tuntutan pemerkosaan bagi personalia keuskupan”.
     Thomas Fox, redaktur dari National Catholic Reporter, mengatakan, ”Problem telah ditutup-tutupi secara nasional selama bertahun-tahun oleh para uskup.” Eugene Kennedy, seorang bekas pendeta dan sekarang profesor psikologi di Universitas Loyola, mengatakan, ”Apa yang anda lihat di pengadilan-pengadilan hanyalah sedikit saja.” Thomas Doyle, pendeta Dominikan dan pengacara agama, menyatakan, ”Selama banyak abad, penganiayaan seksual pada anak-anak lelaki OLEH PARA PENDETA [huruf besar oleh saya] adalah satu-satunya problem yang paling serius yang harus kita hadapi.”

    APA BEBERAPA POKOK UTAMA YANG MENONJOL DARI KUTIPAN2 TSB? Setidaknya [menurut saya] ada beberapa poin :
     Betapa standar-standar moral Allah Yehuwa yg sdh Dia tetapkan dalam Firman-Nya, Alkitab sangat-sangat “DIENCERKAN” oleh orang-orang yg mengaku sbg pengikut putra-Nya, Yesus Kristus.
     Bahkan yang paling menyedihkan, yang MENGENCERKAN-nya adalah para pemimpin agama. Perhatikan misalnya bgm para pemimpin agama [Protestan dan Katolik] memandang praktek homoseksual. Juga perhatikan apa yg ditunjukkan oleh fakta bahwa ada banyak PENDETA Anglikan [Gereja Inggris] dan IMAM Katholik yg adalah seorang homoseksual [menurut perkiraan berdasarkan sumber2 yg dikutip, di AS antara 20 – 40 % IMAM adalah homoseksual]. – Yesaya 5 : 20 [LAI] –
     Sewaktu seorang pemimpin agama [Pendeta atau Imam] kedapatan melakukan penganiayaan seksual terhadap anak2 kecil, sebaliknya daripada MENCOPOT jabatannya mereka justru HANYA DIPINDAHKAN ke jemaat/paroki lain dimana mereka tetap memiliki akses penuh terhadap anak2 kecil.
    Sekarang pertanyaan saya utk Bpk Awi, DIMANA LETAK PERSAMAANNYA dengan MP/SSY? Apakah Bpk Awi punya bukti bahwa ada Penatua-Penatua dikalangan SY adalah seorang yg mempraktekan homoseksual? Apakah Bpk Awi punya bukti yg sahih bahwa dikalangan SSY ada Penatua-Penatua [kalau di Katolik “Imam”, di Protestan “Pendeta”] yg TERBUKTI telah bertahun-tahun melakukan penganiayaan seksual tetapi SENGAJA DITUTUP-TUTUPI oleh MP dan HANYA DIPINDAHKAN ke sidang lain TANPA DICOPOT dr hak istimewanya sbg Penatua sehingga ia bisa dg leluasa menganiaya anak2 lain? Kalau ada, silahkan dong disajikan!!! Spt yg sdh saya katakan sewaktu menanggapi artikel “Skandal Seksual - Pedofilia Saksi Yehuwa”, Bpk Awi berupaya utk membuat persamaan dari sesuatu yg SAMA SEKALI TIDAK SAMA!!! [Silahkan lihat tanggapan saya atas artikel “Skandal Seksual - Pedofilia Saksi Yehuwa” di poin III]. Apa kesimpulannya? Pernyataan Bpk Awi yg ‘menyesatkan’ ini adalah KEBOHONGAN!!
    -- b e r l a j u t --

    ReplyDelete
  27. -- l a n j u t a n n y a --
    III. Pertanyaan dan pernyataan Bpk Awi, “…Lalu bagaimana dengan Menara Pengawal, apakah juga tidak mengikuti arus "serba boleh"? Ataukah pada saat Menara Pengawal menulis artikel tersebut, Menara Pengawal 'lebih suci' dibandingkan lembaga-lembaga Kristen yang dicelanya? Menarik, saya juga memiliki sebuah cuplikan berita dari NBC News yaitu INDEPTH - diterbitkan di youtube pada 15 Juli 2012 - yang menceritakan seorang buronan yang bernama Frederick McLean. McLean merupakan salah satu dari 15 orang yang paling dicari [most wanted] oleh U.S. Marshals (Polisi Amerika) karena kasus pencabulan 4 anak di bawah 14 tahun di California.

    TANGGAPAN SAYA : PERTAMA, Pertanyaan Bpk, “bagaimana dengan Menara Pengawal, apakah juga tidak mengikuti arus "serba boleh"?” Jawaban saya, SAMA SEKALI TIDAK, MP/SSY sama sekali TIDAK MENGIKUTI arus ‘serba boleh’!!! Apakah Bpk pernah membaca artikel Menara Pengawal atau Sedarlah! atau publikasi2 MP lainnya yg isinya MENGENCERKAN standar2 moral Allah Yehuwa alias menganjurkan atau mempromosikan semangat ‘serba boleh’ khususnya secara moral? (Yesaya 5 : 20) Apakah Bpk Awi punya bukti bahwa ada Penatua-Penatua dikalangan SY adalah seorang yg mempraktekan homoseksual? Apakah Bpk Awi punya bukti yg sah bahwa dikalangan SSY ada Penatua-Penatua yg TERBUKTI telah bertahun-tahun melakukan penganiayaan seksual tetapi SENGAJA DITUTUP-TUTUPI oleh MP dan HANYA DIPINDAHKAN ke sidang lain TANPA DICOPOT dr hak istimewanya sbg Penatua sehingga ia bisa dg leluasa menganiaya anak2 lain? Sekali lagi kalau ada, silahkan dong disajikan!!! Jangan bisanya hanya ber-retorika alias ‘omong doang’!!
    Satu fakta penting lainnya spt ditunjukan oleh kutipan2 dibawah ini, setiap tahun ada PULUHAN RIBU yg dipecat [kebanyakan krn imoralitas seksual]. Kalau memang SSY/MP “mengikuti arus serba boleh” dari dunia ini, mengapa mereka melakukan ini? Spt yg mungkin sdh Bpk Awi ketahui, TIDAK MUDAH/TIDAK GAMPANG bagi seseorang utk menjadi SY. Ada banyak tahapan yg hrs dia lalui sebelum di baptis sbg seorang SY. Nah sekarang setelah menjadi SY kemudian mempraktekan imoralitas seksual dan tidak bertobat, akhirnya harus dikeluarkan/dipecat dr sidang. Kalau memang mau ‘mengikuti arus serba boleh’ HARUSNYA MP/SSY TIDAK PERLU MEMECAT mrk sbgmn dilakukan oleh Susunan Kristen, kan “sayang” harus kehilangan puluhan ribu anggota setiap tahun padahal sudah cape2 mengabar dan mengajar mrk selama berbulan-bulan atau bahkan mungkin bertahun-tahun. Kalau mau pake hitung2an ekonomi/bisnis berarti setiap tahun SSY/MP ‘rugi besar’, tapi karena ini adalah perintah Allah Yehuwa melalui FirmanNya, Alkitab, mau tidak mau ya HARUS dilakukan. Makanya pemecatan adalah salah satu BUKTI bahwa MP/SSY sama sekali TIDAK MENGIKUTI ‘arus serba boleh’ yg begitu marak dlm gereja-gereja Susunan Kristen.
    KEDUA : Pertanyaan Bpk, “Ataukah pada saat Menara Pengawal menulis artikel tersebut, Menara Pengawal 'lebih suci' dibandingkan lembaga-lembaga Kristen yang dicelanya?”
    Sekali lagi mari kita cermati apa yg dikatakan dlm artikel Sedarlah tsb sehubungan dg sidang Kristen [SSY], -- “TIDAK BERARTI bahwa dosa daging TIDAK PERNAH AKAN TERJADI dalam sidang-sidang Kristen tetapi jika hal itu terjadi, orang-orang yang bersalah HARUS BERTOBAT atau DIPECAT [huruf besar oleh saya]. Tetapi pekerjaan pembersihan secara rohani ini—pemecatan atas orang-orang cabul dan pezinah-pezinah serta kaum homoseks—tidak dilakukan kebanyakan agama dari Susunan Kristen.” --- Dari pernyataan itu, MP MEMANG MENGAKUI bahwa kasus-kasus imoralitas spt itu BISA dan MEMANG TERJADI dlm sidang Kristen dewasa ini sbgmn itu juga terjadi di sidang Kristen abad pertama (1 Korintus 5 : 11 – 13 ; Wahyu 2 : 14, 20 – 22)
    -- b e r l a j u t --

    ReplyDelete
  28. -- l a n j u t a n n y a --
    Berikut ini beberapa contoh lain lagi yg berisi PENGAKUAN kpd umum terkait kasus-kasus imoralitas YANG MEMANG TERJADI di dalam sidang SSY :
     Majalah Menara Pengawal s-20 thn 1986 hlm 13, berisi pernyataan ini, “Mungkin kedengarannya mengejutkan, bahwa ADA ORANG-ORANG YANG TERKEMUKA dalam organisasi Yehuwa yang TELAH MENYERAH KEPADA PRAKTEK-PRAKTEK IMORAL, termasuk homoseks, bertukar istri, dan PEMERKOSAAN ANAK-ANAK [“child molesting”]. Juga perlu diperhatikan, bahwa selama tahun lalu, ada 36.638 orang yang HARUS DIPECAT dari sidang Kristen, kebanyakan di antaranya karena mempraktekkan imoralitas. Organisasi Yehuwa harus dijaga bersih! (1 Korintus 5:9-13) Kinilah waktunya bagi para penatua, pelayan-pelayan sidang, dan sesungguhnya semua saudara-saudari kita untuk menghindari keadaan apapun yang dapat mengarah kepada imoralitas.” [huruf besar dan tambahan oleh saya]
     Majalah Menara Pengawal s-38 thn 1987 hlm 27 : “Apakah fakta ini perlu ditandaskan pada jaman sekarang? Memang demikian, bukan hanya karena keadaan dalam Susunan Kristen tetapi juga karena keadaan beberapa orang di antara umat Yehuwa yang berbakti. Dari 3.000.000 lebih penyiar kabar baik tahun lalu, ada 37.000 lebih dipecat karena tingkah laku yang tidak layak bagi seorang Kristen. Hal itu berarti kira-kira satu di antara 80. Kemungkinan besar, kebanyakan dari orang-orang ini pasti sekali-sekali berdoa. Tetapi apakah mereka bertindak selaras dengan doa-doa mereka? Sama sekali tidak! Bahkan BEBERAPA PENATUA [huruf besar oleh saya] yang berada dalam dinas sepenuh waktu selama puluhan tahun termasuk di antara mereka yang didisiplin dengan salah satu cara. Betapa menyedihkan!”
     Majalah Menara Pengawal s-40 thn 1987 : “Sikap-sikap umum apakah yang mungkin mulai kita setujui, bahkan sebelum kita menyadarinya, karena pengaruh yang kuat dari ”udara” dunia ini? Salah satu ialah kecenderungan untuk bermain-main dengan hal-hal yang imoral. Gagasan dunia ini tentang seks dan moral ada di sekeliling kita. Banyak orang mengatakan, ’Tidak apa-apa untuk melakukan percabulan, melahirkan anak di luar perkawinan, dan mempraktekkan perbuatan homoseks. Kami hanya melakukan apa yang normal, wajar.’ Apakah ”udara”, atau semangat duniawi ini telah mempengaruhi umat Yehuwa? Menyedihkan bahwa selama tahun dinas 1986, 37.426 harus dipecat dari sidang Kristen, jumlah yang terbesar dari antaranya KARENA MEMPRAKTEKKAN IMORALITAS SEKS [huruf besar oleh saya]. Dan ini tidak termasuk jumlah yang lebih tinggi lagi dari mereka yang ditegur karena imoralitas tetapi tidak dipecat karena mereka sungguh-sungguh bertobat.—Amsal 28:13.”
     Menara Pengawal 15/11/1991 hlm 9 : “Kebenaran yang menimbulkan rasa prihatin ini telah menjadi jelas bagi kita dengan dikeluarkannya dari pergaulan sidang lebih dari 40.000 orang-orang yang berbuat salah selama tahun dinas yang lalu, terutama disebabkan oleh tingkah laku salah yang keterlaluan. Di samping itu juga banyak yang diberi teguran, terutama karena perbuatan seksual yang amoral tetapi semuanya disebabkan karena tidak menjalankan pengendalian diri. Yang juga menimbulkan rasa prihatin adalah bahwa BEBERAPA PENATUA [huruf besar oleh saya] yang sudah lama melayani kehilangan seluruh hak istimewa mereka karena alasan yang sama.”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  29. -- l a n j u t a n n y a --
     Buku Tahunan 1993 hlm 191 : “Blanca Rosa sedang belajar dengan seorang saudari utusan injil yang tak lama lagi akan meninggalkan negeri itu. Utusan injil tersebut berniat mengalihkan pengajaran yang dipimpinnya ini kepada penyiar lain, tapi Blanca Rosa tidak mau melanjutkan pengajaran. Namun, ia ingin tahu, mengapa saudari utusan injil itu harus pergi. ”Pergilah ke perhimpunan nanti malam, dan Ibu akan mengerti,” jelas saudari itu. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, Blanca Rosa pergi ke perhimpunan malam itu dan mendengar suatu pengumuman: Suami saudari utusan injil itu, yang juga SEORANG UTUSAN INJIL dari luar negeri dan SEORANG PENGAWAS, dipecat dari sidang. Blanca Rosa sangat terkesan. Pikirnya, ’Inilah kebenaran. Ras, penampilan, ataupun kedudukan tak dapat menghalangi seorang pedosa untuk dikeluarkan dari sidang.’ Ini merupakan titik balik dalam hidupnya. Ia dibaptis dan selama empat tahun ia melayani sebagai perintis ekstra.”
     Buku “Pemberita” hlm 187 : “Menyedihkan sekali, belakangan ini puluhan ribu pelaku kesalahan YANG TIDAK BERTOBAT perlu DIPECAT setiap tahun. Di antara mereka TERDAPAT PENATUA-PENATUA [huruf besar oleh saya] yang menonjol. Tuntutan Alkitab yang sama berlaku untuk semua. (Yak. 3:17) Saksi-Saksi Yehuwa menyadari bahwa memelihara organisasi TETAP BERSIH SECARA MORAL [huruf besar oleh saya] penting sekali untuk tetap mendapatkan perkenan Yehuwa.”

    Apakah kutipan2 di atas menyiratkan bahwa “Menara Pengawal 'lebih suci' dibandingkan lembaga-lembaga Kristen yang dicelanya?” Jawabannya : Mungkin iya, mungkin juga tidak! Tetapi kalau pertanyaannya dirubah menjadi, Apakah MP/SSY ‘lebih bersih’? Jawabannya, YA PASTI!!!
    Pertanyaan saya, sbgmn pernah ditanyakan oleh Sdr saya, Truthseeker, apakah gereja-gereja yg pernah Bpk hadiri atau yg sekarang Bpk hadiri, MEMECAT anggotanya yg mempraktekan dosa tapi tidak bertobat?

    KETIGA, Pernyataan Bpk Awi “saya juga memiliki sebuah cuplikan berita dari NBC News yaitu INDEPTH - diterbitkan di youtube pada 15 Juli 2012 - yang menceritakan seorang buronan yang bernama Frederick McLean. McLean merupakan salah satu dari 15 orang yang paling dicari [most wanted] oleh U.S. Marshals (Polisi Amerika) karena kasus pencabulan 4 anak di bawah 14 tahun di California.”

    JAWABAN SAYA : Sekali lagi, fakta bahwa Bpk Awi ‘memiliki’ dan menyajikan cuplikan2 berita dari beberapa sumber itu TIDAK secara OTOMATIS/BUKANLAH JAMINAN bahwa berita2 tsb sudah pasti benar!!
    FAKTA membuktikan bahwa dalam dua artikel Bpk terkait topic ini yg sdh saya tanggapi, meskipun Bpk Awi menyajikan cuplikan2 berita yg hampir sama, ternyata berdasarkan BUKTI transkrip pengadilan maupun bukti2 lainnya apa yg dikatakan oleh orang2 tertentu di depan media adalah TIDAK BENAR!!
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  30. -- l a n j u t a n n y a --
    IV. Kutipan pernyataan Lisa Myers: “Frederick Mclean adalah diantara buronan yang paling dicari karena diduga mencabuli anak-anak selama 10 tahun. Lisa Myers: Saksi-Saksi Yehuwa akhir-akhir ini setuju untuk membayar ganti rugi untuk menyelesaikan tuntutan hukum atas dugaan gereja tahu atau seharusnya mengetahui McLean adalah seorang pedofil. Dengan 9 kasus yang hampir sama diselesaikan melalui Kantor Pusat tanpa mengakui kesalahan. Tetapi berdasarkan catatan internal gereja mengungkapkan berkenaan akan tuntutan hukum tersebut bahwa gereja telah mengetahui bertahun-tahun bahwa anggota-anggota gereja yang terkemuka melecehkan anak-anak kecil tetapi gereja tertindak sedikit. Contohnya James Henderson. Dokumen menunjukkan bahwa gereja mengetahui bahwa ia melecehkan anak-anak pada awal tahun 1970-an dan mencopotnya dari posisi pemimpin [penatua atau hamba] untuk sementara waktu tetapi rupanya tidak pernah melaporkan ke polisi. Pada akhirnya ia ditangkap pada tahun 1994 dan masuk penjara setelah melecehkan anak-anak selama 20 tahun.
    Pemimpin gereja yang lainnya Albert Herd, mengakui kepada gereja pada tahun 1981 melecehkan 3 anak-anak berusia 5, 9 dan 11 tahun. Sidang lokalnya memecatnya dan menginformasikan kepada kantor pusat gereja. Tetapi lagi, rupanya pihak gereja tidak pernah menginformasikan polisi mengenai hal ini. Herd sekarang berada di penjara mengakui ia melecehkan anak lainnya sampai tahun 2003.”

    JAWABAN SAYA : PERTAMA, untuk mendapatkan gambaran yg mudah-mudahan bisa cukup berimbang soal pernyataan “Saksi-Saksi Yehuwa akhir-akhir ini setuju untuk membayar ganti rugi untuk menyelesaikan tuntutan hukum”, saya senang menyarankan pembaca utk membaca informasi terkait di link2 berikut ini : http://thirdwitness.com/childabuse/Poissonous.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Boering.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Deal.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Norris.html; http://thirdwitness.com/childabuse/telememo.html.

    KEDUA, soal contoh yg di sajikan disini yaitu James Henderson dan Albert Herd. Pertanyaannya adalah : Sekali lagi, Mengapa para Penatua dan LMP “tidak pernah menginformasikan polisi mengenai hal ini”? Jawabannya sdh saya bahas di poin VII – IX, XII dlm tanggapan saya atas artikel Bpk “Kasus Pedofilia: Mengapa Organisasi Allah Terlibat?” Yang intinya adalah : Pada periode waktu tsb di AS TIDAK ADA/BELUM ADA produk hokum yang MEWAJIBKAN pemimpin agama [SY, Penatua] utk melaporkan kasus “Child Abuse” ke polisi. Meskipun demikian, spt yg kita lihat dalam kasus Jonathan Kendrick, para Penatua mengatakan kepada Evelyn Kendrick dan Andrea [korban dan orang tuanya] bahwa mereka “punya hak mutlak” utk melaporkannya ke polisi JIKA mereka mau melakukannya. Dan memang pada akhirnya mereka melaporkannya ke polisi. Satu hal yang menarik utk diperhatikan dlm 2 contoh yg disajikan disini [dg asumsi bahwa informasi ini ‘valid’] adalah baik Henderson maupun Herd langsung DICOPOT bahkan Herd DIPECAT. Spt yg pernah saya tanyakan waktu itu, Apakah gereja2 yg pernah Bpk Awi hadiri atau yg sekarang sedang Bpk hadiri melakukan hal yg sama dg apa yg dilakukan oleh SSY sewaktu menghadapi situasi yg sama? Sbg informasi tambahan mengapa para Penatua TIDAK BISA MENGAMBIL ALIH tanggung jawab korban maupun orang tua korban utk melakukan pelaporan ke pihak berwenang, silahkan pembaca membaca di link : http://thirdwitness.com/childabuse/Mandatory.html
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  31. -- l a n j u t a n n y a --
    V. Kutipan pernyataan Barbara Anderson dan Myers : “Peraturan dan prosedur yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa melindungi para pedofil daripada melindungai anak-anak. Myers: Barbara Anderson mantan Saksi-Saksi Yehuwa adalah seorang yang berani menentang gereja tentang hal ini. Ia mengatakan bahwa gereja memilih untuk menyimpan pengakuan-pengakuan pelecehan-pelecehan yang terjadi konfidensial. Memperlakukan pelecehan sebagai sebuah dosa daripada kriminal. Anderson: Mereka tidak melaporkan pelecehan anak-anak kepada pihak berwenang kecuali dimandatkan oleh negara agar klergi melakukannya demikian.” Myers: Gereja menolak berbicara di depan kamera. Tetapi dalam pernyataannya menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui atau memproteksi peleceh-peleceh anak. Kasus-kasus di dalam gereja adalah jarang, para anggota memiliki hak untuk melaporkan kriminal yang mengerikan itu dan penatua mematuhi peraturan hukum mengenai pelecehan anak. Tetapi tidak di seluruh negara bagian menuntut klergi melaporkan mengenai pelecehan anak. Artinya beberapa peleceh tertangkap jika ada korban yang melaporkan mengenai adanya pelecehan seksual. Seperti penuntut McLean menginginkannya tertangkap.”

    JAWABAN SAYA : PERTAMA, pernyataan Barbara Anderson “Peraturan dan prosedur yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa melindungi para pedofil daripada melindungai anak-anak” – menimbulkan pertanyaan : Apakah memang benar demikian? Bgm jk ‘peraturan dan prosedur yg dilakukan oleh SSY’ DIBANDINGKAN dg kebijakan organisasi2 keagamaan lainnya, kebijakan siapakah yg LEBIH BAIK? Utk mendapatkan informasi yg bisa membantu pembaca menjawab pertanyaan2 ini dg obyektif silahkan melihat dan membaca link2 berikut ini :
    http://thirdwitness.com/childabuse/Hush.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Judicial.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Privileges.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Move.html; http://thirdwitness.com/childabuse/Betterpolicy.htm.

    KEDUA : Pernyataan Anderson, “gereja memilih untuk menyimpan pengakuan-pengakuan pelecehan-pelecehan yang terjadi konfidensial.” – Bagi pembaca yg ingin mengetahui apa alasannya mengapa LMP memiliki database utk “menyimpan pengakuan-pengakuan pelecehan-pelecehan yang terjadi konfidensial” silahkan melihat dan membaca link berikut ini : http://thirdwitness.com/childabuse/Database.html

    KETIGA : Kutipan pernyataan Anderson : “Mereka tidak melaporkan pelecehan anak-anak kepada pihak berwenang kecuali dimandatkan oleh negara agar klergi melakukannya demikian.” ------ Pertanyaan saya, Bukankah ini berarti LMP/SSY justru benar2 menaati PERINTAH YEHUWA melalui FirmanNya di Roma 13 : 1 utk “takluk kepada pemerintah yang diatasnya” [TB LAI]? Jadi, jika Negara AS TIDAK MEWAJIBKAN klergi [SY, Penatua] utk membuat pelaporan ke pihak berwenang, lalu mengapa mereka harus di salahkan krn TIDAK MEMBUAT laporan ke polisi sbgmn tuduhan2 Bpk Awi? Aneh bin ajaib!!! Tapi sekali lagi tolong diperhatikan bahwa produk hukum yg dimaksud adalah yg MEWAJIBKAN KLERGI/PEMIMIPIN AGAMA [SY, Penatua]. Hal ini penting utk diingat karena, kalaupun Penatua tdk diwajibkan utk melaporkannya BUKAN BERARTI SEMUA SY tidak boleh melaporkannya. Dlm kebijakan MP yg dirilis melalui situs www.jw-media.org/aboutjw/article23.htm juga di sebutkan bahwa “Additionally, THE VICTIM OR ANYONE ELSE WHO HAS KNOWLEDGE OF THE ALLEGATION MAY WISH TO REPORT THE MATTER TO THE AUTHORITIES, AND IT IS HIS OR HER ABSOLUTE RIGHT TO DO SO.”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  32. -- b e r l a n j u t --
    KEEMPAT : Pernyataan Myers: “…Tetapi tidak di seluruh negara bagian menuntut klergi melaporkan mengenai pelecehan anak. Artinya beberapa peleceh tertangkap jika ada korban yang melaporkan mengenai adanya pelecehan seksual.” ------ FAKTA bahwa menurut Myers “tidak di seluruh negara bagian menuntut klergi melaporkan mengenai pelecehan anak” kembali MENEGUHKAN bahwa Bpk Awi adalah PEMBOHONG BESAR. Harap diingat dlm 2 artikel sebelumnya Bpk Awi sangat sering dan dg sangat yakin mengulang-ulang KEBOHONGAN bahwa apa yg dilakukan oleh 2 Penatua dlm kasus Kendrick yaitu TIDAK MELAPORKAN ke polisi adalah tindakan MELAWAN HUKUM KAISAR dlm hal ini pemerintahan AS. Padahal spt yg sdh saya jelaskan berdasarkan FAKTA dan BUKTI pengadilan , negara bagian California baru memberlakukan hukum tsb pd bulan Januari 1997. Ya, menurut Myers bahkan sampai SEKARANGPUN masih ada Negara bagian yg TIDAK MEWAJIBKAN klergi [SY, Penatua] utk melaporkan ke polisi kasus “Child Abuse”. Jadi, sekali lagi memang TIDAK ADA hukum kaisar yg dilanggar oleh MP/SSY [para Penatua] dalam kasus Kendrick.

    VI. Pernyataan Bpk Awi, “Ya, Anda telah mendengar berita tersebut. Kasusnya mirip dengan Jonathan Kendrick, bukan? Menara Pengawal telah membiarkan pelaku-pelaku pedofil berkeliaran bebas tanpa melaporkan ke pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut. Dengan mendiamkan saja berarti Menara Pengawal telah membiarkan anak-anak lainnya berada di dalam bahaya. Satu hal yang kita tahu dari surat pernyataan resmi Menara Pengawal tersebut yaitu bahwa "penatua mematuhi peraturan hukum mengenai pelecehan anak". Pernyataan ini suatu kebohongan besar jika kita lihat surat resmi Menara Pengawal kepada badan penatua pada tahun 1989 (lihat Di artikel Kasus Pedofila: Mengapa Menara Pengawal Terlibat?). Di dalam surat tersebut menyatakan bahwa jika terjadi kasus pelecehan anak, lapor segera ke bagian legal Menara Pengawal, tidak ada pernyataan untuk melaporkan langsung ke polisi! Dan kita juga tahu bahwa laporan NBC tersebut adalah benar yaitu setiap laporan disimpan secara konfidensial dibandingkan diungkapkan keluar kepada orang yang tidak berhak mengetahuinya, seperti polisi atau bahkan anggotanya sidang jemaat lainnya.”

    JAWABAN SAYA : Memang sungguh ‘luar biasa’ sekali Bpk Awi ini. Siapa yg sebenarnya sedang berbohong? Pernyataan Bpk ini sekali lagi memperlihatkan betapa PARAHnya KREDIBILITAS Bpk. Padahal Bpk baru saja mengutip pernyataan Myers bahwa sampai sekarangpun “tidak di seluruh negara bagian menuntut klergi melaporkan mengenai pelecehan anak” [apalagi pd saat Kendrick ‘melecehkan’ Andrea dan Conti tahun 1993 dan 1995/1996, kebanyakan Negara bagian termasuk California TIDAK MEWAJIBKAN] koq ya bisa2nya Bpk menulis pernyataan ini. Ya, sekali lagi Bpk Awi memang adalah seorang PEMBOHONG BESAR!! Bahwa Bpk sangat tidak suka/sangat membenci MP/SSY, menurut saya sih sah-sah saja krn itupun merupakan hak asasi Bpk. Tapi mbok ya kalau nulis sesuatu utk mendiskreditkan SSY, tolong jangan dengan cara MEMBOHONGI pembaca. Bpk SELALU MENGKLAIM bahwa tulisan2 Bpk berisi ‘fakta-fakta yang tak terbantahkan’, tapi trnyata apa yg Bpk klaim sbg ‘fakta’ dlm kasus ini JUSTRU BERTENTANGAN dg fakta yg sebenarnya!
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  33. -- l a n j u t a n n y a --
    VII. Pernyataan Bpk Awi, “Nah, sekarang kita kaji kemunafikan Menara Pengawal akan kasus-kasus pelecahan seksual terhadap anak-anak. Kita lihat yaitu majalah Sedarlah! yang Anda baca di atas diterbitkan pada tahun 1989. Lalu berdasarkan data-data dari laporan NBC tersebut menyatakan bahwa sebenarnya Menara Pengawal mengetahui adanya terjadi pelecehan-pelecehan di dalam sidangnya pada awal tahun 1970-an! Apakah artinya? Pada saat Menara Pengawal mengkritik dan mencela gereja akan kasus-kasus imoralitasnya, ternyata Menara Pengawal juga sebenarnya mengalami dan melakukan hal yang sama! Betapa munafiknya, bukan? Bahkan Menara Pengawal tidak malu-malunya menulis dan mengkritik gereja Katolik: Gereja Katolik terang-terangan tidak setuju dengan homoseksualitas, dengan menyebutnya dosa besar. Tetapi dalam praktiknya gereja menutup-nutupi perbuatan imam-imam yang bersalah dan bahkan membuat mereka dapat meneruskan penyelewengan seks mereka. Lalu pertanyaan saya adalah apakah bedanya gereja Katolik dengan Menara Pengawal dalam hal ini? Bukankah Menara Pengawal melakukan hal yang persis sama?! Yaitu menutup-tutupinya dengan tidak melaporkan kepada pihak berwenang sehingga membuat para pelaku imoralitas berkeliaran bebas mencari mangsa berikutnya.”

    JAWABAN SAYA : Sudah saya tanggapi di artikel “Skandal Seksual- Pedofilia Saksi Yehuwa” pada poin III. Intinya, Bpk Awi berupaya utk membuat persamaan dari sesuatu yg SAMA SEKALI TIDAK SAMA! Ya jelas aja kagak nyambung [‘kesalahan retorika’?]. Silahkan baca kembali tanggapan saya tsb. Juga silahkan baca lagi poin II dan III di atas.

    VIII. Pernyataan Bpk Awi, “Lalu apakah teguran Tuhan Yesus mengenai hal ini: Mengapa engkau melihat jerami yang ada di mata saudaramu, tetapi tidak mengamati kasau yang ada di matamu sendiri? Bagaimana engkau dapat mengatakan kepada saudaramu, ’Saudara, izinkanlah aku mengeluarkan jerami yang ada di matamu’, sedangkan engkau sendiri tidak melihat kasau di matamu? Orang munafik! Keluarkanlah dahulu kasau dari matamu sendiri, kemudian engkau akan melihat dengan jelas bagaimana mengeluarkan jerami yang ada di mata saudaramu.(Luk. 6:41-42, TDB)”

    JAWABAN SAYA : Saya percaya bahwa teguran/nasihat Yesus itu berlaku utk saya, juga utk kita semua termasuk Bpk Awi, BUKAN HANYA MP/SSY. Saya sdh buktikan berdasarkan FAKTA dan BUKTI betapa munafiknya Bpk juga. Menuduh pihak lain sbg ‘penipu/pembohong’ padahal Bpk sendiri adalah ‘penipu/pembohong’. Ya, betapa munafiknya Bpk Awi.

    IX. Pernyataan Bpk Awi, “Tentunya bagi Saksi Yehuwa yang tinggal di Indonesia berpikir; ya hal demikian tidak terjadi di Indonesia, hanya terjadi di luar negeri. Anda benar bahwa berita tersebut dari luar negeri. Tetapi satu hal berlaku yaitu setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Menara Pengawal berlaku secara keseluruhannya, tidak hanya untuk satu negara. Dan kita tahu bahwa Alkitab mengatakan dunia ini semakin jahat. Kita lihat kasus-kasus kriminal dan pelecehan seksual terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari mana Anda tahu bahwa kejadian yang sama di luar negeri tidak akan terjadi juga di sidang Anda mengingat badan penatua akan menjaga kerahasiaan kasus-kasus imoralitas dari jemaatnya sendiri dan pihak berwenang? Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda? Think about it, Bro!”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  34. -- l a n j u t a n n y a --
    JAWABAN SAYA : Utk pernyataan “badan penatua akan menjaga kerahasiaan kasus-kasus imoralitas dari … pihak berwenang”, berikut ini sebagian kutipan kebijakan SSY terkait ‘Child Abuse’ yg senang saya kutip kembali [Utk ‘lengkapnya’ silahkan lihat tanggapan saya atas artikel “Skandal Seksual - Pedofilia Saksi Yehuwa”] yg menandaskan bahwa apabila diwajibkan secara hukum utk melaporkannya ke pihak berwenang mk para Penatua didesak utk melakukannya BUKANNYA ‘merahasiakannya’ sbgmn tuduhan palsu Bpk Awi. ------ “However, even if the elders cannot take congregational action, they are expected to report the allegation to the branch office of Jehovah's Witnesses in their country, if local privacy laws permit. In addition to making a report to the branch office, THE ELDERS MAY BE REQUIRED BY LAW TO REPORT EVEN UNCORROBORATED OR UNSUBSTANTIATED ALLEGATIONS TO THE AUTHORITIES. If so, the elders receive proper legal direction to ensure that they comply with the law. Additionally, THE VICTIM OR ANYONE ELSE WHO HAS KNOWLEDGE OF THE ALLEGATION MAY WISH TO REPORT THE MATTER TO THE AUTHORITIES, AND IT IS HIS OR HER ABSOLUTE RIGHT TO DO SO.” -- www.jw-media.org/aboutjw/article23.htm

    Pernyataan Bpk “badan penatua akan menjaga kerahasiaan kasus-kasus imoralitas dari jemaatnya sendiri…” ------ Sekali lagi, ada satu pertanyaan yg ingin saya ajukan kpd Bpk : Apakah ada gereja yg Bpk ketahui melakukan praktek spt itu, yaitu MENGUMUMKAN DARI MIMBAR kepada seluruh hadirin gereja agar berhati-hati dg ‘si Polan’ krn dia adalah seorang penganiaya seksual anak atau barangkali di gereja-gereja yg pernah dan yg sekarang Bpk hadiri melakukan hal itu? Tolong Bpk jawab dg jujur ya!! Kalau misalnya TIDAK ADA, maka mengapa Bpk Awi ‘ngotot’ bahwa SSY HARUS melakukannya?
    Pertanyaan Bpk “Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda?” ---- sangat menarik utk diperhatikan. Mengapa? Karena pernyataan Bpk menyiratkan bahwa tugas utk mengawasi anak2 adalah tanggung jawab kita, PARA ORANG TUA. Pada prinsipnya, tidak soal dinegara manapun kita hidup dan tidak soal apakah di Negara kita hidup atau tinggal memiliki atau tidak memiliki undang-undang yg mewajibkan klergi [SY, Penatua] utk melaporkan kasus2 ‘Child Abuse’, yang punya TANGGUNG JAWAB UTAMA utk MENGAWASI anak-anak kita memang adalah ORANG TUA bukan orang lain [bukan pemimpin agama/penatua atau rekan2 seiman lainnya]. Misalnya, orang tualah yg harus selalu jeli memerhatikan dg siapa anak2nya bergaul, siapa saja teman2nya, dst, dst. Mengingat betapa pentingnya peranan orang tua dalam mengawasi anak2 mrk, spt yg di sampaikan oleh saksi ahli Dr Monica Applewhite di persidangan kasus Conti, sbg organisasi, MP/SSY telah dan terus MENDIDIK ORANG TUA sbg ‘garis pertahanan pertama’ dalam melindungi anak2 mrk agar tidak menjadi korban ‘Child Abuse’. Bgm caranya organisasi MP/SSY MENDIDIK PARA ORANG TUA? Berikut ini kutipannya :
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  35. -- l a n j u t a n n y a --
    A [Jawab]. The fourth opinion is that, as a result of this distinctive structure of the Jehovah's Witnesses, it is not possible -- it was not possible for Jonathan Kendrick to get himself into a position of unique access or trust with children. As a result, Jonathan Kendrick chose the methods that were available to him, and that was to gain access through family and friends and target the children within that family or friend. As a result of this unique structure, the standard of care question that I believe I needed to consider in this particular case was: During the time frame of 1993 to 1997, what measures were religious organizations taking to regulate the access to children that is provided by the child's own parents? What was the standard of care in the mid-1990s? And the answer is this. I don't know of any mainstream religious organization that has ever attempted to regulate the access to children that they provide, that is provided by the child's own parents. I have never seen that in a religious organization. But in addition, I would not recommend that as a risk management technique, to give the authority to make decisions about a child's interpersonal relationships over to the clergy versus allowing the parents to make those decisions for themselves. That's not a risk management strategy that I would recommend.
    Q [Tanya]. Dr. Applewhite, since the standard of care didn't require and you would not recommend them telling parents who can have access to their children, what can religious organizations like the Jehovah's Witnesses do to protect their children?
    A [Jawab]. Well, it is critical when trying to figure out how best to protect children in a given organization, is to figure out what are the particular activities of this organization. In the Jehovah's Witness Organization, because children aren't separated from their parents, the really best method for protecting children in that organization is to give the parents as much information as you possibly can about the warning signs, about the need to protect children, about the prevalence of sexual abuse. And tell them there is a need and explain to them how to meet that need. And in that instance is where I really believe that the Jehovah's Witness Organization has done an exceptional job. And that is providing real materials directly in the hands of parents, not keeping that information just with religious leadership but giving it directly to the parents and saying, "Here is what you need to know about sexual abuse. Take this. Protect your children. Here are the warning signs. Here is what you watch out for. Here is what you do if you see it." And that is what the Jehovah's Witness Organization has done, both in the publication of the Awake and the Watchtower. And those publications began in the 1970s and have continued to be published periodically adding on as the knowledge base grew on through the 1990s.
    Q [Tanya]. Okay. Sorry about that. What were other religious organizations doing as far as providing material and education for families during this time period?
    A [Jawab]. During the time frame of the mid -- well, from the '80s on through the mid-1990s, most of religious organizations were not providing specific educational programs for parents. And there were policies being developed about response and there were some things that were happening in religious organizations, but this idea of educating parents directly, I didn't see that in other religious organizations during that time frame.
    Q [Tanya]. Do you see it now in those religious organizations?
    A [Jawab]. Since 2002 there have been religious organizations that have developed specific educational materials for parents and families.

    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  36. -- l a n j u t a n n y a --
    Q [Tanya]. Now, earlier in one of your previous opinions you mentioned about the Awake and Watchtower Magazines that are provided to members of this religious organization. You referred to articles that educated them. And did you have any specific article in mind?
    A [Jawab]. I read many articles, but I did pull just a few of them because I think that they are good examples of why I feel like the standard of care was exceeded. The first was in July 22nd, 1976, was just a broad article about how we just call attention to the problem of child abuse in general. And it is called "Child Abuse: What Can Be Done About It?" And that was published in Awake. Then in January 22nd of 1985, the Awake Magazine published an article called "Child Molesting: You Can Protect Your Child." And I really found this striking because it explained to parents the pervasiveness of the problem and explained that it contradicted what many people believed in 1985. It might not be a stranger and it might not be somebody who appeared to not be a nice person. It could be a neighbor, it could be a good friend, it could be a member of the family and it could be a minister. And they provided very specific scenarios that people could relate to. And I find that, in educating people, it is really critical that you provide those very specific scenarios so that people can relate to them and see those behaviors in their own environments. So they also really gave specifics. There is a section called, "If The Worse Should Happen." And it says be suspicious, pay attention. And if the child does disclose, how to manage that disclosure in a way that it is not going to cause harm to the child. So I found this to be more of a parents education program. And that was in January of '85. In 1991 Awake also published an article called "Healing The Wounds Of Child Abuse." And this one also I thought was really far ahead of its time because it explained the very, very complicated feelings that an adult can have who experienced sexual abuse as a child and provided guidance to elders and other members about how they can respond to that person. And then about a month later, they also published letters that people had written in about how important it was to them to read this information, and those letters were also published. Then lastly, in October of 1993, there was another publication called "Protect Your Children." And it gave an updated version of the adult education program that was published in 1985. And one of the really strong things that said in there is, don't limit your training to one time with your child. And I still have to tell parents that now, that you can't think you are going to sit down and have a talk with your child. You have to know it is going to be an ongoing project to work with your children. So much of what was published in 1985 and then in 1993 I would still use in an adult education program for parents. [Candace Conti v. Watchtower – Jury Trial Day 5 June 5, 2012 – pdf hlm 113 – 117 ; 122 – 125]

    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  37. -- l a n j u t a n n y a --
    X. Pernyataan Bpk Awi, “Lalu apakah nasehat Kitab Suci mengenai kasus ini? SAYA SETUJU [huruf besar oleh saya] dengan bahasan Menara Pengawal dalam kasus ini yang tertera di majalah Sedarlah! yang sama sebagai berikut: “…Para pedosa yang menjadi orang-orang Kristen harus membersihkan diri atau diusir, ”Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.” (1 Kor. 5:11-13) Tidak berarti bahwa dosa daging tidak pernah akan terjadi dalam sidang-sidang Kristen tetapi jika hal itu terjadi, orang-orang yang bersalah harus bertobat atau dipecat. Tetapi pekerjaan pembersihan secara rohani ini—pemecatan atas orang-orang cabul dan pezinah-pezinah serta kaum homoseks—tidak dilakukan kebanyakan agama dari Susunan Kristen … Yehuwa tidak dapat dipermainkan; kita semua akan menuai apa yang kita tabur. (Gal. 6:7) Firman Yehuwa yang diberikan melalui Yeremia cocok sekarang seperti hal pada zaman dulu sewaktu nabi itu berkata kepada orang Israel, ”Seharusnya mereka merasa malu karena telah melakukan semua yang hina itu. Tetapi mereka tebal muka dan tidak tahu malu.” — Yer. 6:15, BIS. Ehmm, saya percaya bahwa penjelasan Menara Pengawal itu berlaku juga bagi Menara Pengawal. Ya, seharusnya Menara Pengawal merasa malu karena telah melakukan semua yang hina itu. Tetapi kita tahu bahwa Menara Pengawal tebal muka dan tidak tahu malu dan jelas bersikap munafik.”

    JAWABAN SAYA : Dengan mengatakan “SAYA SETUJU dengan bahasan Menara Pengawal dalam kasus ini yang tertera di majalah Sedarlah! yang sama sebagai berikut: “…Para pedosa yang menjadi orang-orang Kristen harus membersihkan diri atau diusir, ”Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.” (1 Kor. 5:11-13)…” ----- asumsi saya adalah Bpk Awi setuju dg PEMECATAN/PENGUSIRAN yg dilakukan oleh SSY berdasarkan 1 Korintus 5 : 11 – 13, karena konteksnya memang sedang membahas “pekerjaan pembersihan secara rohani ini—PEMECATAN atas orang-orang cabul dan pezinah-pezinah serta kaum homoseks—tidak dilakukan kebanyakan agama dari Susunan Kristen”. Tapi kalau yg Bpk maksudkan dg SAYA SETUJU soal Yeremia 6 : 15 [BIS], silahkan baca lagi poin II dan III di atas termasuk pernyataan Bpk sendiri yg mengakui bahwa “celaan dan kutukan Menara Pengawal adalah sah”.
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  38. -- l a n j u t a n n y a --
    Dalam menanggapi 3 artikel Bpk Awi terkait topic ini, apa yg dapat saya simpulkan? Berdasarkan FAKTA dan BUKTI, kesimpulannya sangat jelas : Bapak Awi adalah seorang PEMBOHONG BESAR berdasarkan tulisan2nya Bpk sendiri yang ‘menghalalkan segala cara’ dalam upaya utk mendiskreditkan MP/SSY. Dengan demikian KREDIBILITAS tulisan2 Bpk di blog ini bagi saya sangat-sangat diragukan [dan akan saya buktikan sbgmn sejak awal sdh saya katakan] keabsahannya!! Sejak awal sudah saya katakan bahwa KEBANYAKAN kutipan2 Bpk Awi dari publikasi2 MP sama sekali DILUAR KONTEKS. Sbgmn halnya Sdr saya, ‘Truthseeker’, saya pun tidak pernah meragukan bahwa kutipan2 tsb memang benar dari publikasi2 MP. Yg saya persoalkan adalah CARA Bpk Awi yg begitu ‘lihai’ menggunakan kutipan2 tsb untuk mendukung argumentasi2 Bpk yg menurut saya sangat ‘menyesatkan’ khususnya bagi pembaca yg tdk bisa ‘memeriksa silang’ dari sumber aslinya krn tdk memiliki sarananya – dalam hal ini Watchtower Library, atau publikasi2 lama yg bahkan sdh tdk dicetak lagi namun masih bisa ‘diperoleh’ melalui beberapa situs di internet –. Saya sbg pembaca publikasi2 tsb dan kebetulan juga punya Watchtower Library bisa dg jelas langsung melihat bahwa kebanyakan kutipan2 yg Bpk ambil secara selektif, MEMANG sama sekali DILUAR KONTEKSnya!!
    Saya sdh beberapa kali mengatakan bahwa kalau blog ini bisa diilustrasikan sbg “ruang pengadilan” yg sedang mengadili MP/SSY, maka saya dpt dg yakin mengatakan bahwa ini adalah “pengadilan yg sama sekali tidak adil”. Mengapa? Karena sbg pemilik dan penulis blog ini, Bpk Awi sdh MEMBORONG semua peran, baik sbg ‘HAKIM’, sbg ‘JPU’, bahkan juga sbg ‘SAKSI’ yang memberatkan.
    Sbg HAKIM, Bpk SUDAH MEMUTUSKAN bahwa MP/SSY adalah ‘pembohong’, ‘penipu’, ‘sesat’, ‘nabi palsu’, ‘grup kultus’, dst, dst. Sbg Jaksa Penuntut Umum [JPU], Bpk memang dg sangat lihai menyajikan ‘bukti-bukti’ dari publikasi2 MP yg sengaja Bpk pilih secara selektif [bahkan cenderung ‘menghalalkan segala cara’] sehingga ‘seolah-olah’ meneguhkan dakwaan2 Bpk, dan sbg SAKSI yang memberatkan, Bpk Awi bahkan sampai rela BERSAKSI PALSU/BOHONG spy bisa mendukung putusan yg sdh Bpk ambil sbg seorang Hakim.
    Nah semua ‘peranan’ Bpk ini, dg sangat mencolok Bpk perlihatkan sewaktu menulis 3 artikel ini. Bpk menulis 3 artikel ini [sebenarnya HAMPIR SEMUA artikel di blog ini], dimulai dg asumsi yg keliru/salah, bersandar pada sumber yg berat sebelah, menggunakan argument yg dangkal, sengaja mengabaikan fakta yang bertentangan dg pandangan/kesimpulan Bpk, dan Bpk lebih suka menggugah emosi ketimbang nalar. Ini buktinya.
    1. Dimulai dengan asumsi yang keliru/salah. Contohnya :
    Pernyataan Bpk Awi, “…Tetapi apakah kasus yang terjadi di gereja-gereja tidak berarti tidak terjadi pula di organisasi Menara Pengawal? Apakah benar seperti pernyataan Truthseeker yaitu tidak ada tempat bagi para pelaku imoralitas dan kriminal di dalam organisasi Menara Pengawal? Nah, kita biarkan fakta berbicara … Dan ini merupakan kesalahan terbesar bagi banyak orang, termasuk juga organisasi Menara Pengawal yang banyak mencela organisasi gereja lainnya melakukan imoralitas dan kriminal tetapi faktanya organisasi Menara Pengawal melakukan hal yang sama pula yaitu menutupi dosa-dosa anggotanya yang melakukan imoralitas, bahkan menyediakan pengacara dan membayar korban skandal kasus pedofilia yang banyak terjadi di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa!”
    Pernyataan Bpk Awi, “tujuan saya mengungkapkan adalah pertama, membuktikan bahwa Menara Pengawal telah mengabaikan nasehat Paulus yaitu Roma 13:1-4 tentang fungsi sebuah pemerintahan dan tentunya sebagai akibatnya terjadinya pelanggaran terhadap hukum suatu pemerintahan yang sebenarnya adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat, dalam hal ini pemerintah Amerika. Dengan melanggar perintah Paulus tersebut, sebenarnya Menara Pengawal telah bersekongkol dan membuat tempat-tempat persembunyian bagi pelaku pedofilia agar bebas berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman yang sesuai.”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  39. -- l a n j u t a n n y a --
    2. Didasarkan pada sumber yang berat sebelah. Contohnya :
    Wawancara reporter Connie Chung dg Heidi Meyer, Amber Long, dan Bill Bowen [mantan SY dan pemilik situs yg memang didedikasikan utk ‘menyerang’ LMP/SSY]. Juga wawancara Lisa Myers dg Barbara Anderson [mantan SY yg juga bergabung dg Bill Bowen].
    3. Menggunakan argument yg dangkal. Contohnya :
    Pernyataan Bpk Awi, “Dan kasus seksual sebenarnya hanyalah merupakah sebuah puncak dari gunung es. Sisa es yang lebih besar masih berada di dalam. Belum terungkap karena adanya intimidasi (seperti kasus Heidi Meyer dan Amber Long dan kurangnya bukti ataupun masih dicari oleh pihak berwenang sebagai 'most wanted').”
    4. Sengaja mengabaikan fakta yang bertentangan dg pandangan/kesimpulan Bpk. Ya, Bpk bahkan BERKALI-KALI MEMBOHONGI pembaca. Contohnya :
    Kutipan pernyataan Anderson & Myers, --- Anderson: Mereka tidak melaporkan pelecehan anak-anak kepada pihak berwenang KECUALI DIMANDATKAN OLEH NEGARA agar klergi melakukannya demikian. Myers: “…Tetapi TIDAK DI SELURUH NEGARA BAGIAN MENUNTUT KLERGI MELAPORKAN mengenai pelecehan anak. Artinya beberapa peleceh tertangkap jika ada korban yang melaporkan mengenai adanya pelecehan seksual.”
    Pernyataan Bpk Awi, “…dilakukan oleh rekan seimannya yaitu Jonathan Kendrick yang pada waktu itu menjabat sebagai 'hamba pelayanan'... yaitu mengabar dari rumah ke rumah di mana biasanya Saksi-Saksi Yehuwa melakukannya berpasangan. Yang seharusnya mengabar berita tentang 'Kerajaan Allah' tetapi menyedihkannya kesempatan ini digunakan oleh 'hamba pelayanan' untuk melecehkan dan mencabuli Conti kecil.”
    Pernyataan Bpk Awi, “Berdasarkan ketentuan undang-undang di Amerika, ketika ada pengakuan seseorang atas kasus pelecehan seksual, maka harus dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut…”
    SEMUA pernyataan Bpk ini adalah KEBOHONGAN sbgmn SUDAH saya buktikan berdasarkan FAKTA dan BUKTI yg tersaji di persidangan Candace Conti.
    5. Bpk lebih suka menggugah emosi ketimbang nalar. Contohnya :
    Pernyataan Bpk Awi, “Para penatua Saksi-Saksi Yehuwa bahkan menekan para korban untuk tidak mengadukan kasusnya kepada pihak berwenang karena takut nama Allah Yehuwa tercemar (sebetulnya nama organisasi Menara Pengawal). Bahkan menurut kesaksian korban pelecehan seksual, mereka diintimidasi pengucilan jika mengadukan kasusnya kepada pihak berwenang. Para korban telah jatuh, tertimpa tangga pula. Bagaimana dengan pelaku? Bebas dan tetap menjadi seorang Saksi Yehuwa dengan reputasi yang baik!”
    Pernyataan Bpk Awi, “Nah, renungkan Anda sebagai orang tua dari anak usia 9-10 tahun. Bersediakan Anda menyerahkan anak perempuan Anda kepada seseorang yang Anda tahu sebelumnya memiliki suatu 'kelainan' seksual untuk mengabar 'Kerajaan Allah' berdua saja? Saya yakin, Anda tidak akan bersedia, bukan? Demikian juga pastinya orang tua dari Candace. Malangnya, orang tua Candace - bahkan jemaat yang lain - tidak tahu akan 'kelainan' seksual Kendrick' sehingga mereka membiarkan Candace menjalani trauma kejiwaan selama 2 tahun. Mengapa hal ini terjadi? Karena penatua tidak menginformasikan kepada jemaat yang digembalakannya tentang 'kelainan' Kendrick. Ataupun penatua mewaspadai potensi kelainan Kendrick yang mungkin terjadi lagi.”
    Pernyataan Bpk Awi, “Bersediakan Anda membiarkan anak-anak Anda (baik pria atau wanita) lepas dari pengawasan Anda? Think about it, Bro!”
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  40. -- l a n j u t a n n y a --
    Memang benar, dalam pengadilan kasus Conti, secara kolektif dewan juri memutuskan bahwa baik LMP maupun sidang Fremont Utara bersalah sehingga harus membayar ganti rugi kpd Conti. Akan tetapi, ada beberapa fakta menarik terkait putusan bersalah tsb.

    1. Sehubungan dg putusan bersalah, ada 1 juri yg abstain.
    2. Sehubungan dg besaran jumlah denda, ada 3 juri yg abstain.
    3. Sehubungan dg prosentase jumlah denda, ada 2 juri yg abstain.

    Apa yg bisa di simpulkan dari fakta ini? Keputusan tsb TIDAK BULAT. Ada juri yg bisa jadi melihat berdasarkan fakta dan bukti persidangan, baik LMP maupun sidang Fremont Utara [yg diwakili oleh 2 Penatua] TIDAK BERSALAH. Selain itu, baik pengacara LMP maupun pengacara sidang Fremont Utara, sudah menyatakan NAIK BANDING. Ini berarti, keputusan tsb BELUM FINAL, belum memiliki ‘kekuatan hukum tetap’. Mari kita tunggu bgm hasil pemeriksaan majelis Hakim [kalau tdk salah yg akan memeriksa dan memutuskan di tingkat banding BUKAN lagi dewan juri (yg menurut saya bisa sangat bias, khususnya secara emosi) tetapi majelis Hakim (yg menurut saya, mudah2an akan sangat2 rasional dan obyektif krn yg akn dipertimbangkan semata2 bukti2 dan alasan2 hukum)].
    Juga ada satu FAKTA menarik yg terungkap di pengadilan, yaitu : Candace Conti TERNYATA membuat suatu kesepakatan dg Jonathan Kendrick yg notabene adalah PELAKU yg telah menyengsarakannya selama bertahun-tahun. Meskipun detailnya tdk bisa diungkap di pengadilan, namun ada satu poin yg mengemuka di pengadilan yaitu, Candace Conti akan membebaskan Jonathan Kendrick dari kewajiban utk membayar ganti rugi apabila dewan juri memenangkannya dlm kasus tsb. Namun sbg imbalannya, Jonathan Kendrick tidak membuat deposisi, juga tidak hadir di persidangan utk didengarkan kesaksiannya. Timbul pertanyaan dg tanda Tanya besar, Ada apakah gerangan di balik kesepakatan tsb? Silahkan pembaca memeriksa dan membaca dokumen pengadilan utk melihat apa argument yg di sampaikan oleh Conti dan pengacaranya terkait fakta ini.

    Bagi saya KREDIBILITAS 3 artikel Bpk ini SUDAH MENCERMINKAN sebagian besar artikel Bpk di blog ini. Satu hal yang PASTI, kalau Bpk bisa dengan SENGAJA MEMBOHONGI pembaca yang jelas-jelas BISA MEMERIKSA SILANG dokumen resmi pengadilan APALAGI dalam kasus semua kutipan Bpk dari publikasi2 MP, di mana KEBANYAKAN PEMBACA [bahkan mungkin seorang SY] TIDAK BISA MEMERIKSA SILANG sumber asli kutipan tsb!! Apakah ADA JAMINAN bahwa Bpk TIDAK SEDANG MEMBOHONGI para pembaca sbgmn Bpk lakukan dlm 3 artikel ini? Meminjam ungkapan yg Bpk gunakan di sini, “Think about it, Bro!” Sekali lagi saya hanya ingin mengingatkan pembaca agar TIDAK ‘menelan mentah-mentah’ apa katanya Bpk Awi!!
    -- b e r l a n j u t --

    ReplyDelete
  41. -- l a n j u t a n n y a --
    Spt yg sdh beberapa kali saya sampaikan, sejak awal perhatian utama saya adalah soal KREDIBILITAS Bpk Awi. Pada awal kunjungan saya ke blog ini saya langsung bertanya kpd Bpk Awi : Maxi - Sam26 Feb 2012 07:57:00 “Bolehkah saya bertanya, kira2 apakah sewaktu mempersiapkan dan menulis artikel2 ini Bapak Awi merasa yakin seyakin-yakinnya sedang dibimbing oleh Roh Kudus Allah? Tolong dijawab dengan jujur ya. Terima kasih.” Mengapa saya menanyakan ini? Karena setelah membaca semua tulisannya Bpk Awi di blog ini maupun di tempat lain, saya bisa melihat dg sangat jelas bahwa Bpk Awi melakukan BANYAK KEBOHONGAN dlm tulisan2nya TAPI IRONISNYA Bpk Awi sangat ‘gemar’ [meminjam istilahnya Bpk Awi] MENUDUH MP/SSY sbg ‘pembohong’, dll.
    Menarik utk memerhatikan apa jawaban Bpk Awi atas pertanyaan saya tsb. Jawaban Bpk Awi : AWI27 Feb 2012 02:49:00 “Sesuai dengan apa yang Alkitab nyatakan yaitu:
    1. Umat Kristen dilahirkan oleh Roh Allah (Yoh. 1:13; 3:3-12; 1 Petrus 1:3; 1 Yoh. 4:7),
    2. Berjalan dan hidup dengan roh (Gal. 5:16, 25)
    3. Diajar oleh Roh Kudus (Yoh. 14:16-17;25-26; Yoh. 16:7-14)
    4. Roh Kudus tinggal di dalam umat percaya di 1 Kor. 6:16
    Dan ketika saya mempersiapkan dan menulis artikel-artikel di blog ini diawali dengan doa memohon pimpinan Roh Kudus, maka SAYA YAKIN bahwa SAYA DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS [huruf besar oleh saya].”
    Ya, Bpk Awi dengan YAKIN mengatakan bahwa ia DIPIMPIN oleh ROH KUDUS dlm mempersiapkan dan menulis tulisan2nya. Tolong perhatikan kata “DIPIMPIN” ROH KUDUS. Menurut KBBI, kata ‘pimpin’ /pim•pin/ v, berpimpin /ber•pim•pin/ v (dl keadaan) DIBIMBING; dituntun. Itu sama artinya dg ‘DIBIMBING’ oleh ROH KUDUS. Mengingatkan saya kpd PARA PENULIS ALKITAB yg juga DIBIMBING oleh ROH KUDUS. Perbedaannya adalah : Para penulis Alkitab yg ‘DIBIMBING’ oleh ROH ALLAH TIDAK PERNAH menggunakan KEBOHONGAN dalam tulisan2 mrk, sebaliknya Bpk Awi yg MENGKLAIM DIBIMBING oleh ROH KUDUS dlm menulis SANGAT GEMAR menggunakan KEBOHONGAN utk menipu pembaca yg kesukaannya ‘menelan mentah-mentah’ seolah-olah semua tulisannya Bpk Awi sudah pasti benar tanpa berupaya utk memeriksa silang dari sumber aslinya.
    Berikut ini saya kutip pernyataan Bpk Awi dalam diskusi Bpk dg Sdri Martha Rumimper diselingi dg beberapa tambahan dlm kurung oleh saya : “… Allah Yehuwa [menurut Bpk Awi, Roh Kudus juga adalah Yehuwa] adalah Allah yang maha suci, Ia tidak mungkin memilih individu [Bpk Awi] … yang menggunakan cara-cara yang kotor untuk menipu para pembacanya, yaitu [kita semua sbg pembaca]. Oleh sebab itu saya katakan, tidak mungkin orang mau menjadi [pengikut Allah Titunggalnya Bpk Awi] jika ia telah memeriksa apa dan siapa di balik [Bpk Awi] … ternyata banyak melakukan kebohongan untuk membuktikan bahwa ia benar. Mengapa? Karakteristik manusia adalah tidak suka dibohongi.”

    Sebagai penutup tanggapan saya utk 3 artikel Bpk ini, saya senang kutip pernyataan Bpk Awi yg sy ‘modifikasi’ : “Ya, seharusnya [Bapak Awi] merasa malu karena telah melakukan semua yang hina itu. Tetapi kita tahu bahwa [Bapak Awi] tebal muka dan tidak tahu malu dan jelas bersikap munafik.” -- Orang munafik! Keluarkanlah dahulu kasau dari matamu sendiri, kemudian engkau akan melihat dengan jelas bagaimana mengeluarkan jerami yang ada di mata saudaramu. (Luk. 6:42, TDB)”

    Terima kasih dan sampai ‘ketemu’ lagi.

    -- s e le s a i --

    ReplyDelete
  42. Maxi-Sam iki opooo seh

    Mas intinya aja, masa komen ngelebihin artikel, bikin blog sendiri aja, mau eksis pakai axis, pake pikiran dong kalo mau komen, siapa yang mau baca mas?

    marah sih marah, tapi ini apaaa, buat buku aja mas, kayanya tulisan2 nya udah banyak tuh disini, ampuuunn ampun

    ReplyDelete
  43. yang sangat saya sayangkan dari semua yang saya baca disini adalah..... judul dari situs ini yang benar-benar sangat menjebak....
    1. apakah kita memiliki hati nurani jika kita menggunakan nama sebuah lembaga ataupun sebuah organisasi yang isinya menulis mengenai keburukan-keburukan organisasi terseut. Tentunya bagi mereka yang tidak benar-benar memahami dunia IT pasti akan berpikir bahwa ini benar-benar ditulis oleh organisasi tersebut.
    Saya ibaratkan seperti ini : saya pernah mengambil sebuah file di dalam dunia maya yang isinya berisi informasi yang saya benar-benar butuhkan, tadinya. Akan tetapi ketika saya buka file tersebut isinya berisi virus yang sangat berbahaya dan akhirnya mematikan komputer saya.
    Begitu pula dengan judul situs ini, bagaimana jika ternyata yang mencari SSY membuka situs ini dan mendapatkan informasi yang malah membingungkan.....
    Alangkah baiknya jika, apabila saya ingin menuliskan sesuatu tentang ketidaksetujuan saya terhadap sesuatu... saya tunjukkan secara manly... menggunakan situs pribadi dan menuliskan dengan jelas opini saya terhadap sesuatu.

    2. Semua didunia ini tidak ada yang benar karena semua sudah dikuasai oleh setan yang jahat... semua yang kelihatan baik ternyata dibalik nya selalu ada sesuatu yang diinginkan. Pernahkah kita semua bertanya pada hati nurani kita, apakah saya pernah melakukan sesuatu tanpa ada balasan sedikit pun dari orang lain atapun dari tuhan??? bukan dalam bentuk barang ataupun pujian dari orang lain??? benar-benar dari hati kita rela melakukan sesuatu demi kebaikan orang lain?? Oleh karena itu kita tidak berhak menentukan mana yang salah dan benar... karena semua ada dalam hati kita, dan tuhan sudah memberikan hati kita kebebasan menentukan segala sesuatu...

    Semua berhak memberikan opini terhadap sesuatu tapi janganlah bersembunyi dibalik sesuatu..... Tuhan pernah berkata " Dia mendengar doa orang-orang yang lemah dan tersakiti". SSY ataupun bukan adalah semua anak-anak adam dan hawa, anak-anak allah. Jika sesama anak-anaknya saling menyakiti secara fisik maupun phisik, menurut anda doa siapa yang akan didengar??? pasti mereka yang merasa tersakiti.....

    GOD BLESS US

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Terima kasih atas kunjungannya

      Sdr mengatakan "yang sangat saya sayangkan dari semua yang saya baca disini adalah..... judul dari situs ini yang benar-benar sangat menjebak"

      Maafkan jika ternyata judul blog ini "Fakta Di Balik Saksi Yehuwa - Membongkar Ajaran Lembaga Menara Pengawal" dan di sudut kanan bawah tertera tulisan "Blog ini Bukan Situs Resmi Lembaga Menara Pengawal" ternyata masih juga mengecoh dan menjebak Sdr.

      Maaf jika komentar lainnya tidak dapat saya komentari karena kurang jelas point apa yang Sdr coba utarakan.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.